Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
Balasan pesan cinta


__ADS_3

Faiha menceritakan semuanya kepada Ayah dan bundanya tanpa ada yang terlewat.


" Apa Fai ada rasa untuk Ahmad?" tanya bundanya yang sedari tadi diam saja mendengar keduanya.


Faiha diam membisu, belum bisa menjawab pertanyaan bundanya.


" Nak, Allah selalu mendatangkan jodoh di waktu yang tepat. kalau kalian berjodoh pasti suatu saat akan bertemu kembali " Ucap Ayah


" Yah, Fai baru kelas tiga Tsanawi...Fai masih kecil yah " ucap Bundanya sambil memeluk putrinya.


" Bun, ayah kan bilangnya di waktu yang tepat. Mungkin Ahmad juga berpikir seperti bunda, makanya dia belum bisa melamar Fai untuk saat ini..." ucap Ayah


Ayah sudah menceritakan kejadian di halaman masjid saat Ayah mengantar kepergian Ahmad beserta rombongan tadi siang. Ayah dan bunda berkesimpulan kalau Ahmad menyukai Faiha begitu pula sebaliknya Faiha juga menyukai Ahmad tapi belum berani mengungkapkannya.


.


"Bersabarlah dalam menanti jodoh karena bukan siapa cepat dia dapat. Tetapi siapa taat jodoh dekat


.


Jodoh kita tak akan tertukar dengan orang lain, orang baik-baik itu jodohnya lama, karena mereka lah orang-orang pilihan, dibandingkan harus terburu-buru dalam menentukan pilihan hingga akhirnya salah memilih


.


Tidak perlu mencari yang sempurna, tetapi dia yang mampu menyempurnakan kekurangan yang kamu miliki


.


Semua bisa kita beli dengan uang, tetapi yang indah akhlaknya, santun perangai-nya, hanya bisa dimiliki mereka yang memang mau berbenah diri dan memperbaiki akhlak-nya.


.


Kembalikan semuanya kepada pemilik Cinta, Dia-lah yang akan menentukan mana yang terbaik untukmu. Memberikan seseorang yang mampu menghapus air mata ketika kita menangis, yang akan menyanggah langkah kaki kita ketika lelah untuk berjalan, karena melangkah dan menitih jalan hidup tidak semudah yang direncana manusia.

__ADS_1


.


Percayalah penantian dalam taat itu Indah"


pesan Ayah panjang lebar untuk putri kesayangannya.


Faiha mengangguk tanda paham dengan


nasehat yang di ucapkan Ayahnya


Bunda memeluk putri kesayangannya


" Sudah malam nak, tidurlah agar besok tak ketinggalan jamaah subuhnya" ucap bunda


" Njih bunda , Fai permisi Yah " Ucap Faiha berpamitan


Faiha berjalan menuju kamarnya, meraih ponsel di meja riasnya. Faiha ingin membalas pesan Ahmad yang sedari siang dia abaikan.


.


...*" Wa'alaikum salam warohmatullah wabarokatuh.......


...Cintailah aku dari kejauhan agar terjaga kehormatan...


...Mendo'akanmu adalah caraku mencintaimu...


...semoga AKU dan KAMU akan jadi KITA diwaktu yang tepat...


...Wassalamu'alikum warohmatullah wabarokatuh "*...


Faiha membacanya berulang ulang, mengganti kata katanya beberapa kali di rasa sudah mewakili perasaannya, Faiha kemudian mengirim pesan itu ke nomer Ahmad.


" Aku yakin jodohku tak akan tertukar " ucap Faiha dalam hati sambil merubah setelan ponselnya ke mode hening.

__ADS_1


Malam semakin larut, Faiha begegas mengambil wudhu setelahnya dia berbaring di atas dipan dia membaca tiga surat Qul dan membaca ayat kursi, meniupnya pada telapak tangan dan mengusapnya pada bagian tubuhnya.


Menutup matanya perlahan, dan akhirnya terlelap


.


Di tempat berbeda...


Usai sholat Maghrib, Ahmad pamit kepada rombongan karna tidak bisa lagi melikuti kegiatan selanjutnya. Ahmad pulang ke rumah orang tuanya bersama Rizki sahabatnya yang juga anggota rombongan.


Ahmad pulang karena mendapat telepon dari papa yang meminta Ahmad untuk segera pulang.


"Assalamu'alaikum...." ucap seseorang dengan nada cemas didepan pintu sebuah rumah mewah.


tak ada jawaban, dia mencoba mengeraskan suaranya dan kembali mengucap salam


" Assallamu'alaikum...."ucap seseorang menambah volume suaranya.


.


tiba tiba.....


..." praakkk "...


suara apa itu?


...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......


...Mohon dukungannya njih, Author masih terus belajar....🙏🏻...


...jangan lupa like, komen n Votenya juga...


...terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2