Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
jodohin


__ADS_3

" Bun, Fai pamit ya, doakan Faiha ya bun " ucap Faiha memeluk bunda


" Ya Nduk, Bunda selalu berdoa untukmu hati hati di jalan. salam buat pak Dhe bu Dhe ya " ucap Bunda mengurai pelukan Faiha


" Yah, Faiha kembali dulu ke rumah pak Dhe, selalu doain Faiha ya yah " pamit Faiha memeluk ayah sesaat.


" Jaga sholat, jaga diri baik baik di sana nduk " pesan Ayah


" Njih Yah " ucap Faiha mengangguk


" Bunda, Ais pamit ya...Bunda jangan kuatir Ais akan nemenin dan jaga kak Fai " pamit Ais


" Cah Manis, belajar yang rajin ya dan selalu semangat " ucap bunda mengusap usap kepala Ais


Ahmad menyalami Ayah dan mencium tangannya tanda hormat sedangkan dengan bunda Ahmad hanya menangkupkan kedua tangannya ke dada


" Pak, Buk kami semua pamit " ucap Ahmad


"Assalamu'alaikum " ucap mereka bersama


" Wa'alaikum salam warohmatullah wabarokatuh " jawab Ayah dan bunda bersama


Mereka memasuki mobil. Ais dan Faiha duduk di jok belakang, sedangkan Ahmad duduk di samping kemudi. Pak Man membunyikan klakson tanda pamit mobil akan segera berjalan menuju tempat tujuan. Ayah dan bunda membungkukkan kepala dan begitu pula Ahmad dan pak Man.


" Daa daa bunda...." ucap Ais melambaikan tangan pada bunda dan Ayah di jendela mobil yang kacanya sengaja di buka


Mobil berjalan pelan, karna jalan desa yang belum juga di aspal dan masih berlubang di sana sini membuat pengemudi harus extra hati hati memilih jalur yang akan dilalui agar tidak slip ban saat melewatinya. sementara di jok belakang Ais memeluk Faiha erat.

__ADS_1


Ahmad melihat sekilas mereka berdua dari kaca spion tengah terlihat Faiha begitu tulus menyayangi adik sepupunya itu. Saat jalan sudah mulus barulah Ais bercerita


" Kak Fai tahu tidak, saat kak Fai pulang kemarin Ais sedih banget lo kak, teman teman juga pada sedih gak bisa mengaji bareng kak Fai " cerita Ais


" Kenapa sedih, kan masih bisa ngaji sama uztad Rudi " jawab Faiha


" Ya, gak kayak kak Fai ngajarnya" ucap Ais


" Uztad Rudi hebat lo dik, beliau kan lulusan Kairo Mesir, Pengalamannya banyak, ilmunya juga, Hafidz pula, seharusnya kan malah pada seneng bisa belajar bareng uztad Rudi " ucap Faiha


" tetep aja kak, kami itu sulit memahami apa yang diterangkan uztad Rudi, bahasanya gak bisa dimengerti anak anak seusia kita kak " jawab Ais tak mau kalah


Faiha tersenyum kemudian memeluk Ais erat dan mencowel pipinyanya lembut


" Kita harus tetap belajar, pada siapapun itu karna di dalam majlis ilmu Allah mengutus banyak sekali malaikat untuk mencatat amalan amalan para pencari ilmu " ucap Faiha


" Maafnya sama Allah, karena udah gak semangat kemarin saat belajar mengajinya " ucap Faiha tersenyum dan mengelus kepala Ais


" Astaghirullah hal Adhim....iya kak " ucap Ais


Ahmad hanya diam mendengar pembicaraan Ais dan Faiha. Penjelasan yang sederhana yang bisa di mengerti anak seusia Ais. percakapan yang semakin membuat Ahmad kagum dengan Faiha. Faiha yang dikenalnya beberapa bulan yang lalu sudah semakin dewasa.


" Astaghfirullah....." Ucap Ahmad lirih masih di dengar Ais dan yang lainnya


" kenapa Kak? " tanya Ais kaget mendengar gumanan Ahmad


" kakak, Mohon Ampunan sama Allah karna tidak bisa berhenti memikirkan seseorang " ucap Ahmad jujur

__ADS_1


" Cie...cie... sapa ya?" tanya Ais kepo


" Semoga calon jodoh kakak nantinya " ucap Ahmad kemudian


" Pacar kakak? " tanya Ais


" Bukan, dalam islam itu tidak ada kata pacar " jawab Ahmad


" Terus? " tanya Ais


" Apanya? kok terus?" tanya Ahmad pura pura tidak maksud Ais


" Siapa cewek itu, cewek yang kakak harapkan jadi jodoh kakak? " tanya Ais lagi


" Mencintai dalam diam dan mendoakan di setiap malam, biar Allah dan kakak saja yang tahu " jawab Ahmad


" ihhh, kakak gak asyik..." ucap Ais


Ahmad mengambil air mineral yang disimpan di atas dashbord dan meminumnya...


" padahal Ais pengen jodohin kakak sama kak Fai ! " ucap Ais


...*---…😍…---*...


..." Allahumma sholli ala sayyidina muhammad "...


...*---…😍…---*...

__ADS_1


__ADS_2