
Ryan membebaskan Tasya untuk pergi. Setelah melihat berkas berkas tentang Tasya, dan memastikan jika seluruh dokumen yang dibawa Tasya adalah asli.
"Sampai berjumpa kembali Ana, hati hati di jalan," ucap Ryan tulus.
"Tasya .....T .... A .... S .... Y .... A .... Ingat namaku Tasya bukan Ana!" ucap Tasya sembari mengeja namanya huruf perhuruf.
"Ok, Tasya sampai berjumpa lagi!"
"Terima kasih tuan ... ?"
"Lupa namaku, padahal tadi di dalam mobil kita sudah berkenalan?" tanya Ryan dan mendapat jawaban sebuah anggukan kepala dari Tasya, menandakan bahwa ia benar lupa..
"Namaku Ryan Samudra, panggil saja Ryan."
"Ok tuan Ryan, terima kasih atas semua bantuanmu selama aku berada di sini!"
"Sama sama. Apakah dirimu akan pulang ke negaramu sekarang ini?"
"Ya, aku akan pulang sekarang. Sudah terlalu lama aku meninggalkan kakekku. Mungkin beliau saat ini khawatir akan keadaanku, Sekali lagi aku ucapkan terima kasih untuk semuanya,"
"Kau tamu di negara kami, sebagai tuan rumah yang baik. Sudah sepantasnya kami memperlakukanmu dengan baik,"
"Sekali lagi terima kasih tuan Ryan," ucap Tasya lalu berlalu dari hadapan Ryan.
"Sama sama nona Tasya," ucap Ryan menggiringi langkah Tasya yang beranjak menuju kuda besinya.Tasya melajukan kuda besinya meninggalkan markas polisi.
Padamu .... Pemilik hati yang tak pernah ku miliki
Yang hadir sebagai bagian dari kisah hidupku
Engkau aku cinta, dengan segenap rasa dihati
Selaluku mencoba menjadi seperti yang engkau minta
Aku tahu engaku sebenarnya tahu
Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu
Kau sembunyikan rasa cintaku
Dibalik topeng persahabatanmu yang palsu
Kau jadikan Aku kekasiih bayangan
Untuk menemani saat kau nerasa sepi
Bertahun lamanya kujalani kisah
Cinta sendiri. .... Cinta sendiri.....
Mungkin memang benar cinta itu tak lagi berharga
Semua percuma bila engkau tak punyai harta*
__ADS_1
Alunan musik mengalun merdu dari earphone nya.
Ivan terbawa dalam lamunan panjangnya. Tiba tiba sebuah kendaraan melintas di hadapannya dengan kecepatan maksimum. Seketika Ivan tersentak dari lamunan panjangnya.
"Si*al*an siapa yang berani melewati daerah kekuasaan kita tanpa akhlak kek gini. Mo ngajak ribut tu orang. Ayo teman teman kita kejar dia. Berani beraninya dia telah mengganggu ketentraman kita," ujarnya penuh amarah.
Segera mereka mengejar pengendara kuda besi tersebut.
Tasya masih asyik meliuk liuk di jalanan. Tiba tiba jalannya diblokade oleh segerombolan pemuda.
Ckrieeetttt.... Tasya mengerem mendadak laju kuda besinya.
"Hei .... Kamu, berani beraninya dirimu melewati daerah kekuasaan kami dengan seenak udelmu," ucap Ivan menggebu.
"Sekarang tinggalkan kendaraanmu, jika ingin selamat!"
"Silahkan kalian ambil, jika kalian bisa," ucap dingin.
"Ternyata kamu hanya seorang cewek telah berani mengusik ketentraman kami!"
"Memangnya kenapa kalo aku cewek. Aku tidak mengganggu kalian. Jika kalian merasa terganggu. Itu bukan salahku. Salah kalian sendiri kenapa kalian terganggu akan kehadiranku," ucap Tasya tanpa membuka helmnya. Ia masih bertengger diatas kuda besinya. Sikap dan jiwanya telah waspada sembilan puluh sembilan persen atas kemungkinan apa pun yang akan terjadi. Jiwa bertarungnya muncul seketika.
"Si*al*lan nih cewek, dia berani sama kita kita!"
"Kenapa juga mesti takut sana kalian. Kalian manusia aku juga, maju kalian semuanya aku tidak takut pada kalian," jawabnya lantang.
