
Faiha bahagia pulang liburan bersama sang suami, dia mendapat hikmah bersama sang suami akan artinya cobaan hidupnya yang tak seberapa di bandingkan dengan anak angkatnya, Fatimah. Faiha lebih ikhlas menerima ketetapan Allah akan keturunan yang belum juga mereka dapatkan.
Mereka tak mengajak Fatimah turut serta pulang bersama mereka, tapi mereka janji akan menyempatkan waktu untuk menengoknya suatu saat nanti.
Pukul 2 pagi, saat Faiha akan bangun untuk melaksanakan sholat malam tiba tiba perutnya terasa kram. Faiha merintih memegangi perutnya dengan kedua tangannya. Ahmad yang selesai berwudhu mendapati istrinya sedang kesakitan di atas ranjang segera mendekatinya
" Sayang kenapa?" tanya Ahmad
" Perutku bi, sakit " ucap Faiha
Ahmad membatalkan wudhunya, mengelus rambut sang isteri dan mengecup perut sang isteri yang tertutup tangan sang isteri.
" Bentar ya, aku buatkan minum dan ambil air hangat dulu " ucap Ahmad
Faiha mengangguk, Ahmad meninggalkan kamar dan menuju ke dapur. Ahmad kembali ke kamar dengan membawa teh hangat dan sebotol air hangat untuk mengompres perut istrinya.
" Sayang, kok malah merem lagi " ucap Ahmad membelai rambut sang isteri dan mencium keningnya
Faiha membuka matanya dan tersenyum pada sang suami
" Aku Haid bi, Maaf ya " ucap Faiha
Ahmad mengangguk dan membelai rambut sang isteri mesra. Faiha tidak lagi terlihat amat sedih seperti bulan lalu
" Iya gak papa, itu tandanya Allah masih ingin kita pacaran dulu. Kamu yang sabar ya " ucap Ahmad mencubit hidung istrinya lembut.
Faiha tersenyum dan mengagguk, Faiha sudah mencoba ikhlas akan takdirnya dan tak begitu memikirkan soal belum diberi keturunan karna Ahmad sang suami yang selalu memberi support dan tak menuntut cepat mempunyai anak karna Ahmad tahu semua telah di tetapkan oleh sang pencipta.
" Perutmu masih sakit? " tanya Ahmad
" Sedikit " jawab Faiha
" Minum teh hangat ini dulu, dan ini botol air hangatnya " ucap Ahmad
Faiha duduk kemudian meminum teh hangat yang di buatkan suaminya, kemudian kembali berbaring dan menaruh botol kaca yang berisi air hangat di perutnya.
" Sayang lanjutkan tidurnya, aku mau tahajud dulu " ucap Ahmad
" Iya, jangan lupa sebut namaku dalam do'amu " ucap Faiha sambil tersenyum manis
" Insyaallah, aku tak pernah lupa menyebut namamu di setiap do'aku " ucap Ahmad kembali mengecup kening dan mengelus kepala sang isteri.
__ADS_1
" Sejak pertama melihatmu, tak pernah kulewatkan itu sayang" guman Ahmad dalam hati
Faiha memejamkan matanya kembali, Ahmad mengambil wudhu dan melaksanakan sholat malamnya dan berdo'a pada sang pencipta.
"Ya Allah bagi-Mu-lah segala puji, Engkaulah yang mengurus langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Maha benar, janji-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, ucapan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar dan Nabi Muhammad Saw adalah benar serta hari kiamat adalah benar.
Ya Allah hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu-lah aku beriman, kepada-Mu-lah aku bertawakal, hanya kepada-Mu-lah aku kembali (bertaubat), kepada-Mu-lah aku mengadu, dan kepada-Mu-lah aku meminta keputusan, maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang kemudian serta apa yang kusembunyikan dan yang kulakukan dengan terang-terangan dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku, Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya (untuk menghindar dari kemaksiatan) dan tiada kekuatan (untuk melakukan ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah.
Ya Allah jadikan keluarga kami keluarga yang sakinah mawaddah warohmah sampai di syurga-MU, jadikanlah kami pasangan sehidup sesurga, Ridhoilah pernikahan kami, berikanlah keberkahan di dalamnya serta pertemukanlah kami kelak dalam surga-MU ".
" Aamiin " ucap Ahmad menutup do'anya
.
