
Ana melajukan kuda besinya dengan kecepatan penuh. Di tengah lintasan Ana merasakan ada sesuatu yang janggal pada kuda besinya. Tapi ia tak tahu itu apa. Semakin lama semakin terasa kejanggalan itu. "Kenapa dengan kuda besiku. Sepertinya ada yang aneh. Tapi apa ya?" monolog nya dalam hati. Ana tetap melajukan kuda besinya di atas jalanan.
" Oh my God, olinya bocor. Perasaan tadi sebelum ku lajukan. Kondisi kuda besiku dalam keadaan baik baik saja, bahkan dalam kondisi prima. Tapi sekarang mengapa bisa begini? Apakah ini akhir hidupku. Sungguh tragis, harus mati di arena balap. Tapi jika memang ini takdirku, melaju di atas lintasan untuk yang terakhir, aku ikhlas, dan biarlah aku sendiri yang celaka, daripada teman teman ku juga ikut celaka, aku harus menghindari mereka." Ana berkata sembari terus melajukan kuda besinya. Ana terus melajukan kuda besinya dengan kecepatan maximum, bahkan hampir di ambang batas. Terlihat teman temannya jauh tertinggal di belakangnya.
"Syukurlah, mereka tertinggal jauh. Selamat tinggal teman teman. Selamat tinggal Bayu, Mutiara. Dan selamat tinggal kak Cinta, aku menyayangi kalian," ucap Ana, tak terasa setetes kristal bening meluncur dengan elegan dari netra beningnya yang seolah telah tertutup kabut.
Saat dipersimpangan, tiba tiba ada seekor kucing yang menghalangi laju kuda besinya. Ana seketika mengerem mendadak. Berusaha menghindari kucing tersebut. Percikan api yang timbul dari gesekan antara jalanan dengan permukaan roda langsung menyambar kuda besi Ana.
Duarrrr .... Dan terjadilah ledakan dahsyat yang menghancurkan kuda besi tersebut beserta pengendarannya. Kobaran api segera membelah hitam pekatnya malam. Suasana seketika mendadak terang benderang
Semua yang melihat kejadian itu tersentak seketika. Untuk sesaat mereka terdiam di tempatnya masing masing. Terpana dengan kejadian yang terjafi di depan mata mereka. Para pengendara motor lainnyapun segera menghentikan laju kendaraan mereka, untuk menghindari tabrakan dan ledakan beruntun.
Tak jauh dari tempat kejadian, seseorang berdiri mematung, menyaksikan kejadian tersebut. Ia tak sengaja melintas di tempat itu saat sedang patroli. "Ana .... " Ia bergumam di dalam hatinya. Kalung dengan liontin inisial nama Ana terjatuh dari saku bajunya. Tatkala Ia mengambil ponselnya. Setelah ponsel didapat, ia pun segera menghubungi pihak Pemadam Kebakaran.
Beberapa saat kemudian pasukan Pemadam Kebakaran mendatangi tempat kejadian perkara. Kobaran api yang besar, dan terjadi beberapa ledakan beruntun, menyulitkan para petugas pemadam kebakaran untuk menjinakkan api. Namun mereka tak patah arang. Segala macam cara mereka coba, berusaha untuk menaklukkan kobaran api yang semakin membesar. Serta berusaha untuk menyelamatkan sang korban, walaupun harapannya hidup tinggal satu persen.
Setelah beberapa lama, dengan perjuangan dan harapan yang besar, akhirnya api berhasil dijinakkan. Perlahan lahan kobaran api mulai mengecil, dan akhirnya padam.
__ADS_1
...///******///...
Prang .....
Terdengar suara kaca yang membentur lantai keramik, suaranya nyaring berkumandang di seluruh penjuru rumah.
Seorang wanita cantik tak sengaja menjatuhkan gelas yang ia pegang. Di saat ia akan minum. Gelas tersebut tak sengaja jatuh dan akhirnya membentur lantai keramik. Pecahan gelas berhamburan ke setiap sudut rumah.
"Ya Tuhan, pertanda apa ini. Semoga bukan pertanda buruk. Dan kenapa hatiku berdebar seperti ini. Semoga tidak terjadi apa apa dengan mu Ana." Monolognya dalam hati.
Ia segera membersihkan pecahan gelas yang berhamburan di lantai, agar tudak terinjak kedua saudaranya yang sedang terlelap, di saat mereka bangun nanti.
Di tempat kejadian perkara. Saat petugas pemadam kebakaran berhasil menjinakkan apinya. Petugas polisi pun segera memberi garis kuning di sepanjang jalan tempat kejadian perkara. Mereka segera menghalau masyarakat yang ingin mendekat. Lalu mendekati kuda besi Ana yang saat ini hanya tinggal puing puingnya saja.
Para petugas berusaha mencari korban kejadian itu. Namun mereka tak menemukan jasadnya. Apa mungkin jasadnya telah menjadi abu, akibat kebakaran tersebut? monolog mereka dalam hatinya. Walau tak diketemukan jasadnya tapi mereka masih tetap mencari dan berusaha untuk menemukan jasadnya. Mereka menyisiri setiap sudut TKP ( Tenpat Kejadian Perkara ). Hasilnya tetap nihil, jasad korban tetap tidak ditemukan.
Bahkan sang komandan pun hampir prustasi karena tak bertemu dengan jasad seseorang yang beberapa bulan ini hadir dan mewarnai hidupnya. Ia kembali teringat moment moment pertemuan mereka. Dadanya tiba tiba terasa sesak. Inikah akhir dari pertemuan mereka yang singkat.
__ADS_1
...///*******///...
Alhamdulillah akhirnya bisa up date juga, maaf baru sekarang bisa up lagi, maaf partnya pendek.
Dan Selamat menjalankan ibadah puasa 1443 H, bagi yang menjalankannya. Mohon maaf jika ada kata kata yang salah baik di sengaja maupun tidak.
Semoga kita semua diberi kekuatan hingga akhir Ramadhan nanti.
Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.
...///******///...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like, komen, vote, pavoritnya, rating dan bintang lima nya juga ya.
Satu like dan komen dari kalian sangat berarti buat author.
Terima kasih.
__ADS_1
Bersambung.