
Ahmad kembali ke kota, setelah urusan di kampung Faiha selesai. Persiapan acara nasi kotak subuh juga sudah selesai. Ahmad juga sudah menyerahkan hak sepenuhnya pembagian Nasi kotak subuh besok jumat pada pak Kyai Masjid. Ahmad juga sudah berpesan pada pak Kyai untuk menyembunyikan identitasnya
" Terima kasih Nak Ahmad, semoga Allah memberikan keberkahan untuk keluarga Nak Ahmad " ucap Pak Kyai
" Aamiin, terima kasih pak Kyai " jawab Ahmad
Ahmad berpamitan pada pak Kyai, kemudian pulang ke rumah Ayah untuk pamit kembali ke kota. Bunda sudah di beri tahu Ayah soal renovasi rumah
Ahmad sampai di rumah pak Dhe sebelum maghrib. Ahmad pamit untuk jamaah maghrib lebih dulu di Musolla sebelum kembali ke rumah.
Ahmad dan Faiha sampai di rumah sebelum isya'.
" Istirahatlah sayang, pasti kamu capek kan?" ucap Ahmad
" Aku sudah cukup istirahat bi di rumah pak Dhe " ucap Faiha
Ahmad mendekati Faiha yang berdiri di depan cermin meja rias di dalam kamarnya. Ahmad memeluknya lembut dari belakang.
" Sayang, Aku kangen " ucap Ahmad
Faiha memegang tangan Ahmad yang melingkar di tubuhnya
" Sabar bi " ucap Faiha
" Masih berapa lama?" tanya Ahmad
" nifas bisa 4-8 minggu bi, tergantung ! tiap orang beda masanya " ucap Faiha
" ini baru sepuluh hari rasanya sudah bertahun tahun " ucap Ahmad sambil menenggelamkan kepalanya di leher Faiha
" Dari baligh sampai usia 23 tahun aja kuat, masa cuma sebulan gak kuat bi? " ucap Faiha
" Beda donk sayang, masa itu belum pernah tahu rasanya bagaimana" ucap Ahmad
" husttt...udah isya' tu bi " ucap Faiha menutup bibir Ahmad dengan jari telunjuknya saat mendengar ada suara Adzan dari Masjid
" hmmm...." Ucap Ahmad masih dengan posisinya
" bi, ke masjid dulu sana nanti kalau tidur aku peluk " ucap Faiha
Ahmad semangat melepas pelukannya dan membalik tubuh Faiha ke arahnya
" benar ya ! " ucap Ahmad
Faiha mengangguk, Ahmad mengecup kening istrinya lembut kemudian melepas genggaman tangannya.
" Aku ke masjid dulu ya, Assalamu'alaikum " ucap Ahmad
Faiha mengangguk
" Wa'alaikum salam, hati hati bi " jawab Faiha
.
.
Acara nasi kotak subuh di kampung terrealisasikan. Usai salam sholat subuh pak Kyai mengambil microfon dan mengumumkan pembagian Nasi kotak Subuh.
" Kepada semua jamaah subuh yang di rahmati oleh Allah, saya dapat titipan amanat dari seseorang untuk menyampaikan menyalurkan shodaqohnya untuk para jamaah semua. Kita doakan semoga beliau sehat dan di lipat gandakan rezekinya. Silahkan para jamaah mengambil bingkisan yang sudah ada di luar untuk di bawa pulang terima kasih " ucap Pak Kyai
Pak Kyai melanjutkan dzikir subuhnya. Jamaah subuh yang sudah selesai berdzikir meninggalkan masjid, dan benar saja di serambi masjid sudah ada kresek putih yang berjajar rapi. Tiap kresek terdiri dari dua kotak, satu besar yang satu lebih kecil
" Alhamdulillah, pagi pagi dapat rezeki " ucap Ibu 1
" Siapa ya kira kira yang shodaqoh sepagi ini " ucap Ibu 2
" Siapapun itu kita doakan semoga Beliau sehat dan di lipat gandakan rezekinya " ucap ibu 3
__ADS_1
" Aamiin " ucap Merwka semua
Para jamaah mengambil kresek masing masing satu dan membawanya pulang.
" Ini cathering bukannya punya mbak Kiya depan SD?" celetuk ibu 1
" Iya, pasti mbak Kiya tahu ni orangnya " ucap ibu 2
" Ya, kemarin sempat dengar sih katanya orang kota " ucap 3
" Kapan hari ada yang lihat mobil mewah juga berhenti di sana " ucap ibu 4
" Mungkin dia orangnya " ucap Ibu 1
Ibu ibu berpisah jalan karena rumah mereka yang berbeda arah.
.
.
" Mbak Kiya yang masak nasi kotak subuh tadi pagi mbak Kiya ya?" tanya ibu yang membeli lauk untuk makan siang di tempat mbak Kiya
" Iya bu Dhe, Alhamdulillah. Apa masakannya terlalu asin bu Dhe? " tanya mbak Kiya
" Tidak mbak Kiya, masakannya pas enak mantap mbak " ucap Ibu
" Alhamdulillah kalau bu Dhe suka" ucap Mbak Kiya
" Tapi siapa yang mengirimkannya untuk jamaah mbak? " ucap ibu
Mbak Kiya diam saja karna kemarin sudah berjanji tidak akan memberitahukan identitas Ahmad sebagai donaturnya.
