Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
Kenikmatan yang berpahala


__ADS_3

Faiha memindai kamarnya yang sudah di renovasi. Kini kamar Faiha tampak sedikit luas, ada kamar mandi juga di dalamnya. Ranjang Faiha juga di ganti dengan yang lebih besar ukurannya.


Faiha melirik sang suami dan tersenyum manis padanya.


" Aku tahu sekarang " ucap Faiha pada sang suami


Ahmad tersenyum dan berjalan mendekati Faiha yang berdiri di tepi ranjang. Ahmad memeluk dan mencium kening sang isteri penuh cinta


" Tahu apa sayang? hmmm ? " tanya Ahmad tanpa melepas pelukannya


" Tahu kenapa ranjang ini di ganti dan kenapa kamar mandi ini di buat" ucap Faiha


" Hmmm....memang kenapa?" tanya Ahmad pura pura tak mengerti


" Takut kalau ranjang yang dulu mengeluarkan suara kriet kriet dan ambruk karena gempa lokal kan?" ucap Faiha


" Hahahaha....Sayang suka bener ngomongnya " ucap Ahmad mengedipkan sebelah matanya genit


" Aku cuma waspada saja sayang, dan ingin kenyamanan saat kita menginap di sini " ucap Ahmad menggenggam tangan sang isteri


Faiha tersenyum dan mengerti akan kekuatiran sang suami. Faiha juga paham akan kebutuhan sang suami. Mereka pasangan pengantin baru, lebih sering punya keinginan untuk mengumpulkan pahala sebanyak banyaknya. Kenikmatan yang berpahala.


Kalau harus bolak balik mandi junub yang dahulu kamar mandi berada di luar rumah Faiha di pastikan Ahmad harus menanggung malu pada Ayah dan Bunda meskipun mereka maklum akan hal itu namun perasaan Ahmad akan tetap tidak tenang. Maka dari itu Ahmad membuat kamar mandi di dalam kamar Faiha.


Faiha tersenyum dan mengecup pipi sang suami.


" Istirahat dulu yuk bi " ucap Faiha


" Ayuukk...." Jawab Ahmad mengedipkan sebelah matanya dan menarik Tubuh istrinya di atas ranjang barunya


" Bi, kamu pasti capek istirahat gi " ucap Faiha


" Sayang, kamu tahu kan apa yang membuat capekku hilang?" tanya Ahmad memeluk istrinya erat


" Hmmm..." ucap Faiha mengerti kebiasaan sang suami


Kemudian mereka melakukan aktivitas fisik yang berpahala dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Aktivitas mendaki dua gunung, melewati lembah, menjelajah samudera hingga menemukan suatu kenikmatan. Lebih melelahkan dari pada lari maraton. Meski lelah namun kenikmatan halal ini mengobati kelelahan lainnya, kelelahan saat sehari bekerja, kelelahan saat terlalu banyak yang di pikirkan.


Masing masing kenikmatan akan ada hisabnya. Jangan samakan kenikmatan yang di peroleh dengan cara yang haram dengan kenikmatan yang di peroleh dengan cara halal karena pasti berbeda. Sama sama nikmat namun ketenangan hati saat menikmati yang halal itu akan lebih nikmat rasanya.


.


.


Saat mengikuti jamaah sholat subuh di masjid, Faiha heran melihat jamaah subuh yang sudah memenuhi shof. Sejak remaja Faiha sudah terbiasa sholat subuh berjamaah di masjid, Faiha hafal siapa saja yang biasa hadir saat subuh. Mereka kebanyakan orang orang yang lanjut usia. Antara usia 50 ke atas, beberapa orang usia 40an dan jarang jamaah di bawah umur 40an yang datang namun baru kali ini Faiha melihat antusias orang orang untuk sholat subuh di masjid dari berbagai usia semua hadir bahkan tampak anak anak muda dan para remaja, padahal adzan subuh belum di kumandangkan.


" Alhamdulillah " guman Faiha

__ADS_1


Usai Adzan subuh, Faiha melaksanakan sholat Qobliyah subuh dahulu.


..." Dua raka'at fajar (shalat sunnah Qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya." (HR. Muslim)....


Andai semua orang paham akan hikmah dari sholat sunnah ini, maka mereka tak akan melewatkannya sekalipun. Bagaimana tidak keistimewaannya dikatakan lebih baik dari dunia dam seisinya. Tauladan kita Rosulullah selalu mengamalkannya terus menerus tanpa melewatkannya.


" Assalamu'alaikum warohmatullah " ucap Imam sholat subuh mengakhiri sholatnya


" Seperti sebelumnya, di hari jumat ini ada nasi kotak subuh. Silahkan mengambil seperlunya ingat saudara kita yang lain. Dan jangan lupa kita doakan untuk beliau yang mengirimnya semoga beliau dan keluarga selalu di Rahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.....Al Faatihah....." ucap Imam di speacker


Imam dan jamaah menghadiahi surat Al-Faatihah untuk donatur yang rutin mengirimkan nasi kotak subuh.


