Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
MamaCan jenguk Faiha


__ADS_3

Beberapa ibu sudah berdiri di depan pintu rumah pak Dhe untuk menjenguk Faiha


" Assalamu'alaikum " ucap beberapa ibu kompak


" Wa'alaikum salam " jawab bu Dhe sembari membuka pintu


" Eh, ada Mama mama cantik, mari silahkan masuk, silahkan duduk " ucap bu Dhe lagi


" terima kasih bu Dhe " ucap beberapa ibu


Kemudian mereka masuk dan duduk


" Maaf mama mama cantik merepotkan semuanya " ucap bu Dhe


" tadi sore anak anak sudah kesini bareng uztad Rudi, sekarang gantian mama mama cantiknya...Terima kasih atas kepeduliannya untuk ponakan saya Faiha " ucap bu Dhe terharu Faiha dipedulikan oleh banyak orang


" Tidak bu Dhe, Kami yang harusnya berterima kasih karna Faiha peduli dengan anak anak kami " ucap ibu 1


" Iya bu Dhe, Ponakan bu Dhe anaknya memang baik hati kami sangat berterima kasih berkat dirinya anak anak kami berubah lebih baik " ucap ibu 2


" Bagaimana kondisi Faiha Bu Dhe " tanya ibu 3


" Sudah baikan pusingnya udah mendingan, tadi Faiha masih sholat Maghrib, sebentar saya panggilkan mungkin sudah selesai " ucap bu Dhe


Bu Dhe masuk ke dalam memanggil Faiha, dan Faiha baru saja selesai sholat maghrib


" Nduk, ada ibu ibu di ruang tamu kamu temui ya, bu Dhe buatkan minum dulu untuk mereka " ucap bu Dhe


" Njih bu Dhe " jawab Faiha


Faiha ke ruang tamu


" Assalamu'alaikum ibu ibu, terima kasih silaturahimnya " ucap Faiha mencium tangan mereka satu satu bergantian


" Wa'alikum salam " jawab ibu ibu kompak


" Bagaimana kondisimu Nak?" ucap seorang ibu paruh baya yang duduk di sebelah Faiha sambil mengelus punggung Faiha


" Alhamdulillah bu, sudah mendingan " jawab Faiha


"Nak Faiha sakit apa? " tanya ibu 1


" Apa sudah di periksakan ke dokter? " tanya ibu 3


Faiha menggeleng


" Faiha sudah enakan bu, kemarin sempat muntah dan pusing " jawab Faiha


" Assalmu'alaikum " ucap seorang ibu di depan pintu


" Wa'alaikum salam " jawab mereka bersama


" eh bu dokter, mari masuk " ucap ibu 1


" emang kamu yang punya rumah, suruh masuk aja " ucap ibu 2 lirih

__ADS_1


" Silahkan bu" ucap Faiha


Faiha berdiri menyalami ibu yang baru datang dan mempersilahkannya duduk


" Maaf ya telat " ucapnya pada semua


" tidak apa apa bu Dokter kami maklum, bu dokter pasiennya kan banyak " ucap ibu 4


" Terima kasih ibu ibu semua, sudah menyempatkan waktunya ke sini " ucap Faiha


Mereka mengangguk bersama


" Bagaimana kondisinya nak Faiha " tanya bu Dokter


" Alhamdulillah sudah enakan bu " jawab Faiha


" Alhamdulillah..." ucap bu dokter


" Nak Faiha keluhannya apa mumpung ada bu dokter, biar bisa mendiagnosa sakitnya nak Fai dan memberi resep obat untukmu" ucap ibu 3


" Pasti sudah diperiksakan ke dokter bu, iya kan Nak Fai? " tanya bu Dokter


Faiha menggeleng dan bu Dokter terkejut


bu Dhe membawa nampan berisi beberapa gelas teh hangat dan juga kue kering buat para tamunya.


" eh ada bu Dokter juga " ucap bu Dhe


" mari silahkan di minum dulu..." ucap bu Dhe lagi


" Apa benar belum di periksakan ke dokter ?" tanya bu dokter memastikan kembali jawaban Faiha


" belum bu dokter, Faihanya tidak mau di bawa ke dokter dia takut dan tidak bisa minum obat pil atau kapsul bisanya sirup" jawab bu Dhe


Pipi Faiha merona merah meski pandangannya tertunduk namun pipinya yang merah masih terlihat oleh ibu ibu


Para ibu ibu tersenyum kecil mendengar penuturan bu Dhe kalau Faiha tidak bisa menelan pil.


