Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
Rahasia


__ADS_3

Saat masuk waktu sholat dzuhur, Ahmad nampak sibuk dengan berkas dan laptopnya, hingga tak sadar adzan dzuhur sudah selesai di kumandangkan namun Ahmad terlihat tak ada pergerakan


Faiha yang sedari tadi memperhatikan suaminya, mencoba mendekatinya


" Bi sholat dulu gi, nanti di lanjut lagi " ucap Faiha


" Jika pekerjaan adalah alasan kamu melewatkan kewajibanmu sebagai hamba maka tidak akan ada keberkahan dari penghasilan yang kamu peroleh dan pekerjaan itu tidak layak bagimu. Karena sholat tetap harus diutamakan " ucap Faiha


Ahmad menyudahi aktifitasnya, mengusap wajahnya dengan tangannya


" Astaghfirullah hal Adzim " ucap Ahmad


" Terima kasih sayang, kamu mengingatkanku saat aku lalai " ucap Ahmad


Faiha mengangguk. Ahmad berdiri dan mencium kening istrinya kemudian bergegas ke musolla supermarket.


" lanjutkan pekerjaanku jika kamu bisa " ucapnya saat hendak membuka pintu


" Assalamu'alaikum " ucap Ahmad saat mau keluar ruangan


" wa'alaikum salam " jawab Faiha


Faiha membuka berkas di meja kemudian melihat dan mencocokannya dengan laptop Ahmad.


" ternyata sedang membuat neraca rugi laba" ucap Faiha


Faiha duduk di kursi Ahmad lalu mengerjakan neraca rugi laba supermarket selama sebulan ini. dia dengan cekatan dan teliti memasukkan pemasukan dan pendapatan supermarket serta menghitung pengeluaran serta biaya biaya yang di keluarkan oleh supermarket itu selama sebulan.


Sebenarnya tugas ini bukan tugas Ahmad, namun karyawan yang biasa mengerjakannya mengambil cuti karena melahirkan, Ahmad mengerjakannya sendiri.


Setelah menemukan selisihnya kisaran 200 juta di bulan ini Faiha melingkarinya dengan tanda merah dan menuliskan sebuah Note di sana.


Selesai Menyelesaikan tugas yang di berikan Ahmad. Faiha memutuskan untuk pergi ke kantin untuk membeli makan siang untuk dirinya dan suaminya.


Faiha memesan satu piring Nasi Rames dan semangkuk Bakso dengan dua gelas teh hangat. Faiha membawa makanan yag dipesannya ke ruangan Ahmad.


Saat membuka pintu, ternyata sang suami sudah berada di dalam dan sedang tersenyum manis ke arahnya.


Faiha meletakkan nampan yang berisi makanan di meja


" bi, makan siang dulu yuk " ajak Faiha


Ahmad mengangguk, dan berjalan menuju sofa


" aku pesen bakso sama nasi rames, kamu mau makan apa? " tanya Faiha lagi


" Aku mau makan yang kamu makan" jawab Ahmad


Faiha melotot


" kita sama sama makan nasinya dulu, habis itu makan baksonya sama sama juga " ucap Ahmad tersenyum


Faiha membalas senyuman suaminya, dan dia mulai paham bahwa suaminya ingin selalu makan sepiring berdua. karna dari kemarin suaminya selalu ingin begitu saat makan.


"Okey " jawab Faiha mengangguk mengambil piring berisi nasi


" Bismillahirrohmanirrohim " ucap Faiha


" a' " ucap Faiha memberikan sendok berisi nasi ke mulut suaminya sambil membuka mulutnya sendiri membunyikan huruf a


Ahmad membuka mulutnya, dan menerima suapan dari istrinya. Faiha kemudian menyendok lagi untuk dirinya sendiri setelah itu menyuapi suaminya lagi begitulah seterusnya sampai makanan habis tak tersisa.

__ADS_1


" Alhamdulillah ya robb " ucap Ahmad.


" Sayang, terima kasih udah menyelesaikan neracaku " ucap Ahmad


Faiha mengangguk


" Sama sama, kan Asisten CEO sudah tugasnya membantu CEO " ucap Faiha tersenyum kecil


" Aku bereskan dan bayar makanan ini dulu ya " ucap Faiha sambil beberes


Ahmad mengangguk, dan melihat istrinya membereskan piring kotor.


Faiha keluar ruangan membawa nampan piring kotor ke kantin.


Sampai di kantin, dia bertemu karyawati bagian gudang bernama Dian yang pernah membantunya saat magang di pos gudang sedang menikmati makan siangnya.


" Fai, kamu sudah makan?" tanya Dian


" Alhamdulillah, sudah mbak "jawab Faiha


" Kok bawa piring kotor, makan dimana?" tanya Dian


" itu tadi pesenan pak Ahmad " jawab Faiha


" oh ya lupa, kamu lagi di pos asisten CEO " ucap Dian


Faiha mengangguk


" Faiha duluan mbak, Assalamu'alaikum " ucap Faiha


" iya wa'alaikum salam " jawab Dian


Faiha kembali ke ruangan Ahmad, di dalam ruangan sudah ada beberapa karyawan kepala bagian. Faiha berdiri di depan pintu yang terbuka. Ahmad melihatnya...


semua yang di dalam ruangan melihat ke arah Faiha yang sedang di panggil atasannya.


