
Hai Readers tercinta...
Smoga kita dalam keadaan sehat dan bisa menikmati nikmat nikmat Allah yang diberikan kepada kita.
Dukung terus Author ya
Like, Comen, Vote dan Hadiahnya jangan lupa.
Semoga Allah membalas kebaikan para readers semua.
.
.
Sudah dua bulan Faiha dan Ahmad menjalani rumah tangga tanpa pacaran, hari hari mereka lalui dengan bahagia tanpa masalah yang berarti.
Sekolah online, Magang di Kantor suaminya dan juga mengajar anak anak mengaji menjadi kesibukan Faiha.
Ahmad makin semangat ke kantor karena selalu di temani sang isteri.
Mbak Aulia dan Mas Rizki juga sudah rujuk beberapa hari setelah mereka liburan dari kebun binatang.
Pagi ini Faiha tidak ingin pergi ke kantor menemani sang suami, Dia hanya rebahan di atas ranjang sejak pagi tadi
" Yank, kamu gak ikut ke kantor? kok belum siap siap" tanya Ahmad yang sudah rapi dengan baju kantornya
" Aku mau di rumah saja ya bi " ucap Faiha memelas
" Kamu kenapa sayang? Apa kamu sakit?" ucap Ahmad mendekat dan meraba keningnya istrinya
" Alhamdulillah aku gak papa, aku cuman pengen di rumah saja " ucap Faiha
" Okey, aku berangkat ya...kamu baik baik di rumah segera hubungi aku kalau terjadi sesuatu " ucap Ahmad
Faiha mengangguk, dan menyalimi tangan suaminya. Ahmad mengecup kening istrinya lembut kemudian berjalan meninggalkan kamar
" Bik, Mbak, tolong jaga istiku segera lapor kalau terjadi sesuatu " ucap Ahmad saat menemukan ART nya di dapur
" Ning Faiha kenapa mas?" tanya bibik
__ADS_1
" Gak kenapa kenapa bik, cuman mau di rumah aja katanya " jawab Ahmad
" Baik Mas, nanti kalau ada apa apa biar mbak yang lapor " ucap Mbak
Ahmad pergi ke kantor tanpa isterinya. Di tengah perjalanan ponselnya berbunyi, Ahmad menepikan mobilnya dan melihat layar ponselnya. Panggilan dari nomer isterinya, buru buru dia angkat. Usai mengangkat telepon dia putar balik menuju rumahnya.
Saat sampai di rumah, dia segera berlari menuju kamarnya dan menemui Faiha yang kesakitan memegang perutnya di atas ranjang di temani bibik dan Mbak ART
" Kamu kenapa sayang?" ucap Ahmad membelai halus kepala isterinya
Bibik dan Mbak ART menjauh dan berdiri di dekat pintu kamar
" Perut aku sakit bi " ucap Faiha masih memegangi perutnya
" Okey, kita ke dokter " ucap Ahmad
Ahmad ingin menggendong Faiha ke mobil, namun Faiha menolknya.
" Aku masih bisa jalan sendiri bi " ucap Faiha
Ahmad memapah tubuh isterinya, dia kuatir kalau nanti terjadi apa apa dengan istrinya
" mbaknya kenapa?" tanya suster sambil memeriksa tekanan darah Faiha
" gak tahu sus, tiba tiba perutku sakit " ucap Faiha
" Habis makan pedas atau bagaimana mbak?" tanya suster
" gak juga sus, cuman di ****** ***** ada flek darah " ucap Faiha
Ahmad yang menemani Faiha di dalam UGD merasa sedih mendengarnya, Kenapa isterinya tidak cerita kalau sakit sampai seperti ini. Ahmad mencoba untuk tenang dengan masih menggenggam erat tangan isterinya.
Dokter Umum datang di brangkar Faiha
" Kapan terakhir kali Mbak mendapatkan Haid? " tanya dokter itu
" hmmm....sudah sebulan lebih belum Haid dok" jawab Faiha
Faiha melupakan siklus Haidnya, terakhir haid waktu berada di rumah baru saat baru jadi pengantin 2 hari. Sampai sekarang belum Haid juga dan Faiha baru menyadarinya saat di tanya dokter.
__ADS_1
" Kemungkinan isteri bapak sedang hamil, untuk lebih jelasnya Biar di periksa dokter kandungan ya pak " ucap dokter umum itu ramah
" Terima kasih Dok " ucap Ahmad berkaca kaca
"Alhamdulillah Ya Robb, berikan istri hamba kekuatan dan kesabaran dan juga kesehatan untuk menjaga amanah-MU " ucap Ahmad dalam hati
Ahmad mengecup kening isterinya lembut
" Terima kasih sayang " bisiknya lirih di telingga Faiha
Faiha merasa bahagia dan juga cemas, sebab sepengetahuannya kalau hamil mengeluarkan flek artinya hamil bermasalah
" Ampuni hamba ya Robb" ucap Faiha dalam hati meneteskan air matanya
" sus, tolong bantu Mbaknya ke poli OBGYN, Dokter Syam belum pulang kayaknya " ucap dokter umum
" Baik dok" ucap suster
Faiha di bawa ke poli kandungan dengan di dorong menggunakan kursi roda oleh suster dan tentu masih di temani sang suami
Sampai di depan Poli OBGYN kebetulan pasien terakhir baru keluar dari ruang periksa, Suster langsung membawa Faiha ke dalam ruang periksa Dokter Syam.
Faiha di persilahkan berbaring di brankar untuk di periksa, Ahmad duduk di kursi menemani isterinya.
Suster membantu menuangkan gel di perut Faiha yang sudah di buka oleh suster sebelumnya. Dokter Syam sudah siap dengan alat USG di tangan. Dokter memeriksa kondisi kandungan Faiha dengan teliti.
" Ibu sedang hamil, usia janinya sekitar 6 minggu " ucap Dokter Syam
"Alhamdulillah " ucap Ahmad dalam hati
Dokter Syam memeriksa ulang karna janin terlihat berbeda, dokter memeriksa lebih teliti lagi berulang ulang dan akhirnya
" Maaf, tapi janinnya harus di curret" ucap Dokter tegas
" kalau tetap di biarkan tumbuh maka tidak akan berbentuk, jadi segera kita akan lakukan curret " ucap Dokter lagi
tes
Air mata Faiha akhirnya jatuh, air mata yang sedari tadi dia bendung tak mampu lagi dia tahan.
__ADS_1