
"An, Alex mengundangmu buat balapan bersama dia, malam ini!" ucap Ivan saat berada di samping Ana. Ivan segera menghampiri kediaman Ana saat ia mendengar kabar bahwa Ana telah kembali pulang dengan selamat.
Ivan bersyukur saat melihat keadaan Ana yang dalam keadaan sehat walafiat tanpa kekurangan sesuatu apapun.
"Terakhir kau mengajakku memenuhi undangan Alex Ultah, lalu tragedi aku kembali menghilang. Nah nanti kalo aku ikut pergi lagi. Mungkin kali ini bukan hanya menghilang, tapi mungkin juga nyawaku pun akan ikut terbang." ucap Ana dengan nada jutek.
"Enggaklah. Untuk kali ini aku akan menjaga mu dengan sungguh sungguh. Takkan ku biarkan kau hilang dari pandanganku, barang sedetikpun," ucap Ivan dengan sungguh sungguh.
"Haish.... Tempo haripun begitu. Aku lagi capek. Dan ga mood buat keluar ruangan, apalagi keluar dari rumah. Sekarang aku lagi mo menikmati rasanya istirahat di rumah dengan damai dan tentram, lagi males mo kelayapan."
"Ayolah An. Kau sendirikan yang sudah berjanji dengan Alex akan memenuhi undangannya. Sekarang kenapa kamu malah mungkir dari janjimu?"
"Kapan aku berjanji. Ga pernah tuh." Jawab Ana ketus.
"Serius An, masak kamu ga ingat. Padahal kan kamu sendiri yang menerima undangan dari Alex, saat acara ulang tahunnya tempo hari."
"Maaf ya, udah lupa tuh," jawab Ana seenaknya.
"Masa sih An kamu lupa. Apa jangan jangan gara gara peristiwa menghilangnya kamu tempo hari, juga mengakibatkan hilangan nya ingatanmu."
"Sembarangan ya kamu, kalo ngomong. Coba sebelum menegluarkan suara difikir dulu. Jangan ASBUN (Asal Bunyi)."
"Habisnya, Lu sih pura pura lupa. Atau memang sengaja tidak diingat janjimu sama si Alex."
"Sengaja da ingat," jawab Ana cepat.
"Ayolah An, malam ini saja ya kita penuhi undangan Alex." Rayu Ivan.
"Mo ah, males gua."
"Seriusan An, kata Alex jika kau menang maka kita akan terbang ke Mandalika. Bukankah kau ingin melihat pembalap Favoritmu. Saar ini mereka sedang berkumpul di sana. Yakin ga mo ikut!"
"Seriusan mo ke Mandalika?" tanya Ana dengan sumringah.
"Hooh, kata Alexnya. Jika Lu menang balap dari dia, maka ia akan mengikut sertakan kita untuk melihat kejuaraan MotoGp di Mandalika," jelas Ivan panjang lebar.
"Ok, gua setuju. Malam ini kita penuhi undangan Alex," jawab Ana dengan tegas.
__ADS_1
"Serius An." ucap Ivan tak percaya. Karna sudah hampir dua jam ia membujuk Ana belum ada hasilnya. Untunglah Ivan teringat tawaran Alex tentang Mandalika. Dan itu sukses membuat Ana menyetujui ikut serta balapan dengan Alex.
"Ya, serius lah. Masak gua mo maen maen dengan omongan gua sendiri. Kuy kita berangkat sekarang," ucap Ana lalu bangkit dari duduk.
"Ga ganti kostum dulu An, masak pergi dengan pakaian begitu!" tunjuk Ivan pada pakaian yang dipakai Ana.
"He.... He.... Iya ya, gua mesti ganti kostum dulu. Lu keluar sekarang," ucap Ana sembari mendorong tubuh Ivan keluar dari bilik kamarnya.
...///*****///...
Di arena balap, tempat mereka berjanji akan bertemu. Alex telah menunggu dengan gelisah.
"Haish, dimana tu orang. Lama banget belum muncul juga." Alex membatin dalam hati.
"Lex lu nungguin siapa sih?" tanya Jenny yang selalu mengekor langkah Alex. Ke mana pun Alex pergi, Jenni pasti ada di sana.