Ivan dan kawan kawannya semakin tersulut emosinya saat mendengar ucapan sang gadis. Mereka menyerang sang gadis secara bersamaan dan membabi buta.
Dengan elegan Tasya menerima serangan dari mereka, tanpa turun dari kendaraannya.
Tapi hal itu membuat Tasya sedikit lengah. Saat di rasa ada kesempatan temannya Ivan berhasil menarik helm yang dipakai oleh Ana.
Seketika rambut blondenya tergerai bebas, separuh menutupi wajahnya. Saat Tasya menyibakkan rambut yang menutupi wajahnya.
Terlihat jelas wajahnya oleh Ivan dan kawan kawan.
Mereka terpana, dan menghentikan serangannya kepada Tasya secara mendadak.
"Kenapa tidak dilanjutkan? Aku siap meladeni ulah kalian secara bersamaan!" ucapnya sembari turun dari kuda besinya.
"Hei, kenapa kalian menghentikan aksi kalian," ucap Tasya telah memasang kuda kudanya kembali.
"Kenapa kalian malah bengong. Jika kalian menginginkan kuda besiku. Maka kalian harus bertarung kembali," ucap Tasya kembali dalam mode siaga.
"Anaaa ...." ucap Ivan dan teman temannya serempak.
"Anaaaa .."
"Anaaa ..." Benarkah itu dirimu?" ucap Ivan saat menyadari wajah siapa yang ada dibalik helm tersebut.
"Aku bukan Ana .... Aku Tasya ...."
"Ana, kamu pasti Ana ... Ke mana kamu selama ini An?" tanya Ivan, nada suaranya sudah melunak sekarang. Saat melihat wajah yang selama ini ada dalam benaknya. Tercetak nyata di hadapannya sekarang.
"Maaf tuan tuan. Saya Tasya bukan Ana. Jika urusan kita sudah selesai. Aku mau pergi dari sini," ucap Tasya lalu berbalik dan melangkahkan kakinya menuju kuda besinya kembali.
__ADS_1
"Tunggu An, jangan pergi. Kau tak kasihan dengan kak Cintamu. Beliau terpuruk saat mengetahui apa yang terjadi denganmu saat itu," ucap Ivan menghentikan laju langkah Tasya.
"Kak Cinta, aku tidak kenal. Siapa itu kak Cinta?"
"Masa kamu tidak ingat dengan kak Cinta An. Kalo kamu lupa dengan kami, tidak masalah. Tapi kalo kamu sampai lupa dengan kak Cinta. Kamu keterlaluan An!" Hardik Ivan dengan suara tegas.
"Maaf, aku harus pergi dari sini."
"Tidak akan kami biarkan, dirimu pergi lagi!"
Ivan dan kawan kawannya segera mengepung raga Tasya.
"Mau apa kalian?" ucap Tasya berang.
"Kami mau membawamu pulang An, pulang menemui kak Cinta."
"Jangan mendekat. Kalau tidak, akan kuhajar kalian satu persatu!" Peringatnya.
"Kami tidak ingin menyakitimu An. Ikutlah pulang bersama kami! secara baik baik."
"Kalau aku tidak mau, trus mau apa kalian?"
"Terpaksa kami akan memaksamu dengan sedikit kekerasan."
"Keterlaluan kalian, beraninya hanya dengan wanita. Tapi aku tidak takut. Majulah kalian. Akan kuhadapi kalian semuanya!"
Jangan lupa tinggalkan jejak, berupa like, komen, favorit, vote, rating bintang limanya ya.😍
Lupyu all❤
Jangan lupa mampir juga ke karya temanku. Moga kalian suka❤😍
Bulrb _kesandung cinta anak bau kencur_
Steve pemuda ganteng yang telah dua kali di sakiti karena pengkhianatan. Dia lalu menjauh dari lawan jenis.
Namun siapa sangka dia malah tertarik pada gadis kecil adik temannya.
Gadis kecil yang sulit dia dapat karena mengira Steve beda keyakinan, sebab sejak ibunya meninggal memang steve ikut omanya.
Saat mereka mulai dekat, ada saja batu sandungan dari pemuja Steve
Mampukah Steve memiliki cinta anak bau kencur itu?
Mampukah si kecil bertahan terhadap badai kiriman pemuja Steve?
Bersambung.
.
.
__ADS_1
.