
Faiha menjalani aktivitas magangnya dengan sangat baik, setiap minggu dia di tugaskan di pos berbeda karena di harapkan usai magang dia bisa memiliki banyak skill karna pengalaman magang ini.
Ahmad pun tak pernah mengganggunya lagi dan tak pernah berbicara berdua lagi kalaupun bertemu saat breffing pagi Ahmad seolah memperlakukan Faiha seperti karyawan lainnya. Ahmad sepertinya sedang menghindar dan menjauhi Faiha untuk sementara waktu. Tak terasa waktu tiga bulan begitu cepat, Faiha seharusnya menyelesaikan tugas magangnya hari ini.
Saat briffing pagi Ahmad meminta Faiha ke ruangannya setelah briffing selesai.
Di ruangan Ahmad...
" Dik Fai, seharusnya hari ini tugas magangmu di sini sudah usai " ucap Ahmad kepada Faiha yang duduk di sofa
" Namun, karna tahun ini kamu akan mengikuti Akselerasi ujian kelulusan, jadwal magangmu di tambah " lanjut Ahmad
Faiha kaget mendengarnya
" bagaiman bisa aku mengikuti program akselerasi padahal tidak mengajukannya ?kenapa kepala sekolah tidak memberi tahu?kenapa bisa kak Ahmad yang memberi tahukan ini? " guman Faiha bertanya tanya dalam hati.
Saat pikiran Faiha di sibukkan dengan pertanyaan pertanyaan itu, tiba tiba terdengar suara salam di depan pintu ruangan Ahmad yang sejak tadi terbuka
" Assalmu'alaikum..." ucap seorang laki laki
" Wa'alaikum salam " ucap Ahmad dan Faiha bersamaan tapi suara Faiha terdengar lirih karna sedang menundukkan kepalanya
" Silahkan masuk, silahkan duduk pak, mari " ucap Ahmad menyalami dan mempersilahkan tamunya duduk
Faiha Mendongakkan kepalanya, dan kembali terkejut karena tamu yang datang adalah kepala sekolah di mana dia menimba ilmu.
Faiha berusaha tersenyum di antara banyak tanda tanya di dalam pikirannya.
" Faiha, bagaimana kabarmu? " sapa kepala sekolah
" Alhamdulillah Baik pak " jawab Faiha
" Bagaimana Pak Ahmad, Apa Faiha sudah di beri tahu?" tanya kepala sekolah kepada Ahmad
" Baru di beri bocorkan sedikit.... " jawab Ahmad
" Silahkan Bapak saja yang menyampaikannya dengan jelas " ucap Ahmad lagi
" Baiklah pak Ahmad " ucap Kepala sekolah mengangguk menyetujui usul Ahmad
" Begini Faiha, Karena tahun ini kamu di usulkan untuk mengikuti akselerasi Maka untuk tugas magangmu ditambah selama delapan bulan kedepan. Kamu masih di wajibkan mengikuti kegiatan belajar di sekolah seperti sebelumnya yaitu tiga hari. selama tiga bulan ke depan kegiatan belajarmu tetap di kelas delapan karena kelas sembilan masih menjalankan tugas magang. Untuk bulan selanjutnya setelah kelas sembilan selesai menjalankan tugas magangnya kamu bisa mengikuti kegiatan di kelas sembilan dan mengikuti ujian Akhir tahun ini " ucap kepala sekolah panjang kali lebar kali tinggi
Faiha mengangguk, dia mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya hal apa yang mendasari Faiha di ikutkan program Akselerasi ini
__ADS_1
" Baik Pak, tapi maaf sebelumnya kenapa saya di ikutkan program Akselerasi ini pak? " tanya Faiha
Kepala sekolah tersenyum, melihat kebingungan siswa terbaiknya
" Kamu pantas mendapatkannya, di pertimbangkan dari segi siswa terbaik dan dengan nilai terbaik. dan pastinya karena kamu adalah siswa magang terbaik yang langsung di tarik menjadi karyawan tetap di perusahaan meski masih berstatus siswa" jawab kepala sekolah
" Maksudnya?" tanya Faiha belum paham kalimat terakhir yang di ucapkan kepala sekolahnya
" Mulai besok, kamu saya angkat menjadi karyawan tetap di sini " jawab Ahmad
" Benarkah? " tanya Faiha tidak percaya
" Benar Faiha, Pak Ahmad menarikmu sebagai karyawan tetap disini karna melihat kinerja magangmu yang luar biasa selama tiga bulan terakhir di sini " ucap Kepala sekolah
" Pak Ahmad juga yang mengusulkan program Akselerasi untukmu, dan Saya menyetujuinya karena benar yang dikatakan beliau pengalamanmu ini bisa di jadikan inspirasi untuk siswa lain dan menumbuhkan semangat untuk mereka " ucap Kepala sekolah
" Sebenarnya satu alasan lagi yang membuat saya terpikirkan untuk melakukan ini " ucap Ahmad sambil tertawa
Kepala Sekolah yang sebelumnya sudah tahu alasan itu, tertawa renyah....
