
Setelah melewati beberapa kejadian dan peristiwa di negara Zamrud Khatulistiwa. Maka tiba lah harinya mereka, Diego, Anastasya, dan kedua bayi kembar mereka yang mungil, Lucy Dan menggemaskan, kembali ke negara asalnya.
Setelah dirasa semua persiapan telah beres, mereka mulai melangkah meninggalkan rumah sakit tempat Anastasya melahirkan kedua putri kembar mereka.
Mobil penjemput telah siap berada di depan lobi rumah sakit. Siap mengantar keluarga kecil tersebut ke arah tujuan mereka, yaitu bandara.
Mobil meluncur dengan kecepatan sedang, keadaan jalanan ibukota sedikit lenggang Karena kepulangan mereka bertepatan dengan hari libur kerja dan sekolah. Mobil meluncur dengan tenang di atas jalanan ibukota.
Karena mereka memiliki dua orang bayi kembar, jadi mereka berbagi tugas menggendong salah satu bayi. Satu digendong Anastasya, dan satunya lagi digendong Diego. Bayi yang berada dalam gendongan Anastasya terlihat berisik, tak tenang, tak bisa diam. Terlihat Anastasya selalu berusaha menenangkan sang buah hati. Berbeda dengan bayi yang Ada dalam pelukkan sang Ayah. Sang jabang Bayi terlihat tenang, diam, Dan anteng. Mungkin karena ia lahir terlebih dahulu beda satu menit dari sang adik, hingga aura dewasa dan jiwa pemimpinnya telah terlihat semenjak lahir.
"Honey.... Kamu sudah memberitahukan kabar tentang kelahiran si kembar pada Daddy?" tanya Anastasya pads Diego, memecah keheningan dan kesunyian yang terjadi di antara mereka.
"Sudah....!" jawab Diego dengan singkat jelas dan padat, sembari terus memperhatikan wajah sang buah hati yang berada dalam pelukkannya saat ini. Sang bayi terlihat tenang dan damai dalam peluk sang ayah.
"Terus Daddy bilang apa?" tanya Anastasya tak puas akan jawaban sang suami yang terdengar datar, sambil terus berusaha menenangkan bayi mereka yang ada dalam gendongannya.
"Ga bilang apa-apa honey! Hanya saja Daddy terlihat sangat senang dan bahagia. Dan beliau saat ini sangat menantikan kepulangan kita kembali ke mansion dengan selamat."
"Terus kamu bilang ga, kalo cucunya lahir nya kembar?"
"Tidak!"
"Kok, tidak sih!" jawab Anastasya protes akan jawaban sang suami. "Kenapa ga bilang kalo lahirnya kembar. Pasti Daddy akan sang senang Dan bahagia memiliki dua cucu sekaligus," ucap Anastasya selanjutnya.
"Sengaja....!"
"Kok sengaja sih....!"
"Iya sengaja. Sengaja ga kasih tahu Daddy kalo putri kita lahirnya kembar!" ucap Diego tanpa mengalihkan perhatiaannya dari wajah tenang sang putri yang ada dalam hangat peluknya.
__ADS_1
"Apa alasannya?"
"Alasannya, aku ingin memberi kejutan pada Daddy. Pasti nanti Daddy akan terkejut dan bahagia sekali saat melihat kedua putri kita nanti!"
"Iya, kau benar honey. Daddy pasti akan bahagia sekali."
"Iya pastinya. Dulu Daddy berkeinginan memiliki anak lebih dari satu. Hingga aku tidak sendirian. Tapi Tuhan berkehendak lain, Tuhan memanggil Mommy terlebih dahulu kala proses persalinan yang kedua, yaitu proses persalinan calon adikku. Mommy mengalami pendarahan hebat, Dan Mommy menghembuskan nafas terakhirnya saat telah tiba di rumah sakit. Adikku juga tidak selamat, ia pergi bersama mommy untuk selamanya!" ucap Diego dengan nada sedih.
"Jan sedih honey, ada kami saat ini yang akan selalu bersamamu, menemani hari-harimu hingga ajal menjemput kita nantinya. Maafkan aku honey, Karena telah menggorek luka lama dan derita mu honey.!" ucap Anastasya berusaha masuk ke dalam peluk sang suami.
"Iya tidak apa-apa honey semua telah terjadi. Aku ikhlas kok menerima atas semua yang terjadi. Mungkin inilah yang terbaik untuk kami menurut Tuhan!" ucap Diego sembari memeluk raga sang istri yang sedang menggendong bayi mungil mereka.
Awalnya mobil melaju dengan tenang, dan dalam kecepatan sedang. Namun Mobil mulai melaju semakin kencang saat melewati jalan tol. Kecepatannya semakin cepat dan cepat.
Dan tiba-tiba kendaraan oleng, sang sopir berusaha menjaga keseimbangan. Namun dikarnakan kecepatannya yang telah berada dalam ambang batas maksimun,. Hingga sang sopir tidak dapat mengendalikannya dengan cepat.
Anastasya dan Diego terlempar keluar Mobil saat mobil terlempar di udara dan akhirnya terguling-guling di atas bahu jalan. Keadaan kendaraan mereka rusak berat, Sang sopir, Diego, Anastasya seketika meninggal di tempat.
Dalam kejadian tersebut, Anastasya terus mendekap erat raga mungil bayi nya, Ia berusaha keras melindungi raga bayinya dalam peluknya. Saat terlempar dari dalam mobilpun Ia selalu berusaha melindungi keselamatan bayinya. Berbeda dengan Diego Karena Saat itu ia sedang memeluk tiga orang kesayangannya. Hingga ia tak sempat waspada, dan bayi yang ada dalam pelukkannya terlempar jauh dari posisi kejadian, Sang bayi terlempar dan terjatuh di antara semak semak di dekat pembuangan sampah.
Pranggggggg
Terdengar suara benda jatuh ke lantai.
Awalnya tuan Roberto merasa haus Dan ia bermaksud untuk minum. Entah mengapa saat sedang memegang gelas, gelasnya terlepas dari tanggannya.
Gelas jatuh ke lantai, terdengar suara nyaring akibat kejadian tersebut.
__ADS_1
Para maid dan kepala maid segera berlari ke arah datangnya suara.
"Apa yang terjadi tuan?" tanya kepala Maid kepada tuan Roberto dengan. nada cemas dan khawatir.
"Entahlah... Tadi aku ingin minum. Namun saat memegang gelas, tiba tiba gelasnya jatuh dan pecah!" jelas tuan Roberto.
"Tuan tidak apa-apakan?"
"Iya, aku tidak apa-apa! Semoga ini bukan pertanda buruk! "
"It's, semoga saja tuan," jawab kepala maid dengan hidmat.
"Dan tolong bersihkan ini semua, aku akan kembali beristirahat"
"Baik tuan." jawab kepala Maid. Dan ia segera memerintahkan para maid untuk membersihkannya.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, like, komen, bintang limanya.
jangan lupa bunga dan kopinya juga boleh kalo berkenan.
Terima kasih
lupyu all❤❤❤
Bersambung.
__ADS_1