Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
Irvan lagi


__ADS_3

Pagi ini semua rencana berjalan lancar, Supermarket online yang mulai beroperasi sudah tampak banyak peminatnya. Karena kondisi di luar rumah yang rawan akan terpapar virus membuat pembeli lebih suka berbelanja melalui aplikasi saja.


Faiha yang mengikuti sekolah daring di ruang Ahmad tampak serius mengikuti kelas onlinenya. Saat break kelas onlinenya, Faiha menyempatkan menemani sang suami mengecek kegiatan para karyawan yang melayani penjualan secara online. sejauh ini belum ada kendala serius yang di hadapi.


" bi, aku ke kantin sebentar ya " bisik Faiha lirih saat Ahmad mengajak Faiha kembali ke ruangannya


Ahmad mengangguk, melanjutkan langkahnya menuju ruangannya, sedang Faiha berbelok menuju kantin untuk membeli makanan.


Tok tok tok


suara ketukan pintu ruangan Ahmad


" masuk " ucap Ahmad


" Maaf pak, ada yang mencari bapak " ucap seorang karyawan


Ahmad menghentikan aktifitasnya, melihat ke arah pegawainya


" Siapa?" tanya Ahmad


" Namanya pak Irvan pak, katanya ada perlu dengan bapak" ucap Karyawannya lagi


Ahmad mengerutkan dahinya, Irvan siapa yang mencarinya padahal dia tidak ada janji dengan siapapun hari ini


" hmmm baiklah, suruh masuk "ucap Ahmad


Karyawan itu kembali ke luar ruangan dan mempersilahkan tamu yang bernama Irvan masuk ke dalam ruangan


" Pagi pak, Saya Insinyur Irvan yang akan menangani proyek pembangunan supermarket cabang di desa xxx milik bapak " ucap Irvan


" hmm...silahkan duduk " ucap Ahmad


" Apa sebelumnya kita pernah ketemu? " tanya Ahmad


" Saya rasa belum pak, saya baru ingin mempresentasikan proyek rancangan saya hari ini" ucap Irvan


Irvan duduk di sofa, Ahmad melangkahkan kaki dari meja kerjanya ke sofa di mana Irvan duduk


" Baiklah pak, akan saya terangkan langsung gambaran proyek pembangunan supermarket baru cabang milik bapak dan rincian biaya biaya yang di keluarkan " ucap Irvan


Irvan menjelaskan proyek itu dan Ahmad mencoba memahami dan mencerna keterangan Irvan.


" Kenapa tidak mempekerjakan tukang dan kuli bangunan di sekitar lokasi saja?" tanya Ahmad di tengah penjelasannya


" Karena di desa xxx tidak ada tukang yang kompeten " ucap Irvan


" Pak Irvan kok bisa bicara seperti itu?" tanya Ahmad


" karna saya asli orang dari desa xxx pak " ucap Irvan jujur


" tentunya pak Irvan lebih tahu kondisinya kalau asli orang desa setempat " ucap Ahmad


" Iya pak, saya tahu orang di desa itu tidak ada yang istimewa kecuali saya hahaha" ucap irvan menyombongkan dirinya


tiba tiba pintu terbuka tanpa di ketuk lebih dulu, terlihat seseorang berpakaian putih hitam membawa nampan berisi minuman dan camilan


" Faiha " ucap Irvan kaget melihat orang yang di cintainya sekaligus di bencinya

__ADS_1


Faiha tak kalah kaget melihat keberadaan Irvan di dalam ruangan suaminya. dia hanya diam menundukkan kepala dengan membawa nampan yang berisi dua gelas teh hangat dan cemilan


" magangnya cuman jadi Office Girl, kemana suamimu yang tidak bertanggung jawab itu, mending menikah sama aku kan lebih terjamin" ucap Irvan tanpa malu


" Pak Irvan, tolong bicara yang sopan " ucap Ahmad


" Tahukah bapak? Gadis ini menolak saya gara gara lebih memilih laki laki yang gak jelas " ucap Irvan


" ternyata ini Irvan yang kemarin menelepon dan marah marah , ya ya ya " guman Ahmad dalam hati


Ahmad melihat istrinya di posisi tidak nyaman saat ini berinisiatif menyuruhnya pergi


" Faiha, taruh minumannya dan ambil laptop dan buku di meja itu kerjakan di ruangan sita " ucap Ahmad


"Baik pak " ucap Faiha


Faiha menuruti perintah boshnya yang sekaligus suaminya, Dia membawa laptop dan bukunya ke ruangan sita untuk mengikiti kelas online yang sebentar lagi di mulai


Ahmad mengirim pesan chat kepada Faiha lewat ponselnya


..." Maaf sayang, aku sengaja menyuruhmu pergi karna aku tahu kamu tidak nyaman dengan situasi ini"...