Sebagian jamaah meneruskan Dzikir paginya, beberapa jamaah yang lain pulang dan mengambil nasi kotak subuh yang sudah di sediakan


" Oh...Ada hadiah langsungnya saat selesai subuhan di masjid " guman Faiha saat berjalan menuju serambi depan masjid yang terdapat para jamaah lain yang mengantri mengambil nasi kotak subuhnya.


" Saya ambil dua ya, satunya buat suami " ucap ibu 1


" Suaminya kenapa yu?" tanya ibu 2


" Gak kenapa kenapa, masih di rumah !" jawab ibu 1


" Gak sekalian ambil buat pak lek bu leknya?" ucap ibu 3


" Gak, terima kasih " ucap ibu 1 sambil buru buru berlalu meninggalkan masjid dengan membawa dua bungkus paket nasi kotak


" Hallah...sudah biasa mbak yu, yu Mud selalu ambil jatah lebih makanya yang belakang gak ke bagian " ucap ibu 4


" Ya, kadang anak anaknya di hitung semua. ini tadi malu kali ada kita kita " ucap ibu 2


" Sudahlah, biarkan saja mungkin yu Mud memang butuh " ucap ibu 5


" Ya gak bisa gitu donk mbak Yu, Dia kadang keterlaluan sampai bawa 4 paket. Kasihan yang belakang tohh..." ucap ibu 2


" Iya, perlu di awasi mulai sekarang ! Yu Mud dari keluarga yang mampu tapi tidak ingat yang lainnya...dasar aja yu Mud nya pelit " ucap ibu 4


" Eh, Nak Fai ini buat nak Fai " ucap ibu 5 memberikan satu paket untuknya


" Terima kasih bu " ucap Faiha menerima satu kresek


" Kalau kurang, Fai gak usah gak papa bu lek " ucap Faiha


" Cukup Fai, ini masih banyak " ucap ibu 2 menunjuk paket nasi yang masih 40 an paket


" Kalau hanya buat para jamaah saja cukup Nduk, cuman kadang ada yang ambil lebih buat yang di rumah " jawab ibu 4


" Oh, memang dari siapa bu lek?" tanya Faiha yang Kepo

__ADS_1


" Gak tahu Nduk, katanya orang kota tapi punya kerabat di kampung kita " ucap Ibu 2


Faiha meninggalkan masjid dan pulang ke rumah. Sampai di rumah, Faiha merapikan peralatan sholatnya dan menuju dapur berniat membantu bunda. Karena Ahmad dan Ayah belum pulang dari masjid.


Faiha meletakkan nasi kotak dari masjid di atas meja makan. Bunda terlihat menyalakan kompor mendidihkan air, membuatkan kopi untuk Ayah.


" Bun, apa nasi kotak subuh ini sudah berlangsung lama?" tanya Faiha


" Baru satu bulan terakhir ini " jawab bunda


" Memang berapa porsi bun? kok sampai kurang?" tanya Faiha


" 100 porsi, sebenarnya bukan kurang tapi.... " ucap Bunda


" Ada yang mengambil lebih, jadi yang pulang belakang gak kebagian " ucap Bunda


" Oh....antusias jamaahnya juga lumayan bertambah lo bunda ternyata " ucap Faiha


" Iya, Alhamdulillah dari jamaah 40an sekarang jadi 80an " ucap bunda


" Subhanallah, 2 kali lipat " ucap Faiha kagum


" Baru nasi kotak, gimana kalau Allah menghadiahkan surga langsung untuk mereka pasti saling rebutan " ucap Faiha


" Surga hanya untuk orang yang percaya, dan orang yang percaya itu pasti taat tanpa menginginkan imbalan langsung " ucap Ayah yang baru datang dari masjid bersama Ahmad


" Njih Yah " ucap Faiha


Faiha mencium tangan sang suami yang baru datang dan bergantian mencium tangan sang Ayah. Begitupun dengan bunda, mencium tangan sang suami dan Ahmad menyalami tangan Bunda.


Mereka duduk di meja makan dan membuka nasi kotak subuh yang mereka dapat. Bunda menyuguhkan kopi untuk Ayah, dan Teh hangat untuk menantunya.


" Memang siapa donatur nasi kotak subuh ini Bun? kata ibu ibu tadi orang kota yang punya kerabat di kampung kita " tanya Faiha masih berpikir siapa kira kira dermawan itu


" Loh, memang kamu belum tahu Nduk?" tanya Ayah


Faiha menggeleng tak tahu. Ayah dan bunda terkejut karena Ahmad tak memberi tahu Faiha dan merahasiakan soal ini.


" Tanya suamimu, dia pasti tahu ! " ucap Bunda


...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......


...Dukung Author ya, cuman author pemula masih belajar dan masih banyak yang harus di perbaiki......


...kritik dan saran yang membangun akan author terima dengan senang hati teriring do'a Jazaakumullahu Khoiron khatsiro......


...Mohon dukungannya, Jangan lupa like, komen hadiah n Votenya juga...

__ADS_1


...Terima kasih, semoga Manfaat !...


__ADS_2