
" Sayang jangan terlalu banyak gerak, kamu banyakin istirahat aja " ucap Ahmad yg melihat sang isteri hendak duduk di gazebo yang berada samping rumah mereka
Faiha tersenyum menatap sang suami yang begitu menyayanginya
" bi, aku gak papa jangan terlalu mengkhawatirkanku. aku hanya ingin duduk di sini saja " jawab Faiha yang merasa baik baik saja
Ahmad memang sedikit membatasi aktifitas sang isteri sejak periksa ke dokter dan di nyatakan positif hamil. Meski Dokter bilang kandungan Faiha kuat dan baik baik saja tetap saja Ahmad merasa kuatir dengan kehamilan isterinya yang sempat menimbulkan flek di minggu ke 4.
Faiha duduk di gazebo bersama Ahmad menikmati senja di temani sepiring pisang goreng dan susu coklat hangat untuk Faiha dan secangkir teh untuk Ahmad
" Sayang, aku punya sesuatu untukmu " ucap Ahmad menyerahkan sebuah kotak kado berukuran sedang
Faiha menerima kotak itu penuh tanda tanya
" ini apa bi? " ucap Faiha
" Buka saja sayang " ucap Ahmad
Faiha membuka kotak itu dengan hati hati, matanya berkaca saat melihat isinya, sepasang buku nikah. Faiha membuka buku itu dan terharu sambil memegangnya
" Terima kasih bi " ucap Faiha menyusupkan kepalanya dalam dada bidang sang suami sambil terisak penuh haru
__ADS_1
" Sudah menjadi tanggung jawabku melakukan ini untukmu dan juga anak kita " ucap Ahmad mengusap perut Faiha yang masih rata dan mengecup keningnya
Faiha terharu dan bersyukur pernikahannya dengan Ahmad kini sudah SAH di mata hukum dan negara. Setelah setahun menjalani pernikahan siri karena tekendala usia Faiha yang masih duduk di bangku sekolah saat itu namun ingin menghindari zina di antara mereka akhirnya mereka memilih menikah di bawah tangan di usia yang masih sama sama muda.
Faiha kini sudah hamil dan usia kehamilannya kini sudah 13 minggu dan terlihat sangat sehat. Faiha ingin kembali mengajar Ais dan teman temannya lagi mengaji di musolla setelah beberapa minggu Faiha tak mengajar mengaji di sana.
" Bi, bolehkah aku besok mengaji lagi bersama anak anak? " ucap Faiha memelas menatap sang suami
Ahmad membelai kepala sang isteri yang tertutup dengan hijabnya.
" Apa sayang bosan di rumah? " tanya Ahmad
Faiha mengangguk membenarkan ucapan suaminya.
" Aku tak bisa melihatmu sedih sayang, beraktifitaslah kembali karena kita tak pernah tahu amalan apa yang membawa kita ke surga nantinya. Bisa jadi kesabaranmu dan kebersamaanmu dengan anak anak itu bisa mengalirkan pahala untukmu nantinya " ucap Ahmad
" Sayang juga harus hati hati karna kamu juga harus menjaganya " ucap Ahmad mengelus perut sang isteri
" Insyaallah bi, ada Allah yang selalu menjaga kita karna DIA sebaik baik penjaga " ucap Faiha
..." Hasbunallah wani’mal wakiil " (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah sebaik-baik Sandaran)...
__ADS_1
...yaitu Allah cukup bagi orang yang bertawakkal kepadaNya, yang berlindung kepadaNya, Dialah yang menghilangkan ketakutan dari seorang yang sedang takut, Dia melindungi orang yang meminta perlindungan, Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Barangsiapa yang berloyal kepadaNya, meminta pertolonganNya, bertawakal kepadaNya, serta menyerahkan segala urusannya kepadaNya, maka Allah akan melindunginya dengan penjagaanNya dan naunganNya. Barangsiapa yang takut kepadaNya dan bertakwal kepadaNya maka Allah akan menjadikannya aman dari segala yang ia takutkan dan kuatirkan. Serta Allah akan mendatangkan baginya seluruh kemanfaatan yang ia butuhkan....
.
.
.
Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis....
Dukung Author ya, cuman author pemula masih belajar dan masih banyak yang harus di perbaiki...
kritik dan saran yang membangun akan author terima dengan senang hati teriring do'a Jazaakumullahu Khoiron khatsiro...
Mohon dukungannya, Jangan lupa like, komen hadiah n Votenya juga
Terima kasih, semoga Manfaat !
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
Jangan lupa banyakin baca Al - Qur'an nya...
__ADS_1
Semangat !