Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
fitnah 3


__ADS_3

" Jangan sok suci kamu, benerin dulu akhlakmu baru berhijab, baru ngajari anak anak ngaji " ucap Bu RW pada Faiha


Faiha hanya menunduk sambil menyeka air matanya.


" Astaghfirullah bu, tenang dulu biarkan Faiha menjelaskan tuduhan ibu " ucap uztad Rudi


Faiha mengambil nafasnya dalam dan mulai bercerita kepada uztad Rudi dan juga bu RW tentang kondisi yang membuatnya hanya duduk berdua menikmati mie ayam bersama Ahmad


Karena Ibu ibu yang sedang menunggu anak anak terlihat tegang dan seperti ada sesuatu, Pak Man sopir Ais yang berniat menjemput Ais menghampiri ibu ibu


" Assalamu'aalikum ibu ibu, sedang apa ini ibu ibu di sini ? " tanya pak Man


" Wa'alaikum salam pak " jawab ibu ibu kompak


" Itu pak Nak Faiha di labrak sama bu RW katanya kemarin bu RW liat Nak Faiha berduaan dengan laki laki di warung mie Ayam " jawab ibu 2


" Tapi tetep saya tidak percaya sama tuduhan bu RW " ucap ibu 1


" Tapi bisa juga itu terjadi, secara bu RW udah melihat dengan mata kepalanya sendiri nak Faiha bersama laki laki " ucap ibu 3


" Pasti Nak Faiha punya alasan " ucap ibu 1


" masak sih dia bermuka dua seperti yang dikatakan bu RW " ucap ibu 2


Saat kemarin pak Man hendak kembali ke warung setelah mengisi bensin di pom dan juga mengantarkan Ais ke toilet pom Pak Man melihat bu RW keluar dari warung mie Ayam yang di hampiri bersama Ahmad dan Faiha dengan kondisi marah marah. Kebetulan mereka berpapasan di depan warung.


" jangan jangan " guman pak Man


Pak Man menghampiri tempat uztad Rudi, Faiha dan juga bu RW berada. Pak Man sampai saat Faiha baru saja selesai bercerita tentang kejadian itu.


" Maaf pak Uztad, saya ikut bicara " ijin pak Man


" Silahkan pak " ucap uztad Rudi


Kemudian Pak Man bercerita seperti yang diceritakan Faiha kepada Uztad Rudi dan bu RW. cerita keduanya memang sama tanpa ada yang terlewat

__ADS_1


" .....tadinya kami berempat dan saat Ais ingin ke toilet saya yang mengantarnya sekalian mengisi bensin di pom. karna Mas Ahmad dan Nak Fai makannya belum habis kami tinggal lebih dulu karna Ais kebelet jadi kami buru buru " terang pak Man


" Dan lagi Nak Fai dan Mas Ahmad di tempat umum dan tempat terbuka di sana juga banyak pengunjung lainnya bukan hanya mereka berdua saja " tambah pak Man


" Oh jadi begitu ceritanya, sekarang sudah jelas ya bu..." ucap Uztad Rudi pada bu RW


" Jadi saya berharap lain kali ibu jangan menuduh orang tanpa bukti karna itu jatuhnya Fitnah, dan Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan " ucap Uztad Rudi lagi


" Ya uztad, saya mengerti " ucap Bu RW


" Saya mohon maaf uztad " ucapnya lagi


" Maafnya sama Faiha bu, saya hanya meluruskan kesalah pahaman ini saja " ucap Uztad Rudi


Dengan Malu, dan wajah tertunduk bu RW minta maaf pada Faiha


" Nak Fai, ibu minta maaf ya telah menuduh nak Fai, Ibu juga minta maaf ternyata ibu yang kurang memperhatikan anak ibu Dika " ucap bu RW


Sebenarnya bu RW mengakui banyak perubahan dalam diri anaknya semenjak belajar mengaji dengan Faiha, namun karena Egonya yang terlalu tinggi, bu RW tak mau mengakuinya secara langsung bahkan berterima kasihpun enggan.


" Iya bu, Fai udah maafin ibu sebelum ibu minta maaf " ucap Faiha


.


.


Sudah dua malam ini sejak menjemput Faiha dari kampungnya Ahmad selalu kepikiran, Dia tak kuasa membohongi perasaannya saat ini


" Di hadapanmu aku malu memandangmu, tapi di hadapan Allah terang terangan aku meminta agar dijodohkan denganmu " guman Ahmad


" Ya Robb, jika dia benar untukku maka dekatkanlah hatinya dengan hatiku. Dan jika dia bukan milikku, damaikanlah hatiku dengan ketentuan-Mu " guman Ahmad masih memikirkan Sosok yang dia kagumi selama ini.


Meski saat bertatap muka, mereka tak saling bicara namun hati keduanya penuh dengan tawa bahagia. Mencintai dalam diam, tak perlu diungkapkan namun debaran demi debaran menyatakan harapan.


KRING KRING KRING

__ADS_1


Suara ponsel Ahmad berbunyi, membuyarkan lamunannya sore itu. Diambilnya benda pipih persegi itu di atas meja kerjanya. Aplikasi hijau dengan panggilan Vidio. Dia geser layarnya terlihat senyum manis sang mama


🧕🏻 Asaalmu'alaikum sayang....


🧑🏻 Wa'alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh mama


🧕🏻 Masih di kantor sayang?


🧑🏻Masih ma


🧕🏻gimana kabarmu di sana? Mama kangen kamu ni


🧑🏻Alhamdulillah ma, Ahmad sehat...Ahmad baru seminggu di sini mama udah kangen aja, padahal tiap hari gak pernah absen teleponnya


🧕🏻Mama gak ada temannya dirumah, sepi !kamu kapan pulang?


🧕🏻Mama liat kamu bahagia sekali di sana, apa kamu betah di sana?


🧑🏻Insyaallah ma, kapan kapan Ahmad sempetin pulang...Ahmad betah banget ma disini, bahagia itu karna banyak bersyukur dan kurangi mengeluh ma....


🧕🏻 Alhamdulillah, kamu udah makan?


🧑🏻Belum ma, nanti pulang kantor aja sekalian pulang cari makan di jalan


🧕🏻 jaga kesehatanmu ya


🧕🏻 mama tutup teleponnya dulu, sepertinya ada tamu di depan


🧑🏻iya ma, mama juga jaga kesehatan salam buat papa


🧕🏻ya udah, Assalamu'alaikum


🧑🏻wa'alaikum salam warohmatullah wabarokaatuh


...-----🌻🌻🌻-----...

__ADS_1


..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...


...-----🌻🌻🌻-----...


__ADS_2