
Sudah seminggu Faiha pulang dari Rumah sakit dan menjalani rawat jalan, Kondisinya sudah mulai pulih cuma kadang masih terasa sakit di intinya.
Bunda berencana untuk pulang kembali ke kampung. Namun Bunda ingin mampir dulu ke rumah pak Dhe untuk menjenguknya.
Ahmad mengantarkan Bunda ke rumah pak Dhe, Faiha juga ingin ikut serta.
" Bi, aku ikut ya?" ucap Faiha manja pada suaminya saat bersiap
" Kamu di rumah saja sayang, nganter bunda ke kampung butuh waktu dua jam lo, belum baliknya ke sini, nanti kamu kecapekan sayang " ucap Ahmad menggenggam tangan istrinya
" Aku di rumah pak Dhe aja ya, bosen di rumah. nanti kamu pulang nganter bunda jemput aku lagi di rumah pak Dhe " ucap Faiha yang sudah sepuluh hari tidak ke mana mana karena habis di Currett.
Ahmad menatap istrinya iba, Faiha yang biasa banyak aktifitas sudah sepuluh hari ini sejak dia di rumah sakit hanya tiduran saja. Ahmad menjadi kasihan
" Baiklah, nanti aku minta tolong Ais nemenin kamu di rumah pak Dhe ya " ucap Ahmad
" Tidak usah bi, Ais pulang sekolah nanti capek. saat pulang ngaji aja suruh mampir ke pak Dhe" ucap Faiha
" Baiklah sayang " ucap Ahmad mencium kening istrinya
" Terima kasih bi " ucap Faiha
Tahu gak para Readers yang manis...
Kalau kekasih halal yang nyium nyesss banget rasanya karena dapat banyak kucuran pahala....
Mau nyoba?
Buruan halalin !
Ahmad, Faiha dan bunda menuju rumah pak Dhe. Bunda hanya sebentar saja di rumah pak Dhe karena sudah ingin pulang ke kampung halaman. Ahmad sudah menghubungi tante Indah dan meminta tolong Ais untuk menemani Faiha di rumah pak Dhe usai pulang dari ngaji. Ahmad mengantar bunda pulang, sedang Faiha masih di rumah pak Dhe dan bu Dhe
" Bagaimana kondisimu pasca currett Nduk?" tanya Bu Dhe
" Alhamdulillah bu Dhe, Faiha sudah pulih seperti yang bu Dhe lihat " ucap Faiha
" Meski kamu terlihat sehat, kamu harus jaga kesehatan dan pola makan yang sehat nduk, pengalaman teman teman bu Dhe sehabis di Currett biasae ada yang langsung hamil lagi namun tak sedikit yang sulit untuk hamil lagi " ucap bu Dhe
" Njih bu Dhe " jawab Faiha
" Rezeki, jodoh, Anak, Mati itu ketetapan Allah bu, tidak seharusnya kita mendahuluinya " ucap Pak Dhe
" Anak bagi seorang perempuan itu penting pak, memang semua ketetapan Allah namun kita sebagai manusia juga harus usaha dan berdoa pak " ucap bu Dhe
" Kamu harus berusaha nduk dengan menjaga pola makan hidup sehat dan jangan lupa untuk terus berdo'a " ucap bu Dhe
" Njih bu Dhe " jawab Faiha
" Kamu istirahat di kamar aja Nduk, nanti bu Dhe buatkan bubur kacang ijo " ucap bu Dhe
" Gak usah repot bu Dhe. Faiha di sini saja dulu, bosen tiduran terus. Nanti kalau terasa pegal Faiha istirahat ke kamar " ucap Faiha
" Ya sudah, bu Dhe ke dapur ya " ucap Bu Dhe
" Njih bu Dhe " jawab Faiha
Bu Dhe pergi meninggalkan Faiha dan pak Dhe di teras
" Nduk, pak Dhe iba melihatmu, usiamu masih sangat muda namun cobaanmu begitu berat " ucap pak Dhe
" Pak Dhe, Doakan Faiha kuat ya. Faiha yakin Allah tak akan menguji hambanya di luar batas kesanggupannya " ucap Faiha
" Kamu sabar ya, tak ada rumah tangga yang tak di uji. Hanya berbeda soal ujian yang Allah berikan " ucap Pak Dhe
" Njih pak Dhe " ucap Faiha
.
__ADS_1
.
