
Pintu dibuka, suara anak kecil bersorak bahagia kegirangan melompat dan memeluk Faiha....
" Ka...kak.... "
Faiha terbengong kaget melihat tamu dihadapannya. bukan karena Ais yang sedang memeluknya.
Melainkan sosok Laki laki yang berada di hadapannya.
Ais memeluk Faiha sambil berguman " Ais, kangen kak Fai "
Namun Faiha tak fokus ke Ais, Pandangan Faiha tertuju pada laki laki di belakang Ais. Sejenak mata keduanya beradu, ada dosa rindu yang tak pernah di ungkapkan namun kemudian semua tersadar dengan panggilan bunda seketika mereka menundukkan kepalanya masing-masing.
" Astagfirullah hal Adzim " ucap Faiha dan Ahmad dalam hati
" Siapa Nduk? " tanya bunda berjalan menuju pintu menghampiri Faiha
Ais mengurai pelukannya
" ini bunda......" jawab Faiha melepas pelukan Ais
"Aisha, Adik yang belajar mengaji bersama Fai di kota " lanjut Faiha memperkenalkan Ais
" Ais, ini bundanya kak Fai " ucap Faiha kepada Ais
" Assalmau'alaikum bunda, Aku Aisha... Bolehkah aku jadi Adiknya Kak Fai " ucap Ais Polos
Ais menyalami bunda dan mengecup punggung tangan bunda. Bunda mengelus kepala Ais
" Wa'alaikum salam Ais sayang, tentu boleh anak manis " jawab bunda mencowel pipi Ais yang gembul
Ayah menyusul ke ruang tamu saat Bunda dan Faiha tak juga kembali ke ruang makan
" Nak Ahmad " ucap ayah saat sampai di ruang tamu dan melihat Ahmad berdiri dibelakang anak kecil yang sedang bersama bunda
" Ayo Nak Ahmad, mari Pak silahkan masuk dulu, silahkan duduk " ucap Ayah mempersilahkan Ahmad dan Pak Man
Ahmad masuk dan menyalami Ayah dan mengecup punggung tangannya kemudian duduk setelah dipersilahkan ayah
__ADS_1
Ahmad menjelaskan kedatangannya ke sini atas permintaan om dan tantenya untuk mengantarkan adik sepupunya Aisha yang ingin ketemu dengan Faiha yang dua hari ini membuat sepupunya cemberut terus.
Ahmad juga menyampaikan salam om dan tantenya dan memohon maaf karena tidak bisa bersilaturahim langsung karena ada urusan mendadak.
Flashback on
pagi pagi di kediaman Ais
" Ais siap siap yuk, hari ini mama dan papa mau ajak Ais jalan jalan " ucap mama
" Ais dirumah aja ya, Ais g mau ikut " jawab Ais malas
" Yakin Ais gak mau ikut? " tanya Mama lagi
Ais menggelengkan kepalanya berkali kali
" Ya udah kalau gak mau, Ais baik baik ya di rumah. mama sama papa mau ke rumah kak Fai dulu di kampung " ucap mama
Ais melonggo
" beneran ma? ke kampungnya kak Fai? " tanya Ais tak percaya
" Ais ikut ma kalau ke kampungnya kak Fai " ucap Ais sumringah
" Ais siap siap sekarang ya " ucap Ais sambil berlari ke kamarnya
Mama menggelengkan kepala tersenyum bahagia melihat anaknya kembali ceria.
Papa Ais yang baru keluar kamar mencari keberadaan mama Ais. Wajahnya di tekuk, sedih menghampiri mama yang menyiapkan sarapan di meja makan
" Ma, Paman dan Bu Lik kecelakaan kondisinya kritis kita harus segera ke sana sekarang " ucap papa kuatir dengan kondisi paman dan bu Liknya
" Ais gimana pa? dia lagi siap siap ke kampungnya Fai, Mama udah bilang barusan dia bahagia sekali " ucap mama
" Papa coba minta tolong Ahmad pa, kasihan Ais pa " ucap mama memelas
Papa mengangguk, dan segera menghubungi Ahmad lewat ponselnya. Ahmad bersedia mengantar sepupunya tanpa tahu siapa guru ngaji yang telah merubah sepupunya itu karna kebetulan Ahmad sedang tidak ada acara ke mana mana
__ADS_1
Papa dan Mama pergi menengok Paman dan bu Lik di Rumah Sakit, Papa mengemudi sendiri, sedang Ais bersama Ahmad dan pak Man sopir keluarga Ais menuju kampung Faiha
Di dalam perjalanan menuju kampung Faiha
" Emang guru ngaji dik Ais orangnya seperti apa sih?" tanya Ahmad yang duduk di sebelah pak Man
" Bisa banget buat Adik kakak seperti ini " ucap Ahmad heran
" Dia itu orangnya baik kak, baik banget malahan. Dia itu ramah dan sayang banget sama kita semua, dia itu gak pernah marah kak dan selalu tersenyum, dia juga selalu bisa membuat kita nyaman kak " terang Ais panjang
" Dia juga cantik kak " ucap Ais dengan santai yang duduk dijok belakang
" ya kan pak Man?" Tanya Ais pada pak Man mencari persetujuan
" Ya Non, Nak Fai juga ramah dan sopan sekali sama semua orang Mas Ahmad " jawab Pak Man menyetujui ucapan Ais
" Nak Fai? " ucap Ahmad penuh tanda tanya
" Iya mas, guru ngajinya Non Ais " Ucap pak Man
" Faiha kak, pak Man manggilnya Nak Fai, kalau Ais manggilnya Kak Fai " terang Ais
deg
Jantung Ahmad memompa darah lebih cepat, aliran darah ke seluruh tubuhnya mengalir lebih cepat pikirannya seketika teringat seseorang yang selalu ia sebut dalam do'a.
" Boleh saya lihat alamat yang di berikan om pada pak Man? " ijin Ahmad pada pak Man
" ini mas, alamat yang diberikan pak Dhenya nak Fai saat saya dan tuan ke rumah pak Dhe mencoba bertanya alamat lengkapnya" jawab pak Man menyodorkan kertas bertuliskan alamat yang di dapat dari pak Dhe nya Faiha.
" terima kasih " ucap Ahmad menerima kertas alamat
Ahmad membaca dan terdiam
deg
" Subhanaallah, Allahu Akbar, semua atas kuasamu ya Robb " ucap Ahmad dalam hati
__ADS_1
" saya tahu pak jalannya, kebetulan saya pernah ke kampung ini " ucap Ahmad
Flashback Off