Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
Serangan Fajar


__ADS_3

Ahmad terbangun pukul 2 malam, dia membuka mata dan mendapati istrinya masih tertidur pulas dalam dekapannya. Tampak wajah sang istri yang terlihat kelelahan usai pertarungan hebatnya semalam.


" Terima kasih sayang " ucapnya sembari mengecup kening sang istri lembut


Ahmad perlahan menggeser tubuh istrinya, dia hendak membersihkan dirinya. Dia akan melakukan mandi junub karna setelah malam tadi dia memutuskan hanya berwudhu saja.


Usai mandi besar, Ahmad melaksanakan sholat malamnya. Pukul 3 malam, Faiha terbangun dari tidurnya badannya terasa remuk redam dan pegal tapi entah kenapa perasaannya bahagia dan pikirannya terasa fresh. Dia melihat sang suami yang sedang berdzikir di samping ranjang tempat dia tidur.


" Terima kasih ya Robb atas nikmatmu " ucap Faiha memperhatikan wajah suaminya yang ganteng.


Faiha bangun dari tempat tidur dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu dia melaksanakan sholat malam di belakang suaminya yang sedang berdzikir.


Usai sholat 2 rakaat Faiha melanjutkan dengan berdzikir menyebut asma asma Allah.


Saat Adzan subuh terdengar, Ahmad membalikkan badannya menatap sang isteri dan tersenyum kepadanya.


" Sayang, Aku ke masjid dulu ya " pamit Ahmad


" iya " jawab Faiha singkat menganggukkan kepalanya.


Ahmad berdiri dari duduknya, dan melangkahkan kakinya ke luar kamar


"Assalamu'alaikum warohmatullah..." pamit Ahmad saat di depan pintu


" Wa'alaikum salam warohmatullahi wabarokaatuh, hati hati bi...." ucap Faiha


Adzan subuh di masjid dekat rumah sudah tak lagi terdengar tanda adzan sudah selesai di kumandangkan mu'adzin, Faiha segera melakukan kewajibannya melaksanakan sholat subuh di dalam kamarnya sendirian. usai sholat Faiha membaca Al Qur'an seperti kebiasaannya. Ahmad yang pulang dari Masjid dan masuk ke kamar saat Faiha selesai mengaji


" Shodaqollahul 'Adzim " Ucap Faiha menutup mushaf dan menciumnya


" Assalmu'alaikum..." ucap Ahmad


" Wa' alaikum salam " ucap Faiha sembari menaruh Al Qur'an yang di pegangnya di atas nakas dekat ranjang


Faiha melipat mukena dan sajadah yang di pakainya kemudian menghampiri sang suami dan meraih tangannya untuk dia kecup. Sang suami membalas dengan mengecup kening sang isteri.


" Sayang, I Love You " ucap Ahmad

__ADS_1


Faiha berjalan menuju meja riasnya untuk merapikan rambutnya yang masih sedikit basah


" Cinta itu kadang tak hanya butuh di ucapkan di mulut saja, tapi lebih baik di buktikan dengan perbuatan" ucap Faiha sambil menyisir rambutnya


" hmmm....jadi...Aku harus membuktikannya?" ucap Ahmad memeluk sang istri dari belakang


" Ya lebih baik dibuktikan dari pada di ucapkan " jawab Faiha


" hmmm....Baiklah...." ucap Ahmad memulai aksinya


Serangan Fajarpun di lancarkan dengan segenap cinta dan sisa sisa tenaga yang ada. mereka mulai berperang di atas kasur yang baru semalam di gunakan kini di gunakan kembali untuk berperang. Maklum saja pengantin baru sehari bisa perang 3-5 kali kan? bukan perang yang sia sia namun perang yang bernilai ibadah berbuah kenikmatan menghasilkan keturunan dan mendapat pahala Jadi semakin sering semakin baik bukan? hahaha....


...Para Reader yang sudah nikah, dulu waktu jadi pengantin baru berapa kali tu perangnya dalam sehari?...


...Para Jomblo Fisabilillah, Semangat ya !...


...perang melawan hafa nafsunya...


...banyakin istigfar aja...


Ritual mandi yang kedua kalinya di pagi hari ini telah usai, Faiha duduk mengeringkan rambutnya di depan cermin meja riasnya.


" Bukannya besok berangkatnya bi?" tanya Faiha


" kita berangkat nanti aja habis dhuhur ya " ucap Ahmad


" Anak anak gimana? hari ini aku kan ada jadwal belajar ngaji dengan mereka " ucap Faiha


" Nanti biar aku pamitkan ke uztad Rudi, sementara biar di gantikan dulu" jawab Ahmad


Faiha mengangguk, mengikat rambut panjangnya kemudian memakai jilbabnya.


" Kita sarapan yuk bi, udah laper ni" ucap Faiha mengusap perutnya


" hmmm...Yuk..." ucap Ahmad berjalan merangkul pundak sang istri mesra menuju ruang makan


Bibik sudah menyiapkan sarapan untuk sepasang pengantin baru ini

__ADS_1


" Makan yang banyak, biar kuat ngadepin kenyataan...kenyataan bahwa pengantin baru itu butuh banyak tenaga hahaha..." goda Ahmad saat mereka sudah siap dengan makanannya.


Setelah membaca do'a, Faiha menyuapkan makanannya ke mulut Ahmad lebih dulu, kemudian suapan selanjutnya ke mulutnya sendiri begitu seterusnya hingga makanan di piringnya habis. begitulah kebiasaan mereka saat makan. Makan di piring yang sama dan dengan sendok yang sama, mereka juga minum di gelas yang sama. Romantis kan?


.


.


Di rumah papa, saat sarapan pagi


" Nak, cobalah kamu pikirkan dulu keputusanmu ini " ucap Papa


" Aulia sudah capek pa, Mas Rizki selalu mengulanginya lagi " jawab Aulia


" kamu lihat anak anakmu, mereka butuh kasih sayang kalian " ucap Papa


" Mas Rizki sudah tidak menginginkan untuk hidup bersama pa " ucap Aulia


" mas Rizky sudah mengatakan kata pisah kemarin saat kami bertengkar " ucap Aulia


" karna kemarin dia sedang emosi, makanya bicara tidak di pikirkan dulu akibatnya" ucap mama


" Rizki kemarin kan sudah minta maaf, dan ingin rujuk denganmu lagi karna mikirin anak anakmu " ucap Papa


" Ingat saat kalian berjuang untuk mendapatkan restu kami, itu pilihanmu sendiri, kalian menikah muda juga pilihan kalian sendiri " ucap Mama


" Dalam rumah tangga itu wajar kalau ada percekcokkan, jangan langsung minta pisah " ucap Papa


" Entahlah pa, Aulia ingin menenangkan diri dulu di sini " ucap Aulia sendu


" Iya, jangan lama lama, semakin lama kalian tidak berkomunikasi semakin masalah kalian tidak akan selesai " ucap papa


" iya pa " ucap Aulia


...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......


...Mohon dukungannya njih, Author masih terus belajar....🙏🏻...

__ADS_1


...jangan lupa like, komen n Votenya juga...


...terima kasih...


__ADS_2