Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
ke tiga setan


__ADS_3

Faiha duduk di sofa tamu di dalam ruangan Ahmad tapi pikirannya tak tenang dia terlihat gelisah. Ahmad melepas jas dan menaruhnya di kursi, kemudian menelpon sesorang kemudian berjalan kembali duduk di sofa bersama Faiha. Ahmad melihat kegelisahan Faiha.


" Santai saja dik, aku gak akan macam macam tapi...." ucap Ahmad tertahan karna suara seseorang di depan pintu yang dari tadi sengaja di buka


" permisi pak... "


" Masuk " ucap Ahmad


Seorang pegawai Masuk ke dalam ruangan sesuai perintah atasannya dengan membawa sebuah laptop dan beberapa berkas, dia adalah Sita pegawai Ahmad bagian keuangan.


" Duduklah dan silahkan lanjutkan pekerjaanmu di sini " ucap Ahmad


Sita yang tidak tahu maksud dari atasannya itu menurut saja Sita duduk di sisi lain Faiha, membuka laptopnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya sesuai perintah atasannya.


" Dik Fai, Bagaimana kabarmu? " ucap Ahmad basa basi


" Alhamdulillah baik pak " jawab Faiha


" Pak? Kenapa kamu memanggilku seperti itu? " tanya Ahmad


" Bapak kan pemilik usaha dimana saya magang, berarti bapak atasan saya. Jadi lebih baik saya memanggil anda dengan Bapak, lebih sopan" terang Faiha


" hmmm....baiklah tapi kalau kita bicara berdua dan masalah pribadi jangan panggil aku seperti itu " ucap Ahmad


" Baik pak " jawab Faiha


" kok pak lagi " tanya Ahmad


" ini pak, kan ada mbak sita..." jawab Faiha malu malu melirik Sita yang fokus pada laptopnya


" Kecuali Dia, biarkan saja...memang kamu mau kita bicara berduaan saja? hmmm...." ucap Ahmad


Faiha tidak menjawab, dia hanya menundukkan kepalanya sejak tadi tanpa berani menatap Ahmad


" kamu tahu kan kalau dua orang laki perempuan yang berduaan yang ke tiganya adalah setan " ucap Ahmad lagi


Sita yang mendengar ucapan Ahmad menghentikan Aktifitas mengetik keyboard laptopnya. menatap Faiha kemudian melirik Ahmad


" jadi maksudnya, aku jadi setannya gitu....hahhhh " gerutu Sita


" Wkwkwk...bukan aku lo yang bilang mbak setan" ucap Ahmad sambil menertawakan kakak sepupunya


Ya, Sita adalah Sepupu Ahmad yang seumuran dengannya namun sudah menikah dan memiliki seorang anak. Sita bekerja di Supermarket Ahmad untuk membantu menopang ekonomi keluarganya yang jatuh saat suaminya mengalami kecelakaan kerja enam bulan yang lalu yang menyebabkan sebelah tangan suaminya lumpuh.


"udah mbak Sita lanjutin kerja aja, anggap aja mbak gak dengar yang aku omongin sama Faiha " ucap Ahmad


" Jadiin aku Obat Nyamuk nih ceritanya? " sindir Sita melirik Ahmad


" Iya ! " jawab Ahmad tanpa malu malu


Faiha yang sedari tadi diam saja jadi semakin menundukkan kepalanya dalam

__ADS_1


Ahmad mengkode Sita agar diam dan melanjutkan pekerjaannya kembali.


" Dik Fai, Aku yakin sekarang kalau kamu adalah jodohku maka dari itu aku tak kan sungkan lagi untuk mendekatimu " ucap Ahmad


" Maksud kak Ahmad?" tanya Faiha


" Sejak aku dapat kabar tentang lamaran seseorang kepadamu, aku sempat putuskan untuk melupakan dan tak memikirkanmu lagi " ucap Ahmad


" Namun saat aku sudah bisa melewati itu semua kita berjumpa lagi tanpa sengaja saat aku mengantar Ais ke rumah guru ngajinya yang ternyata itu adalah kamu " lanjut Ahmad


" Lalu saat Aku memberikan bea siswa magang untuk siswa berprestasi dan ternyata siswa itu kamu sendiri....Semua bukan kebetulan, semua karna Allah yang berkendak " ucap Ahmad


" Kak, jodoh itu rezeki kewajiban kita hanya berikhtiyar bukan menentukan " ucap Faiha


" Ya, karna kalau jodoh pasti di dekatkan" ucap Ahmad


" Semakin aku menjauh dan ingin melupakanmu semakin Allah mendekatkanmu denganku " ucap Ahmad lagi