"Luu, ngapain ngikutin gua mulu sih. Kagak ada kerjaan ya. Selalu mo jadi ekor gua. Lu tahukan gua kagak suka lu ikutin." Alex berkata dengan ketus dan dingin (sedingin angin malam π) tanpa menjawab pertanyaan yang Jenny lontarkan kepadanya.
"Tapi lex...."
Tak berapa lama, sosok yang dinanti oleh Alex telah tiba di hadapan mereka. Alex tersenyum saat menyadari siapa yang hadir.
Ivan memarkir kendaraannya tak jauh dari posisi Alex saat ini. Ana segera turun dari kuda besi yang ditunggangi oleh Ivan dan dirinya. Karna kuda besinya masih ada di markas polisi, Ana terpaksa nangkring di kuda besi milik Ivan.
"Selamat datang bro. Terima kasih telah memenuhi undanganku," ucap Alex menyambut kedatangan Ana dan Ivan. "Mari kita segera mulai balap nya," lanjut Alex.
"Ternyata gadis j*l*ng ini yang ditunggu oleh Alex." Jenny bermonolog dalam hati saat melihat siapa yang datang.
"Maaf kami datang terlambat, dan maaf telah membuat Anda menunggu lama," ucap Ana saat telah berada di hadapan Alex.
"Tidak kok, ga lama. Kami juga baru sampai," ujar Alex dengan tersenyum.
"Cih, giliran dengan j*l*ng ini Alex berkata begitu manis semanis madu, giliran dengan ku, dia berbicara dengan ketus dan kecut," umpat Jenny dalam hatinya.
"Sekali lagi maaf, gua juga ga bawa kendaraan. Jadi mungkin gua hanya jadi penonton malam ini. Silahkan Ivan saja yang balapan," ucap Ana kembali.
"Tenang, jangan khawatir dan risau. Kendaraannya sudah kamu siapkan." Bimo teman Alex menyela pembicaraan Ana dan Alex.
__ADS_1
"Ok, terima kasih kalo begitu," ucap Ivan. "Ikan sepat ikan gabus, semakin cepat balap semakin bagus." Ivan kembali menimpali ucpannya.
"Ol, mari kita mulai sekarang," ucap mereka serempak.
Mereka pun mendekati kuda besi mereka masing masing. Ana juga menghampiri kuda besi yang telah disiapkan oleh tim Alex.
"Satu.... Dua.... Tiga....
"Aba aba mulai terdengar saat para peserta balap telah berada di atas kuda besinya masing masing.
Go....
Tanda dimulainya balapan mereka. Mereka pun melajukan kendaraan mereka, melintasi rute atau jalur balap yang telah ditentukan. Salip menyalip, tikung menikung pun terjadi di arena balap. Setiap dari mereka berusaha mencapai garis Finish, secepat mungkin mereka melajukan kuda besinya. Begitupun dengan Alex dan Ana, mereka saling kejar mengejar. Kecepatan pun sudah diambang batas. Ana seolah terbang di atas jalanan aspal yang licin. Hanya satu tujuan yang pasti. Secepatnya mencapai garis finish. Alex pun tak mau tertinggal jauh, ia juga melajukan kendaraannya dengan kecepatan maksimal. Terjadi duel yang seru antara Ana dan Alex. Wush... Wush... Dahulu mendahului terjadi diantara mereka yang posisinya ada di depan. Sedangkan Ivan dan yang lainnya tertinggal jauh di belakang.
Setelah cukup lama duel terjadi. Garis finishpun semakin terlihat mendekat. Ana segera melajukan kendaraannya secepat mungkin. Berusaha mendahului Alex.
"Alex.... Alex.... Alex...." Teriak para suporter pendukung Alex yang dikomandoi oleh Jenny. Di ujung garis finish.
Setelah perjuangan dan duel yang cukup ketat di.antara mereka. Akhirnya duel tersebut dimenangkan oleh Ana, hanya selang beberapa detik dari Alex.
"Mandalika, I'm coming." Ana berucap dengan bahagia, saat telah mencapai garis finish.
...///*****///...
Jangan lupa tinggalkan jejak, berupa like, komen, dan votenya ya. Raring bintang limanya juga ya. Lupyu allβ€β€β€
Bunga dan kopi nya juga boleh... ππππβ€
Maaf author telat update, karena terbentur oleh dataππ
Terima kasih untuk semuanya yang telah sudi mampir dikarya recehku. β€β€β€
Bersambung.
.
.
__ADS_1