Sang Ratu Malam.

Sang Ratu Malam.
Tidur Atau Pingsan ?!


__ADS_3


Sang gadis sedang beristirahat, setelah perjalanan jauh yang ia tempuh dari negaranya. Traveling dan touring dari negara satu ke negara lainnya. Berbagai negara telah berhasil ia lewati. Hingga terdamparlah ia di sebuah negara yang asri, penuh dengan pepohonan, dan berhawa sejuk. Sejauh mata memandang hanya hamparan hijau yang membentang. Bagaikan Zamrud khatulistiwa. Sungguh memukau dan mempesona netranya saat ini.


Ia duduk di atas kuda besinya sembari melepas penat dan lelahnya, setelah berminggu minggu melintasi berbagai benua, samudra, dan negara. Rambutnya terurai menjuntai ke bawah. Warnanya yang keemasaan tambah bersinar saat diterpa sinar matahari.


Matahari mulai berangsur akan tenggelam. di upuk barat. Sang gadis masih setia berada di sana. Karena penat dan cuaca yang mendukung. Akhirnya ia terlelap di atas kuda besinya.


Tanpa ia sadari, tak jauh dari tempatnya berada telah terjadi penggerebekan pesta miras dan narkoba. Saat terjadi penggerebekan oleh pihak berwajib. Para peserra pesta tersebut lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Bagi mereka yang masih setengah sadar. Sedangkan yang tepar langsung diringkus ditempat, mereka digelanggang menuju markas pihak yang berwajib.


Pihak yang berwajib segera mengejar para peserta pesta miras dan obat obat terlarang hingga dapat. Tak urung juga sang gadis yang sedang terlelap dari tempat tersebut ikut terciduk, namun sang gadis belum menyadarinya.


Saat salah seorang anggota melihat wajah sang gadis. Ia langsung teringat dengan sang komandan.


"Bukankah ini gadis yang tempo hari tak sengaja terborgol dengan komandan. Bukankah dia telah tiada. Kok dia bisa ada di sini? Lagi ngapain ? Apakah dia juga terlibat pesta tersebut? Aku harus segera menghubungi komandan kalau begitu?" batinnya dalam hati.


Ia segera mengambil ponselnya, dan menghubungi sang komandan.


"Assalamualaikum. wr.wb" Terdengar jawaban dari panggilan sang Komandan.


"Waalaikummussalam.wr.wb."


"Ada apa Do, dirimu menghubungiku? Apa tugasmu sudah selesai?" tanya sang komandan yang saat itu berada di lokasi utama penggerebekan.


"Begini Ndan, anda harus ke mari. Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu."


Ada di mana dirimu sekarang?"


"Tak jauh dari lokasi penggerebekan Ndan."


"Baik aku ke sana sekarang. Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam.Wr.wb." ucap Edo mengakhiri panggilannya.


Selang beberapa saat, sang komandan telah berada di samping Edo.


"Do, ada apa kau menghubungiku. Apa yang ingin kau perlihatkan?" tanya sang Komandan.


"Gini Ndan, liat tuh di sana?" ucap Edo menunjuk sesuatu.

__ADS_1


"Apa emangnya?"


"Liat dulu ndan, tadi teman teman sudah ku suruh pergi dan mengurus yang lainnya saja. Yang ini sengaja ku bilang aku yang akan mengurusnya!" ucap Edo menjelaskan.


Sang komandan segera mendekati titik fokus yang ditunjuk oleh Edo.


"Diaaa ... " Sang Komandan kaget saat melihat wajah yang sedang terlelap di sana.


"Hooh.... Ndan dia, gadis yang tempo hari terborgol bareng dirimu!"


"Kenapa dia bisa ada di sini? Bukankah dia telah tiada?"


"Mana saya tahu komandan. Makanya saya menghubungj dirimu. Sebelum dirinya ikut di gelandang ke markas." Jelas Edo.


"Apakah dia juga ikut terlibat dalam operasi kita malam ini?"


"Mana saya tahu Komandan? Saya serahkan dia pada anda!" ucap Edo lalu berlalu pergi.


"Tunggu Do!"


"Iya, ada apa komandan?" Edo menghentikan langkahnya.


"Kau urus kuda besinya, selesaikan operasi malam ini hingga tuntas. Semua ku serahkan padamu sebagai penanggung jawabnya. Laporkan kepadaku kalau sudah beres semuanya!" Perintah sang komandan.


"Nasib jadi ajudan ... " Edo membatin dalam hati.



Sang gadis masih tak menyadari jika raganya saat ini telah berpindah tempat.


"Ke mana saja dirimu selama ini? Aku pikir dirimu telah tiada!" ucapnya sembari memperhatikan wajah yang saat ini sedang terlelap.


"Jika kau terlibat dengan pesta miras dan obat terlarang maka aku sendiri yang akan menindakmu!" ucapnya tegas saat membawa raga tersebut ke klinik terdekat untuk di periksa.


"Bagaumana keadaannya dok?" tanyanya pada petugas kesehatan.


"Dia baik baik saja. Dia bersih dari miras dan obat terlarang lainnya. Dia hanya tertidur karena kelelahan. Sepertinya nona ini baru saja melakukan perjalanan yang jauh." Terang sang dokter.


"Benarkah begitu dok!"

__ADS_1


"Iya benar."


"Terima kasih dok. Atas bantuannya."


"Sama sama ini adalah tugas saya."


Sang komandan segera membawa raga tersebut dan pergi berlalu dari sana.


"Kau tidur apa pingsan sih. Dari tadi tak ada pergerakkan. Malah semakin terlelap begini. Bagaimana jika dirimu bertemu dengan orang jahat?" ucapnya sembari membawa raga ramping tersebut.


"Aku harus bawa ke mana dirimu sekarang?" tanyanya pada raga yang terlelap di samping nya saat ini. Tak ada pergerakkan sama sekali. Hanya hembusan nafasnya saja yang menandakan bahwa dirinya masih bernyawa.


Kendaraan sang komandan terus melaju melintasi hitam pekatnya malam. Dan akhirnya berhenti di parkiran apartemennya.



Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya... like, komen, pavorit, vote, rating bintang limanya.


Lupyu all ... ❤❤❤


Mampir juga ya ke karya temanku, moga kalian suka.😊



Dimas Darmawan, seorang dokter muda yang terpaksa menikahi mantan istri sahabatnya yang bernama Winda Alicia.


mantan suami Winda, Bayu merencanakan pernikahan Dimas dan Winda agar Bayu bisa rujuk kembali dengan Winda setelah jatuh talak 3.


Hanya 6 bulan pernikahan, dan mereka harus bercerai.


Apa yang membuat Bayu begitu gigih berusaha rujuk dengan Winda?


Dapatkah Dimas menjaga istri titipan talak 3 sahabatnya?


Ataukah cinta akan tumbuh diantara mereka dan menjadi dilema bagi Dimas?


Bersambung.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2