Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
Fitnah 1


__ADS_3

" Mana itu si guru ngaji yang sok pintar " teriak seorang ibu yang sedang marah di halaman musolla


Beberapa ibu yang sedang menunggu anaknya mengaji di depan musolla jadi heran melihatnya.


" Ibu ibu di sini pada tahu gak, buku tulisnya anak anak di pakai surat menyurat " ucapnya memprovokasi ibu ibu yang sedang duduk di depan musolla


" Masa buku anak saya penuh dengan coretan " ucapnya lagi


Tak ada yang menjawab atau meladeni ibu itu, mereka hanya terdiam saja.


" Ayo yang mau ikut saya melabrak guru ngaji itu " ucapnya mengajak ibu ibu yang lain


Namun mereka tak ada sedikitpun yang menjawab atau merespon ajakannya.


" Dasar payah, gak ada yang punya keberanian seperti saya, biarkan saya sendiri yang melabraknya " gumannya.


ibu itu masuk ke dalam musolla berteriak mencari sosok guru ngaji itu


" Oh, ini to uztadzah yang sok itu " ucap ibu itu meninggikan suaranya saat melihat Faiha sedang mengajar anaknya mengaji


" Hee kamu..." teriak ibu itu menunjuk Faiha


Faiha menengok ke sumber suara


" Sini kamu..." ucap ibu itu lagi


Faiha berdiri menghampiri sang ibu


" Assalamu'alaikum ibu..." ucap Faiha mengulurkan tangan hendak menyalami tangan ibu itu


" Tidak usah sok ramah " Ucap ibu itu menepis tangan Faiha


" Astaghfirullah...." guman Faiha dalam hati

__ADS_1


Faiha menundukkan kepalanya dalam, dia tak tahu apa yang membuat ibu itu semarah ini kepadanya


" Siapa namamu ?" tanya ibu itu


" Faiha ibu..." jawab Faiha lembut masih menundukkan kepalanya


" Kamu tahu siapa saya?" ucap ibu itu lagi


Faiha menggelengkan kepalanya


" Maaf ibu, Fai tidak tahu " ucap Faiha kemudian


" Saya Bu RW di sini, kamu tahu kenapa saya datang kesini ?" tanya ibu itu lagi


Faiha kembali menggelengkan kepalanya


Uztad Rudi yang mendengar kegaduhan di depan musolla bergegas ke depan mencari sumber kegaduhan itu.


Ibu itu mengambil sesuatu dalam tasnya dan melemparnya persis ke muka Faiha. Faiha kaget dan memejamkan matanya


" Ada apa bu, kalau ada masalah sebaiknya di bicarakan baik baik ibu " ucap Uztad Rudi meredam amarah bu RW


" Uztad Rudi kan yang merekom bocah ini buat ngajar anak anak disini?" tanya bu RW basa basi


" bu, sebaiknya kita duduk dulu, mari " ucap uztad Rudi mempersilahkan


bu RW menuruti omongan uztad Rudi untuk duduk kemudian menyodorkan buku yang dia lempar di wajah Faiha tadi


" Apa ini, coba liat buku anak saya coretan semua " ucapnya lagi


Uztad Rudi mengambil buku yang di sodorkan bu RW dan membukanya. kemudian menunjukkan kepada Faiha. Faiha menerima buku yang diberikan uztad Rudi dan melihatnya. Faiha mengembalikan buku itu pada uztad Rudi


" Apa coretan yang bu RW maksud adalah ini ?" tanya uztad Rudi mengerutkan dahinya

__ADS_1


Uztad Rudi menunjukkan sebuah tulisan kepada bu RW. Bu RW melihat tulisan yang ditunjuk uztad Rudi dan menganggukkan kepalanya


" iya, coba apa maksudnya tiap halaman selalu di tulisi sama dia. buku ini buat belajar bukan buat surat suratan " jawab bu RW


Uztad Rudi melihat ke arah Faiha, dan memberikan kode agar Faiha menerangkan maksud dan tujuannya


" Maaf bu, saya hanya berniat menyemangati adik adik dengan kata motivasi supaya adik adik semangat belajar mengajinya " terang Faiha


" Saya tadinya juga berharap agar orang tua juga mensupport adik adik untuk bersemangat saat berangkat mengaji dan memberikan perhatian yang lebih kepada adik adik " terang Faiha


" Maaf ibu jika saya salah, saya tidak ada maksud lain " ucap Faiha tulus meminta maaf


Ada beberapa ibu yang tak sengaja menyaksikan dan mendengarkan semua itu, mereka adalah ibu ibu yang sedang menunggu anak anaknya


" Dasar bu RW ompreng !" ucap ibu 1


" Lhah kemana aja dia selama ini, buku anakku aja udah mau ganti 3 kali yang selalu ada tulisannya seperti itu " ucap ibu 2


" Aku malah seneng di tulisi sama uztadzah Faiha, bisa mantau perkembangan anak anak dari rumah " ucap ibu 3


" Anakku makin semangat ngajinya semenjak ada uztadzah Fai " ucap ibu 2


" iya, anakku juga....katanya seneng kalau belajar ngajinya sama kak Fai " timpal ibu 3


"bu RW aja tu yang gak pernah perhatian sama anaknya, buktinya anaknya nurut dan gak bandel lagi sekarang " ucap ibu 1


" kebanyakan klayapan tu bu RW hahaha " ucap ibu 1


mereka ikut tertawa melihat kekonyolan bu RW.


Bu RW menyadari di lihat dan di tertawakan oleh ibu ibu yang tadi di provokasinya di depan tapi berhasil bahkan mereka tidak mengghiraukannya sama sekali


" memang uztad Rudi tau latar belakang dan kelakuan dia? " ucap bu RW gak mau di remehkan

__ADS_1


Semua orang yang mendengar ucapan bu RW memandangnya penuh tanya.


" Kemarin aku lihat dia berduaan sama laki laki, dasar ! mukanya saja yang sok alim kelakuan b***t " ucapnya lagi


__ADS_2