Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
currette


__ADS_3

Setelah pagi tadi dokter menyarankan untuk currette Ahmad menghubungi Bunda juga Mama.


Mereka akan secepatnya ke rumah sakit.


Faiha akan menjalani currette sore ini


Faiha tampak sedih, begitupun Ahmad namun Ahmad mencoba kuat untuk menyemangati istrinya


" Sayang, bersabarlah kuatkan hatimu "


Faiha meneteskan air matanya, Ahmad mengelus lembut kepalanya dan mencium kening istrinya.


" Allah maha tahu apa yang terbaik untukmu dan kapan saat yang tepat bagimu untuk memilikinya " ucap Ahmad


Faiha menghapus air matanya dan tersenyum pada sang suami


" kamu benar bi, Allah maha tahu apa yang terbaik untuk hambanya " ucap Faiha


" Maaf, aku terlalu lama untuk mengerti ini semua " ucap Faiha


Ahmad menggenggam erat tangan istrinya dan menciumi tangannya


Mama dan Papa datang dengan tergopoh


" Assalamu'alaikum " ucap Mama


" wa'alaikum salam " ucap Faiha dan Ahmad bersamaan


Mama mendekati brangkar Faiha dan memeluknya dan menangis tersedu


" Ma, Faiha gak papa " ucap Faiha


" Nduk, Sabar ya Allah pasti merencanakan sesuatu yang terbaik untuk kalian " ucap Mama


" iya ma " jawab Faiha tersenyum pada mama


Faiha meraih tangan mama dan mencium tangannya salim. Papa mendekat brankar Faiha, Faiha meraih tangan Papa mertuanya dan salim


" Bagaimana kondisinmu Nduk?" tanya Papa


" Alhamdulillah pa " jawab Faiha


Papa mengusap kepala menantunya


" Sabar ya, Allah sedang menguji kesabaran kalian " ucap Papa


Faiha mengangguk dan tersenyum


" terima kasih ya Robb, engkau memberikan hamba keluarga yang sayang pada hamba " ucap Faiha dalam hati Faiha

__ADS_1


" Jam berapa di tindak? " tanya papa pada Ahmad


" nanti jam tiga Pa" jawab Ahmad


"Ayah dan bunda sudah di kabari kan? " tanya Papa


" Sudah pa, sebentar lagi insyaallah sampai " ucap Ahmad


Tak berapa lama, pintu di ketuk


" Assalamu'alaikum " ucap Ayah dan bunda


" wa'alaikum salam " jawab yang di dalam ruang VIP


Ahmad membuka pintu, menyalami ayah dan bunda


Bunda dan ayah berjalan menuju brankar Faiha.


" Nduk, Sabar ya..." ucap bunda menitihkan air matanya


" Bunda jangan nangis, Fai gak papa bunda, doakan Fai Agar Fai lolos di ujian yang Allah berikan kali ini ya bunda " ucap Faiha


Bunda mengangguk dan menghapus air matanya.


" Nduk, kamu harus menerima ketentuan ini, karna Allah tak akan menguji hamba melebihi batas kemampuannya. Allah memberikan ujian ini karna Allah tahu kalian mampu menghadapinya, bersabarlah " ucap Ayah


" Njih Ayah " ucap Faiha


" Bi, maafin aku ya kalau selama ini aku belum bisa jadi isteri yang baik untukmu" ucap Faiha


" Jangan bicara seperti itu, kita sedang belajar menjadi yang lebih baik di peran kita masing masing, Aku juga masih belajar dan pastinya masih banyak kesalahan " ucap Ahmad


" Umur itu Rahasia Allah bi, aku ingin kamu Ridho dengan apapun nanti kehendak Allah padaku " ucap Faiha


" Aku Ridho sayang, karna aku mencintaimu karna Allah, Aku tahu kamu milik Allah dan Allah bisa mengambil milikNYA kapan saja begitu juga sebaliknya " ucap Ahmad


" Terima kasih bi, aku mencintaimu karna Allah " ucap Faiha berkaca kaca


Ahmad mengangguk, dan menatap lekat Istrinya.