" Ma, itu kak Fai lagi di rumah pak Dhe, Mampir yuuk " ucap Onel pada mamanya
" Aku juga mau mampir donk ma, kangen kak Fai " ucap Dika merengek manja pada sang mama
Mama Onel dan Mama Dika sepakat mampir demi menuruti kemauan anak anak mereka
"Assalamu'alaikum " sapa mereka bersama
" Wa'alaikum salam " jawab Pak Dhe dan Faiha
" Kak Fai " ucap Onel salim dengan Faiha di lanjut salim ke pak Dhe
" Kak, Dika kangen kak Fai " ucap Dika sambil memeluk Faiha yang masih duduk di kursi
" Sama sayang, Kakak juga kangen sama kalian semua " ucap Faiha
" Kakak kemana saja gak ngajarin kita ngaji lagi ? " tanya Onel
Faiha tersenyum
" Kakak lagi banyak urusan, sebentar lagi kakak harus mengikuti ujian semester program akselerasi. Maaf ya, nanti kalau urusan kakak sudah selesai kakak ngaji bareng kalian lagi okey ? " ucap Faiha
" Okey " ucap mereka berdua kompak mengacungkan jempol tangannya
Semua tersenyum melihat tingakah dua anak kecil itu
" bu " ucap Faiha tersenyum memandang mama anak anak yang sejak tadi dia acuhkan
Dua ibu tersenyum ramah.
" Maaf, keasyikan ngobrol sama anak anak " ucap Faiha menyalami ke duanya
" Gak papa Nak Fai, maaf juga jadi ganggu ini anak anak pada ngajak mampir liat kamu di sini " ucap mama Onel
Faiha mengangguk dan tersenyum
" Mari bu silahkan duduk " ucap pak Dhe berdiri berniat hendak ke dalam
" Terima kasih pak Dhe, gak usah " ucap Mama Dika
" Kita cuman ingin menyapa saja " ucap mama Onel
" Gak papa bu ibu duduk saja, anak anak tampaknya masih kangen sama Faiha. Bu ibu tunggu sambil duduk saja sini " ucap Pak Dhe menggeser tubuhnya menjauhi kursi dan berniat ke dalam
Ibu onel mengangguk, dan menyetujui saran pak Dhe untuk duduk
" Pak Dhe ke dalam dulu " ucap pak Dhe meninggalkan mereka di sana
Akhirnya mereka duduk di kursi di teras rumah pak Dhe. Tampak Dika yang ingin selalu dekat dengan Faiha
" Kak Fai, Dika mau nanya boleh gak?" ucap Dika
" Tanya apa sayang? hmmm ?" ucap Faiha mengelus rambut kepala Dika
" Doraemon sama Spiderman hebatan mana ? " tanya Dika
" Menurut Dika ? Hebat mana ? " tanya Faiha sambil tersenyum
" Hebat Doraemon ! " ucap Dika riang
" hahaha...Hebat Spidermen donk ! gitu aja gak tahu Dika Dika " ucap Onel
" Hebat Doraemon ! " ucap Dika
" Spiderman ! " ucap Onel tak mau kalah
__ADS_1
" Doraemon !" ucap Dika
" Spiderman !" ucap Onel
Terjadi perdebatan antara Dika dan Onel, Mama mereka hanya menatap mereka bergantian tanpa tahu harus berbuat apa.
" Kalau Doraemon Hebatnya apa?" tanya Faiha santai
" Doraemon punya kantong Ajaib kak, punya pintu ke mana saja " jawab Dika
" Kalau Spiderman hebatnya apa?" tanya Faiha lagi
" Spiderman punya jaring laba laba kak, bisa panjat di gedung tinggi dengan jaring laba labanya, dia juga bisa mengalahkan penjahat kak " jawab Onel bersemangat
" Kalian tahu tidak kalau mereka hanya tokoh khayalan? mereka hanya ada di film saja " ucap Faiha
" Khayalan?" ucap mereka kompak
Faiha mengangguk
" jadi mereka sebenarnya tidak ada ya kak? " ucap Onel
Faiha mengangguk dan tersenyum
" Mereka tidak ada ! " ucap Faiha
" Mau tidak kakak beritahu Tokoh yang lebih hebat tapi bukan khayalan? Bagaimana? Mau tidak? " ucap Faiha
" Lebih hebat tapi bukan Khayalan? Memang ada? " tanya Onel
" Dia bisa mengalahkan penjahat tidak kak? " tanya Dika
" bukan hanya mengalahkan penjahat namun beliau juga bisa merubah yang jahat menjadi baik " ucap Faiha
" Siapa kak?" ucap Onel
" Beliau mencontohkan budi pekerti luhur, akhlaq yang mulia, dan juga saling menyayangi beliau adalah Rosulullah " ucap Faiha
" Jadi siapa yang hebat?" tanya Faiha
" Rosulullah kak ! " ucap Dika dan Onel kompak
Pada Dirinya tidak ada sifat iri dengki dan hasut
Pada dirinya tempatnya segala akhlaq terpuji
Tauladan kita dalam menjalani kehidupan di alam ini
Yang menangisi nasib umatnya
semoga kita termasuk umatnya yang pandai bersyukur
...-----😍-----...
..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...
...-----😍-----...
Mampir yuuk di Novel ke duaku...jangan lupa juga dukung Author...
...OTW Melupakanmu...
seru banget ceritanya tetap banyak pelajaran yang bisa di ambil dalam ceritanya....
Dukung Author ya, cuman author pemula masih belajar dan masih banyak yang harus di perbaiki...
kritik dan saran yang membangun akan author terima dengan senang hati teriring do'a Jazaakumullahu Khoiron khatsiro....
__ADS_1
Semoga Manfaat !