Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
Anaconda


__ADS_3

Saat sarapan pagi bersama, Ahmad masih tetap mau makan satu piring dan satu sendok dengan Faiha


" Anggap aja dunia ini milik berdua, kita kita ngontrak aja deh gak papa " ucap Aulia menyindir sang Adik yang sedari keluar kamar terlihat mepet terus dengan sang isteri


" iri bilang bosh !" ucap Ahmad cuek


" Sudah sudah, tu ada Iqbal masak udah besar masih saja seneng debat ya kalian " ucap mama


" Om, Iqbal nanti mau lihat Anacondanya om di kamar ya " ucap Iqbal


semua orang melihat ke arah Iqbal dan ingin tertawa. namun Ahmad yang tak tahu maksud keponakannya melonggo dan mengangkat ke dua bahunya


" Iqbal lihatnya nanti minta di temeni sama tante Faiha saja ya, Iqbal takut nanti klo tiba tiba Anacondanya ngamuk " ucap Iqbal


papa yang mendengar Iqbal tak bisa lagi menahan untuk tidak tertawa


" hahahaha....." tawa Papa yang akhirnya pecah


Ahmad melihat papa yang tertawa dan Ahmad paham sekarang kenapa Iqbal bicara seperti itu


" Pasti papa kan yang bilang yang aneh aneh sama Iqbal? " tanya Ahmad


" Kakek bilang semalam tante lagi jinakin anacondanya Om, Iqbal cuman mau liat anacondanya aja " ucap Iqbal


Ahmad melihat papa yang masih tertawa lepas tanpa beban


" nanti lihat di bonbin sama mommy aja ya bal " ucap Aulia


" aku mau lihatnya sama tante dan om, mommy " ucap Iqbal


" Ok, nanti om sama tante juga ikut ke bonbin ya. Kakek dan nenek juga pasti ikut menemani Iqbal liat anacondanya " ucap Ahmad


Papa yang mendengar namanya di sebut menghentikan makannya


" Tidak tidak, Papa harus ke kantor" ucap Papa


" Gak bisa gitu pa, Iqbal juga pengen lo jalan jalan bareng kakek dan nenek juga, iya kan bal?" ucap Ahmad


" Iya kek, Iqbal mau ditunjukin Anaconda yang paling besar " ucap Iqbal


" Nah tu kan, Kakek paling tau bal kalau Soal Anaconda " ucap Ahmad


" Kakek harus ke kantor bal " ucap Papa


" Ayolah kek " rengek Iqbal


Ahmad gantian yang tertawa melihatnya. Papa yang melihat Iqbal merengek tak kuasa untuk menolaknya


" Baiklah, Kakek ikut " ucap Papa pasrah


" Yeeeea........" teriak Iqbal bahagia


Namun sepersekian detik kemudian Iqbal terlihat murung. Aulia yang melihat anaknya tiba tiba berubah murung, merasa aneh


" kenapa bal, kita semua akan pergi ke bonbin apa Iqbal gak suka?" tanya mbak Aulia

__ADS_1


" Iqbal suka Mommy, tapi Iqbal sedih Daddy gak ikut kita sama kita ke sana " ucapnya polos


tes


Aulia tak sadar meneteskan air matanya


Semua menatap Aulia dan tak sengaja melihat air itu jatuh di pipi Aulia.


" Iqbal mau ikut ke kamar tante gak? " tanya Faiha


" Tante punya cerita untuk Iqbal " ucapnya lagi


" Mau tante, yuk " ucap Iqbal bersemangat


Faiha mengangguk, Iqbal turun dari kursi dan berjalan mendekati kursi Faiha


" Ma, Pa, Mbak Aulia, bi, Faiha ajak Iqbal ke kamar dulu ya " pamit Faiha


Semua mengangguk, Faiha menggandeng tangan Iqbal berjalan menuju kamar.


" Mbak, Apa mbak sudah yakin dengan keputusan mbak?" tanya Ahmad


Aulia diam tak menjawab, dia hanya menundukkan kepalanya dalam


" Kamu pikirkan lagi Nduk, Perceraian memang tidak di larang agama namun sangat di benci oleh Allah" ucap Papa


" Iqbal adalah bukti cinta kalian yang bisa menjadi pertimbangan kalian supaya tidak bercerai " ucap Mama


" cobalah beri kesempatan kedua untuk Rizki, smoga Allah memberikan hidayah untuknya" ucap Papa


" Mbak, Ahmad tahu mbak terluka namun tak ada salahnya memaafkan kesalahan Mas Rizki demi Iqbal " ucap Ahmad


Sementara di dalam kamar


" Tante, Iqbal boleh tiduran di ranjang tidak sambil mendengar cerita tante " ucap Iqbal


" tentu saja boleh, yuk " ucap Faiha mengajak Iqbal tiduran di atas ranjang.


