
" Sayang kita jalan yuk?" ucap Ahmad
" Ke mana bi ? di sini aja ya, nanti aja kalau udah lapar kita turun berburu kuliner " ucap Faiha
" hmmm....Ya udah, sini peluk " ucap Ahmad
Faiha menurut mendekat pada sang suami.
Sudah empat hari ini Ahmad menginap di sebuah Villa bersama sang isteri untuk liburan sekalian urusan pekerjaan. Namun liburan kali ini hanya di habiskan Faiha dengan berdiam diri di villa menunggu suaminya dan hanya sesekali keluar saat Ahmad sudah kembali dengan urusannya untuk berburu kuliner karena perut mereka sudah minta di isi.
Faiha benar benar malas dan tak bersemangat, saat Ahmad kembali dari urusan kantornya Faiha tetap saja tidak mau di ajak jalan karena kasihan dengan sang suami yang terlihat kelelahan. Meski awalnya dia bahagia mendengar akan di ajak berlibur namun sampai lokasi moodnya tiba tiba jelek bukan karena tempatnya yang kurang bagus namun karena mereka hanya berlibur berdua saja. Faiha merasa kesepian saat di tinggal Ahmad beberapa jam untuk keperluan pekerjaan
" Hari ini urusan pekerjaanku sudah selesai, apa sayang mau kita pulang hari ini saja? " tanya Ahmad
" Benarkah? " tanya Faiha
" Ya " jawab Ahmad
Faiha mencium sang suami, moodnya terlihat kembali membaik.
" Mulai pinter goda ya " ucap Ahmad mengelus kepala sang isteri dan membawa ke dalam dadanya mencium ubun ubunnya yang tertutup jilbab
Faiha mengurai pelukannya
" Menggoda suami sendiri besar kan pahalanya?" ucap Faiha tersenyum dan kembali mencium sang suami kemudian mengambil sling bag kecilnya.
" Yuk bi, kita jalan " ucap Faiha bersemangat menggandeng lengan sang suami
Ahmad tersenyum, memeluk dan mencium kening sang isteri
" Maafin aku ya sayang " ucap Ahmad
" Iya bi, yuk...keburu siang " ucap Faiha
Mereka pun berjalan jalan menuju tempat wisata terdekat. Faiha tampak bahagia dia membeli oleh oleh untuk orang orang terdekat dan juga ARTnya, Dia juga memborong banyak camilan khas daerah itu untuk oleh oleh juga.
" Bi, kita kesana yuk makan sate kelinci " ucap Faiha menunjuk pedagang kaki lima di tepi danau
Ahmad mengangguk, Faiha tak melepas tanggannya yang sedari tadi bergelayut di lengan sang suami.
" Daging kelinci itu banyak manfaatnya lo bi, salah satunya bisa meningkatkan kesuburan jadi cocok di makan untuk kita yang sedang promil " ucap Faiha
"hmmm....kita coba yuk, makin penasaran rasanya " ucap Ahmad
Mereka sampai di depan penjual sate yang sedang tidak ada pembeli. Bapak penjual sate berumur 55 tahun di temani seorang anak perempuan berusia 7 tahun. Ahmad memesan sate kelinci
" Pak, pesan 2 porsi ya " ucap Ahmad Sopan
" Baik mas, silahkan duduk....bapak bakar dulu satenya " ucap Bapak penjual sate
Faiha dan Ahmad kemudian duduk di dekat gerobak sate sambil memperhatikan Bapak penjual sate dan Anak perempuan yang membantu bapak penjual sate menyiapkan wadahnya
" Ini putrinya pak? " tanya Faiha
__ADS_1
" Iya mbak, ini putri saya " ucap Bapak penjual sate
" Adik gak sekolah? Kok bantu bapak jualan?" tanya Faiha
Anak perempuan itu menggeleng
" Tidak mbak, gak ada biaya. Di rumah juga sendirian jadi bapak ajak jualan saja bisa sekalian bantu " ucap Bapak penjual sate
" Rumah bapak daerah sini juga?" tanya Faiha
" Iya mbak, deket sini aja jalan 5 menit juga sampai " jawab penjual sate
" Maaf pak, ibunya ke mana? " tanya Ahmad sopan
" Ibunya meninggal saat melahirkan dia mas, karna jarak rumah sakit yang jauh dan keterbatasan biaya. Istri saya tidak tertolong saat sampai di rumah sakit waktu itu beruntung bayi kami masih selamat " ucap Penjual sate sedih
Faiha menatap Ahmad penuh rasa iba akan kehidupan penjual sate
" sini dik " panggil Faiha pada anak perempuan itu
