
" Kamu gak mau liat siapa yang sedang bertamu? " tanya mama lagi
" Maaf ma " ucap Ais lesu mencoba mengangkat wajahnya menatap sosok tamu di rumahnya
Seketika wajahnya berubah bahagia
" ka....kak...." ucap Ais kaget tapi bahagia
" Assalamu'alaikum adiknya kakak yang Cantik " ucap tamu itu
" Wa' alaikum salam kak " ucap Ais malu
" Gak mau salim sama kakakmu Is? " tanya mama saat melihat anak perempuannya tak ada pergerakan hanya berdiri di tempatnya saja
" Tidak ! " ucap Ais menggelengkan kepalanya
" Lagi berantem sama kakak? Ngambek nih critanya?" ucap mama Ais
" Tidak " jawab Ais
" Terus kenapa? " tanya mama
" Bukan Mahrom ma, gak boleh sentuhan " jawab Ais kemudian
.
Semua melonggo melihat ke arah Ais. mereka tak menyangka bocah delapan tahun bisa berkata seperti itu. meski tamu itu masih sepupu Ais tetap saja mereka BUKAN MAHROM dan tidak boleh bersentuhan.
Mahrom Maknanya orang yang tidak bisa dinikahi dan tidak batal wudhunya jika bersentuhan. Namun Ais dan tamu itu hanya sepupu.
__ADS_1
" Adik kakak makin dewasa dan makin pinter ya sekarang " ucap tamu itu sambil tersenyum ke arah Ais
Meskipun ketika kecil memang mereka sangatlah dekat sedekat adik dan kakak namun kala itu Ais masih usia 5 tahun dan belum paham akan hal itu dan tamu itu juga belum lebih baik pemahaman agamanya dari pada saat ini.
" Ais pulang ngaji? " tanya tamu itu kemudian saat melihat Ais mebawa mukena dan sebuah tas yang berisi buku buku agama
" Ya kak, tapi Ais tidak bersemangat hari ini " jawab Ais dengan wajah lesunya
" Ais permisi kak, Pa, Ma mau ke kamar dulu " ucap Ais kemudian
" hmmm...." guman mama
" Kenapa ma, gak kayak biasanya si Ais pulang ngaji lemes gitu " tanya papa
Papa melihat putrinya tidak seperti biasanya, sebagai orang tua papa Ais khawatir apa yang membuatnya berduka setahun silam terulang lagi hingga membuat keceriaan di wajahnya hilang. Baru beberapa bulan terakhir orang tua ini melihat putrinya tersenyum kembali itu juga karna seorang gadis remaja yang mengajar ngaji di Musolla tempat Ais mengaji.
" itu Pa, guru ngajinya Ais pulang kampung jadi mungkin tadi ngajinya nggak sama dia " jawab mama
" Oh...." ucap papa sambil berpikir
Papa melanjutkan obrolannya dengan tamu tentang bisnis barunya di kota ini.
.
.
Di tempat lain, di ruang tamu rumah Faiha
" Gimana Nduk? apa kamu betah di rumah pak Dhe?" tanya bunda
__ADS_1
"Alhamdulillah bunda, Fai betah bunda. Fai punya banyak teman di sana " jawab Faiha
" Apa kamu tidak capek nduk kalau pulang sekolah mengajari anak anak mengaji di Musolla? " tanya bunda lagi
" Tidak bun, malah Faiha bahagia bisa mengamalkan Ilmu yang Fai punya untuk adik adik di sana " jawab Fai
" Apa sekolahmu tidak terganggu Nduk? apa kamu punya waktu untuk belajar? " tanya bunda
" Tidak Bun, Tugas sekolah Fai kerjakan saat malam, kalau tugas praktek Fai bawa saat ke Musolla " jawab Faiha
Fai menceritakan aktifitasnya tiap hari dari habis subuh membantu bu Dhe membersihkan rumah
" Jaga kesehatanmu Nduk " pesan bunda kemudian mendengar cerita kegiatan Faiha yang di rasa cukup padat dan melelahkan
" Kamu kalau capek tidak usah pulang ke kampung seperti ini, nanti biar ayah dan bunda yang ke sana sekalian menengok pak Dhe dan bu Dhemu " ucap Bunda lagi
" Njih bunda, Fai kangen sama bunda " ucap Faiha sambil memeluk bundanya.
" Sama saya gak kangen Fai " ucap seseorang di depan pintu yang terbuka
🌻🌻🌻🌻🌻🌹 🤗 🌹🌻🌻🌻🌻🌻
..." Kenali MAHROM mu...
...SEPUPU, IPAR itu Bukan Mahrom...
...Hati hati menjaga Hati "...
...*---…😍…---*...
__ADS_1
..." Allahumma sholli ala sayyidina muhammad "...
...*---…😍…---*...