Faiha duduk bersila diatas ranjang, sedang Iqbal tidur terlentang di depan Faiha dengan posisi kepala di hadapan Faiha duduk


" Iqbal mau dengar cerita tentang apa?" tanya Faiha


" terserah tante saja " ucap Iqbal


" Baiklah, Tante akan cerita tentang Uwais Al-Qarni " ucap Faiha


" siapa itu tante Uwais Al-Qarni?" tanya Iqbal


"Beliau itu adalah salah satu sahabat Rosulullah yang terkenal di langit karena baktinya kepada ibundanya " jawab Faiha


Faiha kemudian bercerita tentang Uwais Al-Qarni yang patuh dan menghormati ibundanya.


Beliau yang tak sanggup menolak permintaan ibundanya untuk mengantarkannya ziarah ke baitullah.


Mereka yang merupakan keluarga miskin tidak memiliki biaya untuk membeli unta atau hanya sekedar menyewanya untuk membawa ibunya pergi ke sana

__ADS_1


Uwais dengan sekuat tenaga menggendong ibundanya yang sedang lumpuh untuk pergi ke Baitullah menunaikan ibadah haji.


Betapa besar pengabdian dan ketulusan Uwais terhadap sang Ibunda, sehingga Allah sangat mencintainya dan namanyapun sangat terkenal di langit meski di bumi dia bukan siapa siapa.


" Tante, Iqbal ingin seperti Uwais yang namanya terkenal di langit " ucap Iqbal


" Tentu sayang, Iqbal hanya perlu meneladani sikap Uwais terhadap ibundanya " ucap Faiha


" Tante, Iqbal mau bobok di sini boleh?" ucap Iqbal


" Iqbal ngantuk?" tanya Faiha


Iqbal mengangguk


" Ya udah, Iqbal doa dulu ya " ucap Faiha


Kemudian Iqbal berdoa setelah itu memejamkan matanya. Faiha mengusap kepala Iqbal sambil melantunkan sholawat dengan suara indahnya.


Di depan pintu kamar yang sengaja tidak di tutup sejak Iqbal masuk bersama Faiha. Seseorang terlihat meneteskan Air matanya, dia berjalan perlahan menuju ranjang tempat dimana Faiha dan Iqbal berada


" Iqbal bobok dik?" tanya Aulia


" Iya mbak " ucap Faiha


Faiha turun dari ranjang dan mengajak iparnya duduk di sofa di dalam kamar itu


" Mbak yang Sabar ya, Mbak harus kuat paling gak di hadapan Iqbal mbak harus terlihat tegar " ucap Faiha


" Mbak gak tahu harus berbuat apa dik " ucap Aulia


" Mas Rizki sudah mengulangi kesalahannya, hati mbak terluka dik, namun rasa cinta mbak pada mas Rizki masih tetap ada meski kadarnya saat ini sudah berkurang " ucap Aulia


" Begitu mudahnya mas Rizki mengatakan kata talaq dan dengan entengnya mas Rizki minta rujuk kembali, apa aku harus bahagia dengan sikapnya yang semaunya ini dik" ucap Aulia yang tak mampu membendung air matanya lagi


Perlahan, Faiha mendekati Aulia dan memeluknya hangat. Aulia terisak di dalam pelukan Faiha cukup lama, Faiha mengelus punggung kakak iparnya lembut memberi sedikit ketenangan.


" Mbak ceritalah pada sang pemberi cinta, Insyaallah hati akan terasa lebih tenang nantinya" ucap Faiha


" Saat mbak membenci seseorang karena tindakannya yang keliru ingat ingatlah kebaikannya karna sejatinya tak ada manusia yang sempurna di muka bumi, begitupun diri kita sendiri " ucap Faiha


" Memaafkan itu memang bukan hal yang mudah namun bisa ikhlas memaafkan itu jauh lebih indah " ucap Faiha lagi


" Asiyah istri fir'aun yang tetap mempertahankan keimanannya, memperbesar sabarnya meskipun di dholimi oleh suaminya sendiri menjadikan beliau salah satu wanita yang dirindukan surga " ucap Faiha


" Doakan Mas Rizki semoga mendapat hidayah dari Allah, Faiha yakin mbak Aulia wanita yang kuat dan bisa melalui cobaan ini" ucap Faiha


Aulia perlahan melepaskan pelukan adik iparnya, hatinya sudah sedikit tenang saat mendengar nasihat dari adik iparnya


" terima kasih dik " ucapnya lirih


Faiha mengangguk dan menggenggam kedua tangan kakak iparnya erat memberi semangat.


...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......


...Mohon dukungannya njih, Author masih terus belajar....🙏🏻...

__ADS_1


...jangan lupa like, komen, Vote, dan juga berikan hadiah untuk author...


...terima kasih...


__ADS_2