Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
telephone dari pak Dhe


__ADS_3

" Yah, Bun Faiha pengen sekolah SMK di kota boleh tidak? " tanya Faiha saat sedang duduk bersama orang tuanya di ruang tengah.


" SMK di kota itu jauh lo Nak, bunda gak tega kalo kamu harus bersepeda sejauh itu pulang pergi tiap hari, harus berangkat pagi sekali dan pasti pulangnya sore sekali belum lagi kalo cuaca hujan " Ucap bunda panjang lebar.


Faiha menunduk mencerna apa yang dikatakan bunda. Ayah melihat kesedihan Faiha. Ayah Bundanya memang tau kalau Faiha bercita cita menjadi wirausaha. Dia mempunyai bakat dan jiwa wirausaha yang terlihat sejak kecil.


Saat musim permainan karet gelang di desanya. selain jago dalam permainan itu Faiha sering menang sehingga mempunyai banyak karet gelang. Faiha menjual lagi karet gelang yang dimiliki kepada teman teman sepermainannya. Teman teman Faiha juga lebih suka membeli karet gelang di tempat Faiha selain lebih murah, jumlahnyapun lebih banyak dari pada beli di toko. Faiha sudah punya strategi pasar sejak kecil.


Saat sekolah MTs pun Faiha berjualan pulsa dengan modal uang tabungannya dan ponsel jadul hadiah dari kakaknya. hingga Faiha bisa membeli ponsel android hasil jualan pulsa yang ditekuninya sampai saat ini.


Ayah tak tega melihat putrinya bersedih hati


" Kamu sungguh-sungguh ingin sekolah di sana Nduk?" tanya Ayah serius


" Njih Yah, tapi yang bunda katakan benar Yah. jarak sekolah itu memang jauh sekali dua kali lipat jauhnya dari sekolah Faiha saat ini " ucap Faiha menunduk sendu.


" Barang siapa yang bersungguh sungguh pasti akan berhasil " ucap Ayah


" Perbaiki Niatanmu, kuatkan tekadmu, mohon petunjuk pada Sang Penciptamu" ucap Ayah lagi.


Faiha diam, bundapun diam mendengarkan nasehat Ayah. tiba tiba....


KRING....KRING....KRING....


Dering ponsel Faiha memecah kebisuan, panggilan suara dengan kontak nama Pak Dhe ada di layar.

__ADS_1


Faiha menggeser pict telpon hijau ke atas menempelkan benda pipih itu di telinga kanannya


" Assalamu'alaikum " ucap suara perempuan di seberang


" Wa'alikum salam warohmatullahi wabarokatuh " jawab Faiha


" Bunda ada Nduk? bu Dhe mau bicara dengan bunda " tanya bu Dhe


" ada bu Dhe, sebentar njih " jawab Faiha sambil mengganti mode loudspeaker dan menyerahkan ponsel ke bunda


" bu Dhe, bunda " ucap Faiha lirih


" Assalamu'alaikum mbak yu, bagaimana kabarnya? " tanya bunda


" Wa'alaikum salam dik " jawab bu Dhe terdengar parau


Bu Dhe diam tak menjawab pertanyaan bunda


" Mbak Yu...." panggil Bunda karena bu Dhe masih juga diam


" ini Dik, Kang Masmu sebenarnya asmanya kambuh lagi. Kang masmu ingin kalian kesini menengoknya " jawab bu Dhe


" sebenarnya kami tidak mau meropoti kalian makanya baru memberi kabar " lanjut bu Dhe


"Astaghfirullah Mbak Yu, kenapa berpikiran seperti itu " ucap bunda

__ADS_1


" Kita ini saudara, tidak ada yang direpotkan. Insyaallah besok kami segera kesana menengok kang Mas " ucap bunda kemudian.


Mereka terlibat pembicaraan yang santai saling bertanya kabar bercerita melepas rindu. Lima belas menit kemudian panggilan usai.


" Yah, apa besok ayah bisa mengantar bunda


menengok kang mas?" tanya bunda


" Besok bunda berangkatlah dengan Fai dahulu naik angkot lusa ayah susul. besok ayah sudah terlanjur janji sama pak mandor untuk mencangkul sawahnya ". jawab Ayah


" Baiklah, Fai nanti siapkan keperluanmu untuk ke rumah pak Dhemu " ucap bunda


" Njih bunda " jawab Faiha


" Nduk, apa kamu serius pengen sekolah di kota ?" tanya Bunda tiba tiba membahas masalah sekolah lagi


Faiha menunduk, tak bisa menjawab pertanyaan bunda karna dia masih bimbang juga


" Bunda baru kepikiran setelah bu Dhemu telepon tadi " ucap bunda lagi


Ayah diam tak bersuara, Faiha pun tak tau apa yang sedang bunda pikirkan.


" Bunda akan menitipkanmu " ucap bunda membuat Faiha bengong penuh tanda tanya.


...-----🤔-----...

__ADS_1


..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...


...-----🤔-----...


__ADS_2