
" memang uztad Rudi tau latar belakang dan kelakuan dia? " ucap bu RW gak mau di remehkan
Semua orang yang mendengar ucapan bu RW memandangnya penuh tanya.
" Kemarin aku lihat dia berduaan sama laki laki, dasar ! mukanya saja yang sok alim kelakuan b***t " ucapnya lagi
" Astaghfirullah ibu.....Maaf ibu, jangan mengatai orang sebelum ibu tau kebenaran ceritanya " ucap uztad Rudi
" itu sama dengan fitnah ibu " ucap uztad Rudi lagi
Faiha menundukkan kepalanya tak terasa air matanya jatuh
" Ya Robb, hanya kepadaMU hamba berserah diri, tiada hal yang menimpa seorang hamba tanpa ijin MU, Laa khaula walaakuwwata illabillah " ucap Faiha dalam hati
" Saya tidak bohong uztad, saya melihatnya kemarin di warung mie Ayam pak Ranu dekat pom sekitar jam empat sore bersama seorang laki laki " ucap bu RW
" Apa benar yang dikatakan bu RW dik Fai? " tanya uztad Rudi kepada Faiha
sejenak Faiha terdiam, mengusap air mata dipipinya dan mengambil nafas dalam
" iya uztad, itu memang saya tapi...." Faiha mau melanjutkan jawabannya namun keburu di sela bu RW
" tuu kan, pak uztad dengar sendiri dia mengakuinya...ibu ibu dengar kan di sana? " ucap bu RW sengaja mengeraskan suaranya agar di dengar ibu ibu yang tadi menertawakannya
" Maaf ibu, biarkan saya menjelaskan situasinya " ucap Faiha ingin memberi penjelasan
" Gak usah, gak penting, kamu itu bermuka dua dan gak pantas mengajar anak anak di sini kalau kelakuanmu b***t seperti itu " ucap Bu RW
Faiha menundukkan kepalanya dalam
__ADS_1
" bu, tolong biarkan Faiha menjelaskannya lebih dulu " ucap uztad Rudi
Flashback on
Mereka memesan mie Ayam dan kemudian menikmatinya
Faiha melihat Ais menuang beberapa sendok sambal ke mangkuk miliknya dan belum ingin berhenti menambahnya
" Ais, sambelnya cukup segitu aja ya, jangan berlebihan karna sesuatu yang berlebihan itu tidak baik" ucap Faiha menahan sendok sambal yang akan di tuang ke mangkuk Ais lagi
Faiha hafal kebiasaan Ais saat makan Mie Ayam selalu penuh dengan sambal dan membuatnya sakit perut 3 jam setelahnya
" Iya kak " jawab Ais menaruh sendok sambalnya
" Nurut banget ni bocah sama Fai " guman Ahmad yang melihat ke duanya.
" kakak gak mau sambal?" tanya Ais pada Faiha
Ais mengerti dan melanjutkan makannya.
Mie Ayam Ais sudah habis, tapi tiba tiba perutnya sakit
" Kak, aku mau ke toilet dulu ya " pamit Ais pada semuanya
" Toiletnya terdekat di pom bensin Ais, kamu harus nyebrang jalan dulu, nanti aja sekalian" ucap Ahmad yang masih menikmati mie nya
" Nanti sama kakak aja, makanan kakak masih belum habis Is " ucap Faiha
" Kakak lanjutin aja, Ais kebelet " ucap Ais terburu buru
__ADS_1
" Biar sama saya aja mas, sekalian isi bensin " ucap pak Man yang kebetulan mienya sudah habis
" Ya udah, cepetan pak Man " ucap Ais
Ais berlari menuju mobil di ikuti pak Man, Ahmad dan Faiha menghabiskan mie ayamnya dalam diam. Ada seorang ibu yang melihat keduanya dan menyapa keduanya
" bukanya kamu yang mengajar anak anak di musolla Al Ikhlas?" tanya ibu itu
" Injih ibu " jawab Faiha
" tidak saya sangka, kelakuan seorang uztadzah di luar seperti ini..." ucapnya
" berduaan dengan seorang laki laki " ucapnya dengan nada tinggi hingga membuat pengunjung lain memperhatikan mereka
" Maaf ibu, bisa saya jelaskan " ucap Ahmad
" Oh, mau membela pacarnya mas " cibir ibu itu
" Maaf ibu, jangan membuat keributan di sini mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya " ucap pemilik warung
" Saya tidak membuat keributan pak, saya hanya jijik melihat dia" ucap ibu itu menunjuk Faiha
Ibu itu akhirnya pergi meninggalkan warung mie ayam.
" Sabar mbak " ucap Pemilik warung kepada Faiha
" njih pak, terima kasih " ucap Faiha
Ais dan pak Man kembali ke warung mie untuk menjemput Ahmad dan Faiha.
__ADS_1
Ahmad ke kasir untuk membayar makanan yang mereka pesan. mereka meninggalkan warung tanpa suara.
flashback off