" Ya Allah, berilah kami waktu lebih lama untuk bersama memperbaiki diri kami menjadi lebih baik, saling mengingatkan, saling menasihati, saling menyayangi, saling berbagi, menjalani kehidupan di dunia ini untuk meraih surgaMU yang abadi Aamin..." Do'a Ahmad dalam hatinya sambil menggenggam erat tangan isterinya dan menciumnya.


Jam tiga tepat Faiha di bawa ke kamar tindakan oleh suster, di dalam sudah ada Dokter Syam beserta asisiten dan beberapa perawat yang membantu. Dokter melaksanakan tugasnya membersihkan rahim Faiha.


Setelah satu jam, tindakan pembersihan rahim Faiha selesai di lakukan, Faiha di pindahkan ke kamar VVIP lagi karena masih perlu di lakukan observasi pasca currette Sudah dua puluh menit pasca di pindahkan ke kamar Faiha belum juga tersadar dari pengaruh biusnya.


Ahmad mulai kuatir terlihat dari mimik muka dan gerakan tubuhnya. Ayah yang baru sampai setelah melaksanakan sholat ashar berjamaah di musolla Rumah sakit melihat menantunya yang gelisah.


" Berkhusnudhonlah pada Allah, sesungguhnya Allah itu sesuai prasangka hambanya " ucap Ayah

__ADS_1


Ahmad terdiam mencerna kata kata Ayah.


" Jadikanlah Sabar dan Sholat sebagai penolongmu, pergilah ke Musolla tunaikan kewajibanmu dan berdoalah untuk istrimu " ucap Ayah


" Njih yah" ucap Ahmad


" Ahmad tinggal dulu yah, jaga Faiha untuk Ahmad yah" pamit Ahmad


Ayah mengangguk, Ahmad meninggalkan Faiha dan ayah setelah sebelumnya mengucap salam.


" Ayah akan selalu menjaga anak perempuan ayah tanpa kamu minta le " guman Ayah dalam hati


Bunda baru datang dari Musolla Rumah sakit, Bunda tak mendapati sang menantu berada di samping sang istri.


" Ahmad ke mana Yah?" tanya bunda


" Ke Musolla " jawab Ayah


" Faiha belum sadar juga yah?" tanya bunda


" belum, mungkin sebentar lagi pengaruh biusnya hilang, kita tunggu sambil berdoa ya" jawab Ayah


.


.


Papa dan Mama yang pulang ke rumah Ahmad pukul dua siang tadi untuk sejenak beristirahat dan mengambil makanan untuk Ahmad dan besannya.


Mama meminta tolong bibik dan mbak ART menata bekalnya, sebelum kembali ke rumah sakit sore ini


" Bik, sudah siap bekal buat Ahmad dan ayah bundanya?" tanya Mama duduk di meja makan


" sebentar lagi Nyonya, tinggal menatanya saja " ucap bibik


" Mbak, tolong bersihkan kamar tamu yang satunya buat Ayah dan bunda nantinya " ucap Mama


" Njih, Nyonya " ucap mbak ART


" bik, apakah Faiha ikut mengerjakan pekerjaan rumah atau bekerja yang berat selama di sini? " tanya Mama


" Maaf Nyonya, Mas Ahmad melarang Ning Faiha menyentuh apapun pekerjaan rumah tapi kadang ning Faiha yang mengerjakan sendiri tanpa sepengatuan Mas Ahmad karena jenuh katanya tapi hanya pekerjaan ringan Nyonya seperti menyiram bunga dan menyapu saja " ucap bibik


" terus? " tanya mama lagi


Bibik dan Mbak ART senyum senyum sendiri


" itu Nyonya..." ucap bibik bingung mau bicara


" Mas Ahmad dan ning Faiha selalu bersama ke manapun, mereka selalu menghabiskan waktu di rumah dengan selalu berada di dalam kamar Nyonya tanpa mau di ganggu " ucap bibik

__ADS_1


" Dasar pengantin baru " guman mama


__ADS_2