Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
teror Irvan


__ADS_3

" Jadi Faiha sudah menikah?" tanya Irvan


" iya kemarin, dengan anak kota " ucap Bapak Irvan


" Menolak lamaranku alasan pengen sekolah, ini belum lulus sudah kawin" ucap Irvan geram


" paling juga sudah hamil duluan, makanya kawin dadakan" ucap Bapak Irvan


" Aku harus buat perhitungan " ucap Irvan mengepalkan tangannya


Irvan keluar rumah dan menaiki motornya pergi ke rumaha Faiha. Ada Ayah dan bunda yang sedang duduk di teras rumah sambil menikmati kopi.


" Bu Agus, segera bayar hutang anda pada ibu sekarang " ucap Irvan saat sampai di depan rumah Faiha


" Assalamu'alaikum nak Irvan " ucap Ayah


" Haallah....gak usah basa basi " ucap Irvan


" Astaghfirullah...." ucap Ayah lirih


" Cepat Bayar hutang anda pada ibu " ucap Irvan lagi


" Duduklah dulu nak Irvan, kita bicarakan baik baik " ucap Ayah


" Baik baik gimana? kita sudah kasih pinjaman uang tanpa jaminan e malah anaknya di nikahkan sama orang " ucap Irvan


" Jadi selama ini meminjami kami uang tidak ikhlas, mengharap imbalan bisa menikah dengan Faiha, begitu? " ucap Bunda


" ya iyalah, jaman sekarang mana ada yang cuma cuma " uvap Irvan


" Nyesel pinjam utang ke kalian, kalau tidak terpaksa gak bakalan kami pinjam pada ibumu yang sudah aku anggap seperti saudara " ucap Bunda


" bayar hutang hutang anda sekarang, atau akan aku angkut barang berharga di rumah ini " ucap Irvan lagi


" Baiklah nak Irvan, tunggu sebentar " jawab Ayah


Ayah pergi ke dalam rumah hendak mengambil uang yang di berikan Ahmad kepadanya kemarin sebelum kembali ke kota. Ayah sudah menolaknya, namun Ahmad memaksa agar Ayah menerimanya. Akhirnya Ayah menerimanya dan sekarang berguna


" ini nak Irvan, kami lunasi utang kami pada ibumu satu juta rupiah dan kami lebihkan dua ratus sebagai ucapan terima kasih kami" ucap Ayah


Ayah menyerahkan amplop coklat yang berisi uang kepada Irvan


" Kok cuman satu juta dua ratus? " tanya Irvan


" memangnya berapa? hutang kami pada ibumu setahun lalu memang satu juta rupiah untuk kekeurangan biaya berobat Faiha saat harus di rawat di Rumah sakit " ucap Bunda


" Memang sih utangnya cuman satu juta, tapi itu kan setahun lalu jadi ya bedalah, harusnya sekarang bayar dua juta " ucap Irvan santai


" MasyaAllah...itu namanya pinjam jarum kembalinya tiang listrik. lebih kejam dari rentenir " ucap Bunda


" Nak Irvan, tindakanmu ini tidak dibenarkan " ucap Ayah


" terus? yang benar siapa? anda? yang saat itu menolak lamaranku dengan alasan pengen melanjutkan sekolah. sekarang belum lulus malah menikah dengan orang lain hah...." ucap Irvan meninggikan suaranya


" MasyaAllah Nak Irvan, sabar, mungkin Faiha bukan jodoh nak Irvan. waktu itu dia sudah menolak lamaranmu terus terang, jadi tidak salah kalau dia menikah dengan orang lain karena tidak ada yang sedang mengikatnya" ucap Ayah

__ADS_1


" Hallah banyak alasan " bentak Irvan


" Sekaya apa suaminya Faiha, hingga kalian menolakku yang tak di ragukan lagi kekayaannya se kampung ini " ucap Irvan menyombongkan dirinya


" Astaghfirullah Nak Irvan " ucap Ayah


" Paling juga hanya karyawan biasa yang dapat Fasilitas mobil kantor, gayanya sok sok an " ucap Irvan


" bukan siapa siapa tidak jadi masalah bagi kami yang penting bisa menghormati orang tua. dari pada kaya raya tapi tak punya sopan santun terhadap orang tua " jawab Ayah


" ambil uang ini, bukan berarti kami membenarkan sikapmu hanya kami tidak mau lagi berurusan dengan orang kaya sepertimu. terima kasih sudah mengajarkan kami dan menunjukkan kami siapa anda sebenarnya dan kami bersyukur anak kami tidak menjadi istri dari orang kaya raya seperti anda " ucap Ayah memberikan uang delapan ratus ribu rupiah yang di simpannya dalam saku baju koko nya


Irvan pergi dari rumah Faiha dengan perasaan kesal, Perempuan yang menjadi obsesinya selama ini sudah menikah dan dia seperti kalah dalam berperang mendapatkan seorang perempuan. Ya, meskipun banyak perempuan yang menginginkan dirinya yang sukses jadi insinyur dan menjadi orang terkaya di desanya namun Faiha tak pernah meliriknya sama sekali. dan itu yang membuat dia makin terobsesi untuk memilikinya.