" Maaf pak Irvan, apa pak Irvan mengenalnya? " ucap Ahmad


" Iya pak, dia pernah saya lamar dan menolak saya bahkan dia sekarang menikah dengan orang tak jelas " ucap Irvan


" orang tak jelas maksudnya? " ucap Ahmad pura pura tidak paham


" beraninya bilang aku orang tak jelas !" batin Ahmad


" beraninya Irvan menghinaku ! " batin Ahmad


" memangnya Pak Irvan kenal dengan suaminya? " tanya Ahmad


" Tidak pak " ucap Irvan


" Dasar ! kalau kamu tau aku suaminya Faiha kamu gak bakalan berani bicara seperti itu " batin Ahmad


" Baiklah kita lanjutkan soal proyek kita, saya mau tukang dan kulinya adalah warga desa setempat karna saya membangun itu untuk memberdayakan warga sekitar " ucap Ahmad


" tapi pak..." ucap Irvan terlihat keberatan


" kalau pak Irvan tidak sanggup memenuhi syaratnya, maka saya akan melempar tender ini kepada orang lain " ucap Ahmad


" Baik pak " ucap Irvan


Irvan pamit meninggalkan ruangan Ahmad, sampai di lorong Irvan berpapasan dengan Faiha


" Fai, kamu tinggalkan suamimu itu menikahlah denganku hidupmu pasti terjamin, kamu gak perlu kerja lagi seperti ini " ucap Irvan


Faiha menggelengkan kepalanya, menundukkan kepalanya dalam


" jangan jangan benar yang dikatakan orang orang kalau kamu hamil dengan lelaki itu makanya kalian menikah mendadak" ucap Irvan lagi


Faiha menggelengkan kepalanya lagi


" Cukup kak Irvan, selama ini saya diam berharap kak Irvan sadar diri namun kak Irvan malah semakin tak tahu diri " ucap Faiha

__ADS_1


" kamu menghinaku? dasar sok suci, kamu itu cuma pura pura tidak mau di ajak pacaran nyatanya sekarang hamil duluan ! " ucap Irvan meninggikan suaranya


" Terserah kak Irvan, percuma menjelaskan kebenaran jika yang ada di mata kak Irvan hanya kesalahan orang lain. melihat kesalahan sendiripun enggan bisanya cuman menghakimi orang lain " ucap Faiha tegas


" permisi " ucap Faiha meninggalkan Irvan yang berdiri mematung


.


.


Faiha sampai di ruangan Ahmad.


" Sayang, maafin aku ya? tadi menyuruhmu pergi saat ada Irvan " ucap Ahmad menghampiri Faiha yang baru datang dan duduk di sofa


" iya, aku malah seneng kamu menyuruhku pergi " ucap Faiha


" Aku malas bertemu dengannya " ucap Faiha lagi


" tapi Irvan kelihatan sangat mencintaimu " ucap Ahmad


Faiha melirik Ahmad sekilas, dan membuang nafasnya kesal


" berambisi dan mencintai itu beda tipis bi, kak Irvan itu berambisi bukan mencintai " ucap Faiha


" berambisi itu ingin memiliki agar di puji orang, sedang mencintai itu tak harus dimiliki " ucap Faiha


" apa sayang, ada perasaan buat Irvan?" tanya Ahmad


Faiha memandang suaminya lekat, Faiha menggelengkan kepalanya


" Tidak " ucap Faiha


" Perasaanku hanya untuk sang pemilik makhluk, karna saat aku berharap kepada Makhluk aku hanya akan kecewa " ucap Faiha


" Aku hanya mencintaimu karena Allah " ucap Faiha lagi


Ahmad tersenyum mendengar jawaban sang istrinya


" Ana uhibbuka fillah " ucap Ahmad memeluk sang istri dan mencium keningnya lembut


" Masih lama ya sucinya ?" bisik Ahmad di telingga sang istri


" ih..." ucap Faiha


Faiha mencubit perut sang suami dan hendak melepas pelukan suaminya. namun di tahan oleh Ahmad yang semakin mempererat pelukannya pada sang istri


" gini aja dulu ngumpulin pahalanya " ucap Ahmad


" yang pahala plus plusnya besok besok kalau sudah suci ya.... " ucap Ahmad


...Gak papa donk, m*s*m sama istri sendiri yang gak boleh itu m*s"m sama istri tetangga ! hahaha........


...-----💞-----...


..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...


...-----💞-----...

__ADS_1


__ADS_2