" Orang orang jadi penasaran lo siapa orangnya yang berbaik hati mengirimkan nasi kotak untuk jamaah. apa mbak Kiya tahu?" ucap ibu
" Maaf bu Dhe, saya baru ketemu orangnya kemarin kayaknya orang kota bu Dhe " ucap Kiya
" Kenapa Beliau memilih desa kita sebagai tempatnya shodaqoh " ucap ibu
" Ya mungkin karena ada seseorang atau keluarganya yang tinggal di sini bu Dhe " ucap Kiya
" Yang harus kita lakukan hanya berdoa kepada Allah semoga kebaikan beliau di balas oleh Allah berlipat " ucap Kiya
" itu pasti mbak Kiya, meski hanya mendapat nasi kotak orang orang sudah merasa bahagia karenanya dan mendoakan siapapun orangnya yang beramal nasi kotak itu dengan doa doa kebaikan " ucap Ibu
" Alhamdulillah bu Dhe, saya juga turut bahagia " ucap Kiya
.
.
...Shodaqoh itu...
...Boleh diam diam...
...Boleh juga terang terangan...
...yang gak boleh itu...
...terang terangan gak mau Shodaqoh...
...Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezeki." – QS. Saba’: 39...
" Sedekah tidak sama dengan matematika yang bisa ditambah, dikurang, dibagi dan dikali. Karena sedekah itu akan berlimpah dan berkali-kali lipat kembali kepada kita " ✔
" Saya pingin sedekah, Tapi saya bukan orang kaya. kalau saya kaya saya akan sedekah " ❌
" Orang Kaya yang Sedekah itu sudah biasa". ✔
__ADS_1
" Jadilah orang yang luar biasa, orang yang dalam kekurangan tetap bersedekah " ✔
" Karena Harta yang sesungguhnya kita miliki bukan harta yang kita makan atau kita simpan dalam tabungan tapi harta yang kita infaqkan atau sedekahkan " ✔
.
.
" Iqbal, bobok dulu yuk sudah malam besok telat bangun subuhnya lo " ucap Aulia membujuk Iqbal untuk segera tidur karna waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.
" Iqbal mau dibacakan dongeng mommy " ucap Iqbal
" Emmm...Baiklah Mommy akan bacakan dongeng untuk Iqbal " ucap Aulia
Aulia berjalan menuju meja belajar di kamar Iqbal yang berisi buku buku dongeng. Aulia mengambil satu buku dan membawanya ke tepi ranjang sang anak
" Baiklah mommy akan bacakan dongeng si kelinci yang sombong " ucap Aulia
" No mommy ! " ucap Iqbal
" Singa dan Tikus? " ucap Aulia
" No ! " ucap Iqbal menggelengkan kepala mantap
" Semut dan belalang? Si kancil dan kawanan buaya? " ucap Aulia membolak balik buku cerita dongeng yang dipegangnya
" No ! No ! No !" ucap Iqbal mengangkat jari telunjuk kanannya ke kanan dan ke kiri
Aulia yang tidak mengerti mengangkat kedua bahunya menatap anak laki laki kecilnya.
" Why? " tanya Aulia
" Iqbal tidak mau dongeng itu ! " ucap Iqbal
" Terus? mau dongeng seperti apa?" tanya Aulia
" Iqbal mau cerita sahabat sahabat nabi yang bisa di teladani kisahnya " ucap Iqbal
" Seperti sahabat Uwais, sahabat Billal, sahabat abdulrohman bin auf dan sahabat sahabat lainnya mommy ! " ucap Iqbal
"Ya Allah, apakah hamba pantas menjadi seorang ibu? kisah sahabat nabipun hamba tidak tahu dan tidak pernah membacanya " guman Aulia dalam hatinya sesak
Aulia menjadi haru, melihat jagoan kecilnya dengan penuh kasih sayang. Aulia mengelus rambut anaknya lembut
" Baca ceritanya besok aja ya, sekarang mommy bacain sholawat aja " ucap Aulia
" Boleh Mommy " ucap Iqbal bersiap mendengarkan lantunan sholawat sang Mommy
Aulia melantunkan sholawat pengantar tidur untuk sang Anak. Saat masih bayi hampir setiap mau tidur Aulia melantunkan sholawat untuk Iqbal namun semenjak Iqbal berusia 2 tahun hal itu tak pernah dia lakukan lagi.
" Mungkin Allah menunjukkan jalan untukku belajar mendekatkan diri padaNYA. Anak anak bisa jadi tempat kita belajar bagaimana menjadi orang tua yang sesungguhnya " guman Aulia
...-----😍-----...
..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...
...-----😍-----...
Mampir yuuk di Novel ke duaku...jangan lupa juga dukung Author...
...OTW Melupakanmu...
seru banget ceritanya tetap banyak pelajaran yang bisa di ambil dalam ceritanya....
Dukung Author ya, cuman author pemula masih belajar dan masih banyak yang harus di perbaiki...
kritik dan saran yang membangun akan author terima dengan senang hati teriring do'a Jazaakumullahu Khoiron khatsiro....
__ADS_1
Semoga Manfaat !