" Aku akan membuatmu menyesal Fai " gerutu Irvan


.


.


.


" Sayang, besok sekolah? " tanya Ahmad pada istrinya saat sedang berada di dalam kamar


" tidak bi, mulai besok sekolahnya daring " ucap Faiha


" ya kebetulan kalau begitu, besok ikut ke kantor ya " ucap Ahmad


" ada acara apa bi, besok kan aku waktunya sekolah meski daring kan tetap sekolah bi " ucap Faiha


" besok rencana merealisasikan idemu kemarin, supermarket online, kamu harus ikut mengawasi sendiri konsepnya apa yang kurang untuk realnya besok " ucap Ahmad


" Daringku gimana?" ucap Faiha lagi


" Daring di dalam ruanganku saja besok, klo break bisa langsung cek" ucap Ahmad


Faiha mengangguk menyetujuinya


" sebenarnya kan gak butuh aku lagi bi, kepala bagian udah pasti mengerjakan tugasnya masing masing secara teliti " ucap Faiha


" ya semoga saja, tapi aku tetep ingin kamu mengecek langsung kondisi di lapangan. kalau besok ada kendala yang muncul, kita bisa mengatasinya langsung dan membuatmu mengelurakan ide ide brilianmu lainnya " ucap Ahmad


tiba tiba ponsel Ahmad berdering, panggilan dari nomer baru. Ahmad menggeser ikon hijaunya


" ya, Assalamu'alaikum...." ucap Ahmad membuka percakapan


" Hahaha, kamu punya apa untuk mencintai wanitaku ?" tanya suara di seberang telepon


" Jabatan?kekayaan? ketampanan? beraninya menikahi wanitaku saat aku tidak ada" ucap seseorang dengan nada menghina dan merendahkan


Ahmad yang mendengarkan berusaha untuk tetap tenang


" Maaf, mungkin anda salah nomer...saya tidak paham dengan apa yang anda bicarakan " ucap Ahmad halus


Faiha yang mendengar jawaban Ahmad, ikut penasaran dengan maksud orang yang sedang menelepon suaminya

__ADS_1


" siapa?" tanya Faiha lirih


Ahmad menggerakkan kedua bahunya tanda tidak tahu


" Faiha, kamu menikah dengannya bukan?" tanya orang itu


Ahmad kaget mendengar jawaban itu, kemudian Ahmad mengaktifkan mode speacker ponselnya.


" iya, kamu siapa?" tanya Ahmad


" Hahaha...gak penting aku siapa, yang jelas aku bisa membuatmu di pecat dari tempatmu bekerja " ucap Orang itu


" terus mau anda apa?" ucap Ahmad yang mulai paham karakter lawan bicaranya


" Aku mau anda menceraikan Faiha ! " ucap Orang itu dengan sombongnya


Faiha yang mendengarnya kaget dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya, entah siapa yang sedang berada di saluran telepon suaminya saat ini Faiha tidak mengenali suaranya.


" kalau saya menolak?" ucap Ahmad


" Maka siap siap saja hidupmu menderita " ucap orang di seberang


" Memangnya anda siapa, haruskah saya takut pada orang yang menyebut namanya saja tidak berani..... hahaha..." ledek Ahmad


" bang*** ! " umpat orang itu


" benar kan berarti ucapan saya?" ucap Ahmad.


" memang anda punya apa untuk Faiha? hingga tak rela melihat Faiha menikah denganku hmmmm...." tanya Ahmad santai


" Aku punya segalanya yang Faiha butuhkan, pekerjaan mapan, jabatan, bahkan orang terkaya di kampung " ucap Orang itu


" hahaha...terkaya di kampung kira kira kalau di bawa pindah tempat tu harta masih terkaya gak ya? "


" bang***" umpatnya lagi


" Santai bro ! di atas langit masih ada langit...gak usah banggain tu harta loe yang hanya titipan" ucap Ahmad


" Kalau kamu cinta mati dengan istriku, kenapa gak kamu nikahi saja dia dulu " ucap Ahmad


" aku sudah melamarnya, tapi saat itu dia menolak lamaranku " ucap orang di seberang


" hahaha,,,,sudah di tolak....seharusnya sadar diri bro ! " ucap Ahmad


" Irvan " ucap Faiha lirih


Ahmad melihat istrinya yang terlihat menyimak obrolannya.


" Mas Irvan yang notabene seorang Insinyur berpendidikan tinggi seharusnya punya etika lebih di banding kami yang tidak berpendidikan lebih tinggi ini donk, bukan Jabatan yang membuat anda hebat tapi karna Allah masih menutup aib aibmu " ucap Ahmad


Irvan yang terkejut lawan bicaranya mengenalinya tiba tiba memutuskan sambungan teleponnya.


tut...tut...tut.....


...-----💞-----...

__ADS_1


..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...


...-----💞-----...


__ADS_2