Anak perempuan melihat bapaknya seperti meminta ijin. penjual sate mengangguk dan anak itu mendekat ke arah Faiha
Faiha mengelus rambut kepala anak perempuan itu dan mencium kedua tangannya yang mungil
" Adik namanya siapa?" tanya Faiha
" Fatimah kak " jawab Anak perempuan itu
Faiha memeluk Fatimah penuh kasih sayang
Fatimah melihat ke arah Ahmad, Faiha kemudian bapaknya bergantian
" Tidak kak, Fatimah ingin membantu bapak saja mencari uang untuk makan tiap hari " jawab Fatimah polos
Tes
Air mata Faiha tak sanggup dia bendung lagi, Faiha mendekat ke arah suaminya dan membenamkan kepalanya di dada kekar sang suami. Faiha terisak dalam dekapan sang suami. Sang suami mengelus punggung sang isteri lembut memberi ketenangan
" Astaghfirullah, ampuni hamba ya Robb..." ucap Faiha lirih
" Sayang, Kita harus selalu bersyukur. Jangan pernah merasa cobaan kita adalah cobaan yang paling besar karna ada orang lain yang cobaannya jauh lebih besar dari kita " ucap Ahmad
Kata kata Ahmad membuat hati Faiha tersadar akan kesalahannya. Faiha menyesali kegalauannya meratapi kondisinya yang belum hamil lagi. Faiha beristighfar hingga hatinya tenang dalam dekapan sang suami. Setelah dirasa lega, Faiha mengurai dekapan suaminya dan mengusap air matanya.
" Maafin aku ya bi " ucap Faiha
Ahmad mengangguk dan merapikan rambut di kening Faiha yang sedikit terlihat. Faiha merapikan jilbabnya kembali
" Ini Mas Satenya, silahkan " ucap penjual sate
" Terima kasih pak" ucap Ahmad
" Maaf pak, bisa duduk di sini menemani kami makan?" ucap Ahmad
__ADS_1
Penjual sate duduk di sisi Ahmad
" Pak, Maaf sebelumnya apa boleh kami menjadi orang tua angkat Fatimah?" ucap Ahmad
" Maksud mas bagaimana? " tanya Penjual sate
" Kami ingin menyekolahkan Fatimah pak " ucap Ahmad
" Kami ingin membantu Fatimah mendapat pendidikan yang layak " ucap Ahmad
" Tapi kami tidak mau di pisahkan mas, karena hanya Fatimah yang bapak miliki " ucap penjual sate jujur
" Kami tidak akan memisahkan bapak dengan Fatimah, Kami hanya akan membantu biaya pendidikan Fatimah sampai dia lulus " ucap Ahmad
Ahmad memberikan pengertian pada penjual sate yang ternyata bernama pak Suli . Pak Suli mengerti, paham, menyetujui dan mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan Ahmad untuk membiayai sekolah Fatimah.
Ahmad dan Faiha pamit lebih dulu untuk kembali ke Villa, rencananya besok Mereka akan mendaftarkan Fatimah ke sekolah dekat rumahnya. Ahmad memberikan 5 lembar uang seratus ribuan untuk membayar 2 porsi sate yang mereka makan.
" Tidak usah mas " ucap pak Suli
" Tak apa pak, terima saja tak baik menolak rezeki " ucap Ahmad
" ini rezeki dari Allah untuk bapak dan Fatimah yang Allah titipkan lewat kami " ucap Ahmad
Pak Suli menerima uang yang di sodorkan Ahmad kepadanya dengan terharu pak Suli berkata
" Terima kasih Mas Ahmad dan Mbak Faiha semoga Allah melimpahkan keberkahan dalam rumah tangga kalian dan semoga cepat mendapat momongan" ucap Pak Suli tulus
" Aamiin " ucap mereka kompak
.
.
..." Jika kalian tak mampu membalas kebaikan seseorang maka perpanjanglah mulut kalian dengan mendoakan kebaikan untuk mereka "...
.
.
Mampir yuuk di Novel ke duaku...jangan lupa juga dukung Author...
...OTW Melupakanmu...
seru banget ceritanya tetap banyak pelajaran yang bisa di ambil dalam ceritanya....
Dukung Author ya, cuman author pemula masih belajar dan masih banyak yang harus di perbaiki...
kritik dan saran yang membangun akan author terima dengan senang hati teriring do'a Jazaakumullahu Khoiron khatsiro....
...-----😍-----...
..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...
__ADS_1
...-----😍-----...
Jangan lupa Like, Comen, Vote n hadiah bunganya buat Author, kopinya juga boleh biar Author semangat nulisnya dan gak ngantuk hehehe....