" Faiha sudah sering mengalami gejala seperti ini bu, di buat istirahat biasanya sudah baikan " ucap Faiha


" keluhannya apa nak Fai? " tanya bu Dokter


" Fai merasa pusing dan mengantuk bu, lemas dan kadang sampai muntah " ucap Faiha


" berapa hari merasakannya?" tanya bu dokter lagi


" sejak dua hari yang lalu, namun hari ini benar benar lemas bu" jawab Faiha


Ibu ibu sejak tadi hanya menyimak obrolan Faiha dan bu dokter


" jangan jangan halim" bisik ibu 5 ke ibu 6


" gak mungkinlah, dia anak baik gak mungkin seperti itu " bisik ibu 6


" Hust.. " bisik ibu 3 menutup mulutnya sendiri dengan jari telunjuknya

__ADS_1


Seakan menyadari bisik bisik dari teman teman yang menjenguk Faiha bu dokter berkata


" Maaf Nak Fai, Kapan terakhir kali nak Fai datang bulan? " tanya bu Dokter


Faiha diam, dan menatap ibu ibu itu satu persatu. Ada rasa bahagia di mana dia di pedulikan banyak orang, tapi ada rasa sedih dan galau saat bu dokter bertanya seperti itu.


Faiha berusaha menepis rasa su'udhonnya.


" Aku harus khusnudhon pada semuanya. Mereka benar benar peduli dan perhatian padaku, maafkan hamba ya robb " guman Faiha dalam hatinya


Faiha mengambil nafas dalam dan hendak menjawab pertayaan bu Dokter


" Fai datang bulan seminggu yang lalu, baru suci kemarin " jawab Faiha jelas


" apa darah yang keluar saat menstruasi banyak? " tanya bu dokter


" iya bu " jawab Faiha


" Sebenarnya butuh di cek lab, namun mendengar keluhannya diagnosa awal saya Faiha mengalami gejala Anemia karena gangguan menstruasi " ucap bu Dokter


" Saat menstruasi nak Faiha mengeluarkan banyak darah dan kemungkinan setelahnya trombosit berkurang" tambah bu dokter


" Saat menstruasi saya sarankan mengkonsusmsi zat besi dan makanan penambah darah " ucap bu Dokter lagi


" Terima kasih bu dokter " ucap Faiha


" Sama sama " ucap bu Dokter


Saat usai Adzan Isya' mereka berpamitan kepada tuan rumah.


Saat ibu pertama yang menyalami Faiha memberikan sebuah amplop ke pada Faiha, Faiha menolaknya


" Maaf ibu, saya tidak bisa menerimanya. Saya sudah bahagia ibu ibu mau mendoakan kesembuhan saya dengan menyempatkan datang menjenguk saya ke sini, terima kasih... doa ibu ibu semua sudah cukup " ucap Faiha Tulus sambil menangkupkan kedua tangannya ke dada membungkuk ke arah ibu ibu


" Nak Fai, kami hanya ingin berterima kasih kepada nak Fai " Ucap ibu 1


" yang kami berikan ini semua tak sebanding dengan yang nak Fai berikan untuk anak anak kami " ucap ibu 2


" terimalah Nak Fai, meski hanya sedikit dari kami " ucap ibu 3


" kami juga ingin mendapat pahala shodaqoh untuk pejuang fisabilillah seperti nak Fai " tambah bu Dokter


" tolong diterima nak " ucap ibu 1 menyalamkan amplopnya ke Faiha lagi


" tak baik menolak rejeki dari Allah " ucap ibu 4


Faiha melihat ibu ibu itu satu persatu dia melihat ketulusan dari semuanya, terakhir Faiha menatap bu Dhe untuk meminta pendapatnya. Bu Dhe mengangguk..


Faiha menerima amplop yang di berikan ibu 1 untuknya dan sampai ibu terakhir yang memberikan amplopnya tak pernah Faiha lupa mengucapkan terima kasih serta mendoakan semuanya


" barokallauhu fiikum "


...-----💞-----...


..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...

__ADS_1


...-----💞-----...


__ADS_2