
" Sayang, 2 minggu lagi kita akan adakan acara syukuran 4 bulan kehamilanmu sekaligus acara walimah pernikahan kita yang belum sempat terlaksana " ucap Ahmad saat pasangan suami istri ini sedang berbaring di atas ranjang
" Kamu masih mau konsep walimah seperti yang pernah kamu utarakan kepadaku dulu atau mau gimana hmmm?" ucap Ahmad lagi mengusap perut Faiha yang sudah tampak membuncit
" Iya bi " ucap Faiha
.
.
Tibalah hari itu, acara tasyakuran 4 bulan kehamilan Faiha sekaligus walimatul ursy. Bunda, Ayah, Mama, Papa, dan seluruh keluarga besar berkumpul di rumah mereka.
Acara pengajian dan do'a bersama di pagi hari di hadiri oleh anak yatim, Fakir miskin serta para dhuafa 500 tamu undangan yang hadir untuk mendoakan mereka. Hidangan istimewa di hidangkan untuk menjamu mereka di pesan dari catring bintang lima. Mereka di persilahkan menikmati hidangan oleh MC setelah acara doa selesai
" Makananya enak ya "
" Iya jelas ini makanannya orang kaya "
" Pak Ahmad memang dermawan, tak membedakan kaya miskin dalam menjamu tamu "
" Iya, beliau memang baik hati "
" Andai semua orang kaya seperti pak Ahmad "
Obrolan tamu yang hadir yang begitu merasa di muliakan meski mereka dari kalangan orang kurang mampu dan bahkan ada yang fakir
Mereka menikmati hidangan dengan bahagia, karena berbagai makanan yang di hidangkan terasa enak dan hampir tak pernah mereka nikmati karena mereka tak pernah punya uang untuk membelinya.
Mereka pulang dengan membawa bingkisan sembako yang di telah di siapkan. Tak henti hentinya mereka berdoa untuk kebaikan Ahmad beserta isteri karena merasa sangat bahagia. Perut kenyang dan bingkisan sembako untuk seminggu ke depan rasanya bertambah bahagia karena setiap hari yang mereka pikirkan hanya apa yang akan mereka makan hari ini namun kini untuk seminggu ke depan mereka tak memikirkan itu lagi.
" Semoga Pernikahan bapak dan ibu langgeng, dan anak yang di kandung ibu jadi anak yang sholih sholikhah "
" Semoga Allah memberikan kesehatan pada keluarga bapak "
" Semoga Allah membalas kebaikan pak Ahmad kepada kami dengan berlipat lipat "
" Semoga pak Ahmad dan keluarga selalu bahagia "
" Semoga Allah memberi keberkahan dan memberikan surga untuk bapak dan ibu "
" Aamiin, Terima kasih " ucap Ahmad dan Faiha
Tak henti hentinya doa terucap dari para tamu yang datang saat berpamitan untuk pulang dengan sang tuan rumah. Ahmad dan Faiha tak berhenti untuk berterima kasih untuk do'a do'a mereka.
__ADS_1
Pukul 11.30 WIB semua tamu sudah pulang, hanya nampak keluarga besar yang akan mengikuti acara hingga malam nanti. Para tim Cattering sibuk mengganti dan membereskan menu makanan yang ada di meja.
Rangkaian acara selanjutnya adalah senandung sholawat nabi yang akan di mulai pukul 13.30 WIB. Masih ada waktu dua jam untuk beristirahat dan melaksanakan sholat Dhuhur. Ahmad menghampiri Faiha yang sedang berbincang dengan sang bunda
" Sayang, istirahat dulu yuk..." ajak Ahmad
" Ya Nduk, lebih baik kamu istirahat dulu di kamar " ucap bunda
" Njih bunda, Faiha ke kamar dulu " pamit Faiha
Ahmad merangkul tubuh sang isteri dan membawanya ke kamar
" Sayang mandi dulu aja biar segar, habis itu makan, waktu dhuhur masih 25 menit lagi " ucap Ahmad
Faiha mengangguk dan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, Ahmad ke luar kamar dan mencari mbak ART untuk membawakan makanan dan susu hamil untuk Faiha.
" Istrimu mana le? " ucap Papa yang sedang makan bersama yang lain
" Di kamar Pa, lagi mandi " jawab Ahmad
" Memang sudah makan siang? Jangan lupa makan siang untuknya " ucap Mama
" Iya Ma, ini juga lagi ambilin makan dan susu buat Faiha. Biar makan di kamar saja " ucap Ahmad
" Kan sudah ada vocalnya sendiri bal " Ucap Aulia
" Iya mom, tapi suara tante itu lebih merdu dari suara Vokalnya Mom " jawab Iqbal
" Memang Iqbal pernah dengar suara tante bersenandung?" tanya Aulia
" Pernah Mom, waktu itu di ajak ke kamar sama tante malah sampai Iqbal ketiduran mendengarnya " ucap Iqbal
" Iqbal mimpi kali, masak tidur dengar suara tante hahaha...." ucap Ahmad
" Ya memang suaranya bagus, waktu di supermarket kan juga pernah malah membuat semua yang mendengar terhipnotis dan hampir semua terbawa suasana " ucap tante Indah menambahi
" Ahmad permisi dulu ya " pamit Ahmad membawa nampan berisi makanan untuk sang isteri
Sementara di ruang makan semua keluarga yang belum pernah mendengar suara Faiha bersenandung semakin penasaran dengan suara Faiha karena cerita Iqbal, Tante Indah, Mbak Sita dan juga Ais.
" Sayang, apa kamu nanti mau ikut bersholawat bersama group gambus di atas podium?" tanya Ahmad saat menemani sang isteri makan
" Hmmm....Kenapa bi?" tanya Faiha
__ADS_1
" Iqbal mau dengerin kamu bersenandung katanya " ucap Ahmad
" Kalau di ijinin sama yang punya, Faiha ya mau aja...." ucap Faiha
" Yang punya siapa? " ucap Ahmad
" Yang Punya tentulah Habibiku tercinta.... " ucap Faiha bersenandung sambil mencolek hidung mancung sang suami
Ahmad tersenyum dan membereskan sisa makanan. Faiha membawa piring kotor ke luar kamar, Ahmad membersihkan diri.
Faiha dan Ahmad melaksanakan sholat dhuhur berjamaah kemudian berbaring di ranjang untuk beristirahat sebentar.
" Sayang, istirahatlah biar aku pijit " ucap Ahmad sambil memijit kaki sang isteri
" Terima kasih bi " ucap Faiha
" Nanti aku ijinkan kamu bersholawat, semoga dengan senandung sholawatmu nanti Allah menurunkan rahmatnya untu kita semua, sekarang tidurlah dulu " ucap Ahmad
" Iya bi " jawab Faiha yang langsung memejamkan matanya karena lelah
Ahmad memandang wajah isterinya yang cantik
" Ya Robb, terima kasih engkau menjawab doaku untuk selalu bersama bidadari ini dan semoga dia juga yang akan menjadi bidadari surgaku nanti " guman Ahmad dalam hati
.
.
Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis....
Dukung Author ya, cuman author pemula masih belajar dan masih banyak yang harus di perbaiki...
kritik dan saran yang membangun akan author terima dengan senang hati teriring do'a Jazaakumullahu Khoiron khatsiro...
Mohon dukungannya, Jangan lupa like, komen hadiah n Votenya juga
Terima kasih, semoga Manfaat !
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
Jangan lupa banyakin baca Al - Qur'an nya...
Semangat !
__ADS_1