
Karena Pembatasan Kegiatan di masa pandemi, kegiatan jumat berkah dan pengajian di supermarket yang rutin di adakan tiap hari jum'at itu sudah hampir tiga bulan di tiadakan.
Melihat kondisi yang belum memungkinkan dan beresiko jika harus kembali di adakan, Ahmad yang sedang berada di kantor di temani sang isteri ingin mendapat solusi agar tetap bisa berbagi dengan karyawan dan para pelanggan setia supermarket
" Apa sayang punya ide ?" tanya Ahmad pada sang isteri
" Ide tentang apa bi ? " tanya balik Faiha
" Kita tetap bisa shodaqoh dan para karyawan dan pelanggan setia tetap dapat pahala juga " tanya Ahmad
" hmmmm...." Faiha tampak berpikir
Sebelum pandemi acara jumat berkah di isi dengan berbagai kegiatan dari pembagian sarapan gratis, tahtimul Qur'an, pengajian, dan sholat jum'at berjamaah.
" Bagaimana kalau tahtimul Qur'an secara virtual saja, nanti para karyawan yang ikut membaca di bagi pulsa gratis, untuk sarapan gratisnya di ganti dengan paket sembako saja di bagikan untuk pelanggan yang belanja secara online maupun offline di supermarket dengan syarat harus bisa membaca satu surat dalam Al-Qur'an gimana bi? " ucap Faiha
Ahmad sejenak mempertimbangkan usul Faiha, sejak pandemi Ahmad memikirkan bagaimana menggunakan hartanya untuk di infaqkan.
" Paket sembako juga kita bagikan pada masyarakat yang kurang mampu yang terdampak dengan di berlakukannya pembatasan ini misalnya tukang becak, pedagang asongan yang di lampu merah atau pedagang kaki lima yang sepi pembeli " ucap Faiha
" Terima kasih solusinya, Sayang memang bisa di andalkan " ucap Ahmad bangga dengan usul itu sambil mengecup kening sang isteri.
Ahmad menyetujui usul isterinya, dan segera akan merealisasikan semuanya. Ahmad memanggil mbak Sita untuk mengatur kegiatan ini agar segera di jalankan.
" Bi, apa di kampung Ayah juga di berlakukan pembatasan seperti di sini?" tanya Faiha
" Saat aku mengantar bunda sepertinya aman saja " ucap Ahmad
" Alhamdulillah, semoga mereka sehat di sana" ucap Faiha
" Aamiin " ucap Ahmad dan Faiha bersama
" Pembatasan ini sepertinya berdampak sepinya masjid saat jamaah sholat lima waktu" ucap Ahmad
" Aku nelangsa bi, seharusnya wabah ini menjadikan kita dekat dengan sang pencipta. Mungkin Allah menciptakan wabah ini agar kita sadar apa yang telah kita perbuat selama ini salah " ucap Faiha
" Cara berpikir orang itu beda sayang, kita hanya bisa menjelaskan apa yang kita tahu namun tak boleh memaksa orang lain untuk mengikuti apa yang kita percaya. Smoga kita tetap dalam lindunganNYA dan bisa tetap istiqomah beribadah di jalanNYA " ucap Ahmad
" Aamiin " doa mereka bersama
.
.
Rumah Ayah dan Bunda di desa sudah selesai di renovasi, butuh waktu sekitar satu bulan untuk merenovasinya dengan melibatkan lima belas orang pekerja setiap harinya. Semua biaya dari material, biaya makan para pekerja sampai ongkos tukang dan pekerja di biayai oleh Ahmad sang menantu.
Seorang pedagang sayur keliling sedang berhenti di tepi jalan. Abang sayur di kelilingi beberapa ibu yang sedang berbelanja sayur sambil berghibah ria.
" Beruntung sekali Ayah Agus mendapat menantu sebaik itu ya " ucap Ibu 1
" Iya bu, rumahnya bagus ! sudah selesai di renovasi " ucap ibu 2
" Iya, katanya habis dana sekitar 70 jutaan lebih " ucap ibu 3
" Ada telur puyuh gak bang ? " tanya ibu 1 pada abang sayur
" Ada bu " jawab abang sayur memberikan telur puyuh
Abang sayur mendengarkan saja omongan ibu ibu yang sedang berbelanja
__ADS_1
" Katanya rumah Faiha yang di kota seperti istana lo ibu ibu " ucap Ibu 3
" Ya saya pernah ke kota ke supermarket yang dikelolanya, suaminya Faiha itu orang kaya raya yang dermawan " ucap ibu 4
" heem...dengar dengar nasi kotak subuh yang selama ini juga dari suaminya Faiha " ucap ibu 2
" Iya, ada yang lihat suaminya Faiha ke rumah mbak Kiya di antar bundanya Faiha dua hari sebelum nasi kotak subuh yang pertama " ucap ibu 1
Saat mereka asyik berbelanja sambil berghibah ria membahas Faiha dan keluarganya, tiba tiba ada mobil berhenti di belakang mobil pick up abang sayur.