" Maaf kak, bisakah kita bicara soal lain...aku di sini posisinya sedang magang seharusnya kakak memberi tugas kepadaku sebagai seorang atasan, apa yang harus aku lakukan sebagai anak magang ?" Ucap Faiha


" Kamu hanya bertugas menjaga hatimu untukku " ucap Ahmad


" Kak, bisakah kita bicara serius? " ucap Faiha


" Dari tadi aku juga ngomong serius " Ucap Ahmad


" Bisakah lebih propesional ? " ucap Faiha


" hmmm baiklah...Maaf sebelumnya, aku hanya terlalu bersemangat dan bahagia bisa lebih dekat denganmu dan bisa lebih sering melihatmu " ucap Ahmad


" Baiklah, ini jadwal magangmu " ucap Ahmad memberikan selembar kertas


Faiha membaca dan memahami isinya


" Kamu gak keberatan kan? kalau masuk empat hari? " tanya Ahmad


" Tidak apa " jawab Faiha


" Baiklah kamu bisa menyelesaikan tugasmu sekarang " ucap Ahmad


" Mbak Sita, tolong antar Dik Fai ke posnya hari ini " ucap Ahmad ke Sita


" Baiklah, Yuk Fai " jawab sita meletakkan laptopnya di meja di dalam ruangan Ahmad kemudian nerdiri dan berjalan ke luar ruangan Ahmad


Faiha mengangguk, dan berpamitan kepada bosh barunya


" Permisi Kak, Assalamu'alikum " pamit Faiha


" Wa'alikum salam " jawab Ahmad


Mbak Sita berjalan lebih dulu sementara Faiha mengekorinya di belakang hari ini Faiha mendapat posisi di gudang untuk belajar mengecek barang yang masuk.

__ADS_1


Setelah mengantarkannya ke gudang dan mengenalkannya kepada karyawan gudang dan meminta kepada kepala gudang untuk mengajari Faiha, Sita kembali lagi ke ruangan Ahmad untuk mengambil laptop dan berkasnya untuk di selesaikan.


" Gimana menurut pandangan mbak Sita? " tanya Ahmad saat Sita sudah di ruangan ahmad dan sedang memgemasi berkasnya


" tentang? " tanya sita tanpa melihat ke arah sepupunya


" Faiha" jawab Ahmad


Sita menghentikan aktifitasnya dia melihat Ahmad yang sedang bahagia dengan tersenyum sumringah


" Apa kamu serius dengannya?" tanya Sita


" seriuslah " jawab Ahmad tegas


" Segera Halalkan ! " ucap Sita tak kalah tegas


" Tapi dia masih sekolah mbak" ucap Ahmad sendu


" Bukan masalah " Jawab Sita


" Kalau di tolak? " tanya Ahmad


" Kamu lebih takut di tolak dari pada takut murka Allah kepadamu?" tanya Sita


" lelaki yang bertanggung jawab itu laki laki yang segera menghalalkan jika memang suka bukan menunda " ucap Sita lagi


" Tapi mbak... " ucap Ahmad Ragu


" tapi kenapa? kamu Ragu?" tanya Sita


Ahmad diam tak bisa menjawab Pertanyaan Sita, dia bukan ragu tapi dia hanya memberi kesempatan Faiha untuk melanjutkan sekolahnya dulu, mungkin lulus SMK dia baru akan berencana menikahinya.


" Buat apa kamu beribadah tiap hari jika tak melibatkan Allah dalam segala urusanmu " ucap Sita


" Istikhorohlah, tak ada yang tak mungkin bagi Allah...Kamu hanya perlu mendekat padaNYA " ucap sita lagi


Ahmad manggut manggut, memang selama ini dia selalu menyebut nama Faiha dalam setiap doanya tapi dia belum pernah sholat istiqoroh untuk memantapkan hati untuk menikah dengan Faiha saat ini. karna tak pernah ada dalam pikirannya untuk menikahinya saat ini.


" Kalau kamu belum sanggup menghalalkannya lebih baik jahuhi dia " ucap Sita tegas


" Karna Aku gak mau lagi jadi setannya " ucap Sita sambil melirik Ahmad


Ahamd melihat Sita dan tertawa terbahak bahak akan kejadian barusan yang menjadikan mbak sita patung hidup bisa bicara tapi di suruh diam bisa mendengar tapi di suruh tuli.


" Maaf mbak, tapi dengan mbak menjadi setan aku bahagia bisa bersamanya " ucap Ahmad masih dengan tertawa


...-----😅-----...


..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...


...-----😅-----...

__ADS_1


__ADS_2