
Setelah semalam menginap di Rumah sakit, Siangnya Faiha di perbolehkan untuk pulang.
" Bun, bunda nginep di sini dulu ya temenin Faiha" ucap Faiha saat sampai di rumah
" Ya bunda dan Ayah lebih baik menginap untuk beberapa hari menemani Faiha dulu di sini bersama saya juga, Papa sudah balik tadi pagi karna ada pekerjaan yang tak bisa di wakilkan " ucap mama
Bunda melihat ke arah Ayah, dan Ayah mengangguk.
" Baiklah, bunda akan menemanimu beberapa hari di sini " ucap bunda
" terima kasih bunda " ucap Faiha
" Le, kamu antar Ayah dan bunda ke kamar tamu dulu agar beliau bisa istirahat, biar mama yang jaga Faiha " ucap mama
" iya ma " jawab Ahmad
" kamu istirahat dulu ya nduk, bunda dan ayah mau siap siap sholat dhuhur dulu " ucap bunda
Faiha mengangguk, Bunda dan Ayah meninggalkan kamar Faiha dan berjalan ke luar kamar di ikuti Ahmad
" Ayah, Bunda jangan sungkan rumah ini rumah ayah dan bunda juga " ucap Ahmad
" terima kasih le " jawab Ayah
" ini kamarnya , Ayah dan bunda istirahat dulu kalau butuh apa apa minta tolong bibik dan mbak ART di dapur atau langsung sama Ahmad " ucap Ahmad
Ayah mengangguk, Ahmad permisi dan mempersilahkan orang tuanya untuk istirahat.
Ayah dan bunda masuk ke dalam kamar.
Bunda merebahkan diri di atas ranjang, Ayah duduk di tepi ranjang
" Yah, bunda gak nyangka Mantu kita sekaya ini" ucap Bunda
" Alhamdulillah Bun, harta itu ujian bukan kebanggaan " jawab Ayah
" Smoga anak anak kita bisa mempertanggung jawabkan hisabnya kelak " ucap Ayah
" Aamiin " ucap bunda
Saat banyak orang mengejar dunia ada sebagian orang kaya yang gelisah akan hartanya, gelisah akan hisab harta yang di milikinya.
.
__ADS_1
.
Mampir yuuk di Novel ke duaku...jangan lupa juga dukung Author...
...OTW Melupakanmu...
seru banget ceritanya tetap banyak pelajaran yang bisa di ambil dalam ceritanya....
Dukung Author ya, cuman author pemula masih belajar dan masih banyak yang harus di perbaiki...
kritik dan saran yang membangun akan author terima dengan senang hati teriring do'a Jazaakumullahu Khoiron khatsiro....
.
.
"Sayang mau ke mana? " tanya Ahmad saat merasakan pergerakan istrinya di ranjang
" mau pipis bi " ucap Faiha tengah malam
" sini, biar aku gendong " ucap Ahmad
" aku bisa sendiri bi " ucap Faiha
" bi, biar aku sendiri " ucap Faiha
" aku mau nolongin kamu sayang " ucap Ahmad
" nanti kamu jijik bi? " ucap Faiha
" gak bakalan sayang " ucap Ahmad
Faiha pasrah karna Ahmad yang bersikukuh ingin menolongnya.
Karna kondisi Faiha yang belum begitu sehat, maka Faiha mengijinkan Ahmad untuk membantunya.
" terima kasih bi " ucap Faiha saat sudah di atas ranjang kembali
" kamu lanjutin istirahatnya, aku mau sekalian tahajud " ucap Ahmad
Faiha mengangguk dan memejamkan matanya kembali. Ahmad membersihkan diri dan melaksanakan sholat di sepertiga malam ini. Saat adzan subuh Ahmad hendak sholat subuh di masjid, saat keluar kamar dia mendapati Ayah sedang duduk di sofa depan kamar tamu.
" Ayah mau ke masjid ? " tanya Ahmad
__ADS_1
" Tadinya mau ke masjid tapi gak tahu dimana masjidnya, jadi ayah nunggu kamu " ucap Ayah
Kemudian Ahmad dan Ayah pegi ke masjid bersama. saat perjalanan pulang dari masjid, Ahmad dan Ayah berjalan santai sambil mengobrol. Ahmad mengajak Ayah berjalan berputar di jalan lain menuju rumah jalan yang lebih jauh jika di tempuh
" Yah, sebelumnya Ahmad minta maaf. Bolehkah rumah Ayah di desa Ahmad renovasi ?" tanya Ahmad
" Rumah kami di desa masih cukup layak untuk kami tinggali Nak " ucap Ayah
" Bukan begitu yah, Ahmad hanya ingin menjadi anak yang berbakti " ucap Ahmad
" Alhamdulillah Allah menitipkan harta yang lebih untuk Ahmad, dan Ahmad ingin memuliakan ke empat orang tua Ahmad " ucap Ahmad
" Bukankan sedekah yang paling utama itu shodaqoh yang di berikan kepada keluarga?" ucap Ahmad
" Iya Nak kamu benar, tapi apakah perlu rumah Ayah di desa di renovasi sedangkan rumah itu masih bisa di bilang cukup layak untuk kami tempati " ucap Ayah
" Apakah tidak sebaiknya, Shodaqoh itu di berikan kepada orang orang yang lebih membutuhkan ? " tanya Ayah
" Yah, Ahmad sudah menyekat sendiri penghasilan yang Ahmad terima selama ini. Ahmad tak ingin di hisab terlalu lama di akirat " ucap Ahmad
" Ahmad tidak mungkin kan membiarkan netizen bicara anaknya kaya raya namun orang tuanya begini adanya " ucap Ahmad
" Biarkan netizen bicara, karna kalau tidak ada mereka dunia sepi adanya " ucap Ayah
hahaha
Ayah menyadari kehidupan menantunya yang seorang pemilik supermarket yang punya beberapa cabang begitu jauh dengan keadaannya.
Jika di rumah Ahmad semua kamar ada kamar mandinya bahkan bisa di setel air yang di inginkan berbeda dengan rumahnya yang kamar mandinya berada di luar rumah dan itupun harus mengambil air di sumur lebih dulu jika mau mandi.
Ahmad mungkin merasa sedikit tidak nyaman saat berada di rumah Ayah namun Ahmad tak pernah mengeluhkannya.
" Renovasilah seperlunya, Ayah tak mau menambah beban hisabmu nantinya. Ayah juga berpesan renovasinya sesuai manfaatnya saja karna Ayah juga tidak mau dibebani atas hisabnya nanti " ucap Ayah
" Baik Yah, Ahmad akan renovasi sesuai kebutuhannya saja " ucap Ahmad
..."Hai orang-orang beriman, janganlah harta dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah." (Q.S Al-Munafiqun: 9)...
...-----😍-----...
..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...
...-----😍-----...
__ADS_1