.
.
Ahmad pulang dari kantor mendapati sang isteri masih tiduran di ranjang di dalam kamarnya. Faiha meringkuk memeluk guling membelakangi pintu. Ahmad menghampiri sang isteri mengusap kepala dan mencium kening isterinya
" Assalamu'alaikum sayang " ucap Ahmad
Faiha membuka matanya saat lirih mendengar ucapan salam sang suami
" Sudah pulang " tanya Faiha
Faiha menyalami tangan sang suami dan mengecupnya dengan posisi masih berbaring di atas ranjang.
" Gimana perutnya udah enakan? " tanya Ahmad
" Masih sakit bi " jawab Faiha
" Kita ke dokter aja yuk " ucap Ahmad
" Nanti aja bi, tadi sudah minum jamu resepnya bunda yang biasa aku minum untuk melancarkan haid " ucap Faiha
" Ya udah, aku mandi dulu ya " ucap Ahmad
" Nanti habis isya' kalau gak ada perubahan aku akan tetap bawa kamu ke dokter dan gak boleh nolak lagi " ucap Ahmad lagi
Faiha mengangguk, Faiha memang merasakan sakit yang berbeda saat ini. Bukan rasa sakit saat dia akan haid setiap bulannya, lebih sakit dan lebih lama. Jika saat akan haid biasanya Faiha merasa sakit perut dan saat minum jamu resep ibu jarak 1-2 jam darah sudah keluar lancar Faiha tak merasakan sakit lagi berbeda dengan ini. Dari pagi hanya keluar Flek sudah menghabiskan 2 gelas jamu resep bunda yang biasa Faiha minum tapi tidak berkurang sakitnya atau keluar darah haidnya.
__ADS_1
Selesai sholat isya' Ahmad membawa sang isteri periksa ke dokter karna sakitnya tak berkurang sama sekali. Meskipun mereka orang kaya mereka tetap mengantri seperti orang biasa. Karena pasien yang datang hari ini banyak sekali Ahmad dan Faiha baru di panggil pukul 10 malam.
Faiha mengutarakan keluhannya pada sang dokter kemudian dokter menyuruh Faiha untuk berbaring agar dokter bisa memeriksanya lebih lanjut. Seorang suster membantu dan mengarahkan Faiha untuk berbaring, menyelimuti dan membuka perut Faiha dan memberikannya gel di area rahim.
" Ada titik di sini " ucap dokter menunjuk monitor
" Ada kehidupan di dalam rahim ibu, selamat " ucap dokter
" Apa benar dok? Tapi kenapa keluar flek dok?" tanya Faiha masih tidak percaya
" Ada beberapa orang yang mengalami flek sebelum hamil hal ini bisa di sebabkan karena kecapekan atau karena kondisi kandungan yang lemah " ucap Dokter
" Tapi saya lihat disini kandungan ibu sangat kuat dan baik baik saja. Saya kira ibu hanya kelelahan saja, saya sarankan ibu tidak bekerja berat lebih dulu dan istirahat cukup, saya akan resepkan vitamin untuk ibu " terang Dokter
"Apa tidak bahaya dok, mengingat tadi isteri saya minum jamu pelancar haid karena di kira flek itu darah haid yang sulit keluar?" tanya Ahmad
" Seperti yang saya bilang tadi, kandungan istri anda terlihat sangat kuat dan baik baik saja " jawab Dokter
" Alhamdulillah ya Robb " guman Faiha terharu sampai meneteskan air matanya
Ahmad dan Faiha keluar dari ruang periksa dengan perasaan bahagia.
..." Jika Allah berkehendak, hal itu akan terjadi. Teruslah berdo'a dan jangan membuat dirimu tertekan. Semangat pejuang dua garis merah jangan lelah untuk berdo'a ! "...
Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis....
Dukung Author ya, cuman author pemula masih belajar dan masih banyak yang harus di perbaiki...
kritik dan saran yang membangun akan author terima dengan senang hati teriring do'a Jazaakumullahu Khoiron khatsiro...
Mohon dukungannya, Jangan lupa like, komen hadiah n Votenya juga
Mampir juga di Novel ke duaku...
...OTW Melupakanmu...
Terima kasih, semoga Manfaat !
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
Jangan lupa baca Qur'an ya...
__ADS_1
Semangat !