" Assalamu'alaikum ibu ibu " ucap Faiha yang turun dari mobil
" Wa'alaikum salam " ucap ibu ibu kompak
" eh, Faiha ! " sapa ibu 1
" Panjang umur, di gosipin langsung datang ! " bisik ibu 4 pada ibu 2 yang berdiri bersisian terkekeh
" Mau ke rumah Ayah Fai ? " tanya ibu 2 basa basi
" Njih bu Dhe " jawab Faiha
" Mau lihat hasil rumah Ayah yang selesai di renovasi ya Fai?" ucap ibu 3
" Rumah Ayah? di renovasi?" guman Faiha
Dalam kebingungan Faiha, muncul Ahmad membawa beberapa kresek yang berisi sembako yang di ambilnya dari bagasi mobil untuk di bagikan kepada ibu ibu yang sedang belanja.
Faiha baru sadar ketika Ahmad mendekat ke arahnya dan memanggilnya
" Sayang " ucap Ahmad lirih tapi masih di dengar ibu ibu
" Ibu ibu ini ada sedikit sembako untuk ibu sekeluarga, semoga manfaat " ucap Faiha membagikan pada ibu ibu masing masing satu kresek
"Terima kasih Nak Fai " ucap ibu 2
" Sama sama bu " ucap Faiha
" Terima kasih lo Fai dan suami semoga berkah " ucap ibu 1
" Iya terima kasih ya semoga Nak Fai sekeluarga sehat dan di lancarkan rezekinya " ucap ibu 3
" Semoga cepat memiliki momongan ya" sahut ibu 4
"Aamiin " ucap Faiha dan Ahmad kompak
" Terima kasih doanya ibu ibu " ucap Faiha
Ahmad juga memberikan satu paket untuk Abang sayur
" Ini buat abang, semangat ya bang jualannya " ucap Ahmad
" Terima kasih mas " ucap Abang sayur
" Sama sama bang " jawab Ahmad
Ahmad dan Faiha berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke rumah bunda.
" Bi, rumah Ayah di renovasi ? memang iya ? " tanya Faiha
__ADS_1
" Siapa yang bilang ? " tanya Ahmad balik
" Ibu ibu tadi " jawab Faiha
" Ya, kita lihat saja. Bentar lagi nyampek kan ? " ucap Ahmad
Faiha mengangguk dan menikmati perjalanan dengan melihat jalanan. Ahmad sengaja tidak memberitahukan soal renovasi rumah Ayah. Ahmad hendak memberikan kejutan untuk sang isteri. Saat tiba di depan rumah Ayah
" Bi, ini rumah ayah kok jadi sebagus ini" tanya Faiha heran yang melihat rumah Ayah dari dalam mobil
Ahmad tak diam tak menjawab pertanyaan isterinya karena sedang konsentrasi memarkirkan mobilnya di halaman rumah Ayah yang sudah di paving.
Faiha turun dari mobil di susul Ahmad yang menurunkan barang bawaannya dari bagasi mobil. Faiha berdiri mematung di tempatnya turun. Ahmad memanggil Faiha
" Sayang, masuk dulu yuk " ajak Ahmad
Faiha mengikuti langkah kaki sang suami menuju pintu utama dengan masih tidak percaya dengan rumah Ayah yang baru
" Assalamu'alaikum " ucap Ahmad di depan pintu
" Wa'alaikum salam " jawab bunda dari dalam rumah
Ahmad da Faiha bersalaman dengan Bunda dan Ayah bergantian kemudian mereka duduk di ruang tamu bersama
" Yah, Bun ini rumahnya kok berubah?" tanya Faiha yang masih tercengang kagum melihat rumah baru Ayah
Mereka tersenyum melihat ke arah Faiha
" Iya Nduk, Suamimu yang merenovasinya " jawab Ayah
Faiha melihat ke arah suaminya yang tersenyum manis ke arahnya
" Jadi, Dia tahu semuanya dan menyembunyikan dariku hmmm..." guman Faiha
" Ajak suamimu istirahat dulu di kamar Nduk, pasti dia capek habis nyetir " ucap Bunda
" Njih Bunda " jawab Faiha
Faiha dan Ahmad masuk ke kamar barunya untuk beristirahat.
" Bi, terima kasih ya kamu sudah baik sama orang tuaku " ucap Faiha saat sudah di dalam kamar
" Sama sama sayang, orang tuamu adalah orang tuaku juga. memuliakannya sudah menjadi kewajibanku " ucap Ahmad
Faiha memeluk suaminya haru
" Terima kasih ya Robb, Engkau mengirimkan manusia berhati malaikat untuk menjadi imamku. Semoga bisa Sehidup Sesurga dengannya aamiin " doa Faiha dalam hati
...-----😍-----...
..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...
...-----😍-----...
Dukung Author ya, cuman author pemula masih belajar dan masih banyak yang harus di perbaiki...
kritik dan saran yang membangun akan author terima dengan senang hati teriring do'a Jazaakumullahu Khoiron khatsiro....
Semoga Manfaat !
__ADS_1