Faiha masuk ke ruangan


" sini " ucap Ahmad menyuruh Faiha duduk di sampingnya


Faiha menuruti perintah atasannya


" Seperti yang tadi saya paparkan sedikit tentang rencana sistem kerja kita yang akan kita terapkan mulai besok, maka dari itu silahkan mendengarkan paparan lebih jelasnya dari Faiha yang punya ide ini. nanti bisa kita tambah usul dari teman teman kepala bagian " ucap Ahmad


Faiha membulatkan matanya, menatap atasannya yang sekaligus suami sirinya.


" Silahkan Fai " Ucap Ahmad mempersilahkan


Sebenarnya tak sulit bagi Faiha untuk mempresentasikan konsep itu karna Faiha adalah siswa berprestasi di sekolah jadi sudah di pastikan idenya pasti di terima banyak kalangan hanya saja dia merasa tak pantas karna hanya karyawan tetap yang baru diangkat beberapa hari ini usai menjalani magang.


Faiha mempresentasikan konsepnya di hadapan karyawan kepala bagian. Sedetail detailnya di konsepkan oleh Faiha. dia juga meminta pendapat para karyawan kepala bagian yang hadir untuk menambah idenya kalau di rasa kurang pas.


Faiha mempresentasikannya dengan sangat baik dan membuat para karyawan kepala bagian yang berada di ruangan itu terkagum akan kecerdasan Faiha yang masih kelas 8.


Di akhir presentasinya semua orang memberikan applause untuk Faiha, tak terkecuali sang suami


" kamu memang luar biasa sayang " ucapnya dalam hati sambil bertepuk tangan.


Rapat dadakan usai, Ahmad meminta kepada semuanya untuk menyiapkan tugasnya masing masing.


" Smoga esok bisa kita realisasikan " ucap Ahmad.

__ADS_1


" cukup rapat hari ini, silahkan kembali ke pos masing masing untuk lanjutkan pekerjaan kalian, wassalamu'alikum warohmatullahi wabarokatuh " ucap Ahmad menutup rapat


Semua meninggalkan ruagan kecuali Faiha.


" kamu hebat yank, gak nyangka kalau aku punya istri secerdas kamu" ucap Ahmad memeluk istinya


" bi, kenapa tadi gak bilang aku dulu kalau ada acara presentasi. paling gak aku bisa nyiapin mental aku dulu. ini dadakan bikin aku panas dingin " ucap Faiha


" kalau aku bilang pasti kamu gak bakalan mau, tapi semua bagus kok meski tanpa persiapan " Ucap Ahmad


Ahmad masih memeluk Faiha dan mencium keningnya. tanpa mereka sadari pintu ruangan masih terbuka


Pak Amin kepala bagian gudang melihat adegan seorang karyawati magang yang baru di angkat menjadi karyawan tetap sedang bermesraan di dalam ruangan bersama CEO nya.


Pak Amin yang awalnya berniat ingin mengambil berkas yang tertinggal di ruangan itu menghentikan langkahnya dan memutar balik badannya untuk pergi. namun Ahmad keburu melihatnya.


" Pak Amin, bisa ke sini sebentar " ucap Ahmad


Pak Amin yang mendengar namanya di panggil segera membalikkan badan, dan berjalan ke dalam ruangan.


" Masuklah pak, sekalian tutup pintunya " ucap Ahmad


Pak Amin menjalankan perintah boshnya.


" duduklah " ucap Ahmad sopan


Pak Amin duduk di depan Boshnya


" Apa pak Amin melihat barusan yang saya lakukan pada Faiha?" tanya Ahmad


" Maaf pak, saya tidak sengaja, saya hanya ingin mengambil berkas saya yang tertinggal " jawab pak Amin


" Tidak pak, bapak tidak salah saya yang kurang hati hati " ucap Ahmad


" Saya hanya ingin meluruskan dan ingin menjelaskan pada bapak agar nantinya berita ini tidak menyebar menjadi fitnah " ucap Ahmad


Pak Amin mengangguk, Sementara Faiha menunduk pasrah karna keinginanya untuk menyembunyikan pernikahannya dengan sang CEO harus pupus karena sebuah pelukan dan ciuman.


" Kami sebenarnya adalah pasangan suami istri" ucap Ahmad menekan kata suami isteri di perkataannya


Pak Amin terkejut mendengar pengakuan sang CEO.


" Memang tak seharusnya kami sembunyikan, namun karna permintaan istri saya untuk merahasiakannya agar karyawan lainnya tidak sungkan berteman dengannya maka hubungan ini sepakat kami rahasiakan " tutur Ahmad


Pak Amin mengangguk


" Bapak tahu kan apa yang harus bapak lakukan?" tanya Ahmad


Pak Ahmad mengangguk lagi


" Terima kasih kerja samanya, silahkan ambil berkas yang tertinggal dan silahkan lanjutkan pekerjaan bapak " ucap Ahmad


" Baik pak, saya permisi " ucap pak Amin mengambil berkasnya di meja dan melangkah meninggalkan ruangan sang CEO.


..." Rahasia dibuat untuk ditemukan seiring berjalannya waktu "...


...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......


...Mohon dukungannya njih, Author masih terus belajar....🙏🏻...


...jangan lupa like, komen n Votenya juga...

__ADS_1


...terima kasih...


__ADS_2