" hahahaha....." mereka tertawa bersama
Setelah kepala Sekolah selesai menyampaikan informasi untuk Faiha berkaitan tentang program Akselerasi yang akan di ikutinya, Kepala sekolah berpamitan untuk kembali ke Sekolah.
" Apa kamu tidak mau tahu satu alasan itu, hmmm? " tanya Ahmad
Faiha hanya terdiam tanpa bersuara, sekilas pandangannya tak sengaja bertemu dengan mata Ahmad yang sedang menatap ke arah nya. Faiha kembali menundukkan kepalanya...
" Menatapnyapun aku malu, namun aku terang terangan meminta kepadaMU untuk menjadikan ia jodohku " batin Faiha
" Apa kamu sedang berdoa kepada Allah untukku?" tanya Ahmad yang melihat Faiha seperti sedang bergumam
DEG
Faiha kaget kata kata Ahmad namun dia tetap menundukkan kepala tak berani mengangkatnya
" Dik Fai, Asal kamu tahu kalau Aku masih selalu memohon pada Allah untuk menyatukan Aku dan Kamu agar menjadi Kita" ucap Ahmad berkaca kaca
" Aku terus berusaha, agar aku dan kamu segera mendapatkan limpahan pahala dari sebuah hubungan, bukan seperti ini yang aku harapkan " terang Ahmad lagi
" Aku menjauh selama ini bukan karena aku tak lagi ingin bersama denganmu namun aku tak kuasa untuk tak memandangmu seperti ini, dan malah semakin menambah dosaku saja " lanjut Ahmad
" Saat hari kelulusan sekolah nanti tunggulah aku untuk mengucapkan Akad itu " ucap Ahmad
__ADS_1
Dalam hati Faiha tak bisa di bohongi bahwa saat ini dirinya sangat bahagia sekali mendengar ucapan Ahmad.
" Kenapa tidak menyegerakan Niat baik itu, jika menundanya hanya akan menambah dosa kita" tanya Faiha tiba tiba masih menundukkan kepala.
DEG
Ahmad kaget mendengar ucapan Faiha. Selama ini dia berpikir Faiha tak akan mau menikah dengannya sebelum lulus sekolah namun pikiran itu nyatanya tidak terbukti. Sebaliknya Faiha malah menginginkan agar segera di halalkan agar tidak menambah dosa.
Saat Ahmad bergelut dengan pemikirannya, Faiha berjalan meninggalkan ruangan dan mengucap salam saat di depan pintu.
" Permisi, Assalamu'alaikum...." ucap Faiha
Ahmad tersadar ucapan salam dari Faiha yang sudah berada di luar ruangannya
" Wa'alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh calon kekasih halalku...." jawab Ahmad lirih masih saja memandang kepergian Faiha sampai tak terlihat lagi sosok Faiha.
Ahmad masih duduk dan memikirkan kata kata Faiha, dia salah selama ini sudah su'udhon terhadap Faiha. Dia masih tak menyangka Faiha malah ingin segera di halalkan olehnya terlihat jelas dari ucapan Faiha barusan. Ahmad bergerak cepat
Ahmad menelepon orang tuanya, Ahmad bercerita tentang kejadian ini. Orang tua Ahmad saat ini juga berangkat ke Kota di mana Ahmad tinggal.
Kemudian Ahmad memanggil Sita melalui telepon untuk segera ke ruangannya, dua menit kemudian...
" Mbak Sita, tolong siapkan sasrahan dan parcel untuk acara pernikahan " ucap Ahmad
" Baik pak " jawab Mbak Sita
" Siapkan semua yang terbaik " ucap Ahmad lagi
" Waktunya sampai nanti siang sebelum ishoma harus sudah siap" ucap Ahmad lagi
" Baik Pak " jawab Sita
" Masukkan semua dalam Mobil box si Roy kemudian antar segera bersama Faiha. Nanti bilang sama Faiha ada tugas tambahan untuknya menemanimu dan Roy mengirimkan paket. nanti saya sharelock alamatnya pada Roy" terang Ahmad lagi
" Silahkan kerjakan tugasmu karna Saya mau keluar ada urusan yang harus saya selesaikan " ucap Ahmad kemudian
" Baik pak " ucap Sita meninggalkan ruangan Ahmad
...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......
...Mohon dukungannya njih, Author masih terus belajar....🙏🏻...
...jangan lupa like, komen n Votenya juga...
__ADS_1
...terima kasih...