
Pukul sepuluh semua keluarga sudah siap untuk pergi berwisata ke kebun binatang untuk melihat anaconda. Iqbal sudah bangun dari tidur paginya di kamar pengantin baru, Faiha sudah selesai dengan kelas onlinenya, Papa dan Ahmad juga sudah menyelesaikan urusan kantornya. Mama dan bibik yang membuat bekal juga sudah siap, dan Aulia sudah semakin tenang dan nyaman dengan perasaannya.
" yeee...Kita mau lihat Anaconda " teriak Iqbal dengan semangat
Mereka berada di dalam satu mobil, Ahmad di kursi kemudi, Papa duduk di kursi depan dengan Iqbal di pangkuannya.
Bunda, Aulia dan Faiha dudukdi belakang di kursi penumpang.
" Kek, Anaconda itu makannya apa?" tanya Iqbal
" makannya daging dong " jawab papa
" Iqbal pernah liat di TV Anaconda yang besar itu makan orang kek, memang benar anacoda makan orang ?" ucap Iqbal
" Kalau Anacondanya lapar, dia akan makan apa yang ada di dekatnya. Makanya harus hati hati " ucap Papa
" berarti tante Faiha hebat donk, berani ngadepin anacondanya om Ahmad " ucap Iqbal polos
semua orang kaget, Iqbal masih mengingat obrolan tentang anaconda malam itu
" Tu pa, kalau ngomong sama anak kecil mesti hati hati " ucap Mama
" Papa kan bercanda ma waktu itu" ucap Papa
" Tapi ingatan anak kecil itu tajam pa, jadi sulit terhapuskan " ucap Mama
" Iqbal tahu tidak, siapa yang paling hebat?" ucap Faiha
" Yang paling hebat itu Allah, karna Allah bisa menciptakan anaconda memberikannya kehidupan dari kecil sampai besar. memberikannya makanan yang dititipkan melalui tangan manusia, makanya manusianya harus mau berbagi dengan makhluk lainnya agar Allah tidak murka " ucap Faiha
" Memelihara anaconda di rumah tanggung jawabnya besar, harus memberinya makan jangan sampai kelaparan dan juga harus ijin dulu sama negara karena termasuk hewan yang di lindungi jadi om Ahmad gak berani memeliharanya di rumah " ucap Faiha lagi
" Jadi om Ahmad gak punya anaconda tante?" ucap Iqbal
" Om Ahmad gak punya sayang, Nanti kita cari di kebun binatang ya " ucap Faiha
" iya tante, Iqbal juga mau memberikan makan anacondanya " ucap Iqbal bersemangat
" iya, nanti kita kasih makan sama sama ya, tapi harus tetap hati hati okey " ucap Faiha
" Okey tante " ucap Iqbal
Semua yang di dalam mobil hanya mendengarkan obrolan Iqbal dan Faiha saja
" Iqbal mudah sekali akrab dengan Faiha biasanya juga dia sulit akrab dengan orang baru. Faiha memang istimewa " guman Aulia dalam hatinya.
Tiba di parkir kebun binatang tampak seseorang sudah menunggu kedatangan mereka. Saat mereka sudah turun dari mobil hendak menuju pintu masuk, seorang menghampiri
" Assalamu'alaikum semua...." ucapnya
" Wa'alaikum salam....." jawab semua kompak mengarah ke sumber suara
" Daddy...." teriak Iqbal berlari menuju sang Daddy dan memeluknya
Setelah cukup acara pelukan anak dan bapak yang baru terpisah seminggu itu, Rizki menghampiri Papa dan Mama hendak salim pada kedua mertuanya, dia juga salaman dengan Ahmad. selanjutnya Dia mau menyalami Faiha namun Faiha menolaknya dengan menangkupkan kedua tangannya di dada. Rizki merasa penasaran dengan sosok Faiha yang cantik dan anggun itu namun dia tahan karna niatnya mau rujuk dengan istrinya dan membahagiakan anaknya.
" Kok kebetulan kamu di sini, ada acara apa?" tanya Papa
" Gak ada pa, tadi di chat Mommynya Iqbal " jawab Rizki
__ADS_1
Papa menduga mereka mau kembali rujuk
"mungkin hati Aulia sudah melunak, Alhamdulillah " guman papa dalam hati
" Oh....ya sudah yuk masuk " ucap Papa
" Ahmad pesan tiketnya dulu pa " ucap Ahmad
Ahmad menggandeng tangan Faiha untuk ikut bersamanya
" Aku nunggu di sini saja bi, sama yang lain" ucap Faiha
" temani aku " ucap Ahmad mengedipkan matanya genit
Faiha menuruti ucapan suaminya, menemaninya membeli tiket masuk
" Dasar pengantin baru, maunya nempel terus " ucap Mama
" Oh, jadi dia istrinya Ahmad menarik juga " guman Rizki dalam hati
" kayak papa waktu masih muda ya ma " ucap papa mengedipkan matanya
" Kalau papa, sampai sekarangpun masih nempel terus sama mama kayak anak kecil" ucap Mama
" Papa manjanya cuman sama mama aja lo mah" ucap papa
" iya mama percaya pa" ucap mama
benerapa menit kemudian Ahmad dan Faiha sudah kembali dengan membawa tiket. Kemudiam mereka masuk ke dalam area kebun setelah mendapat tiketnya
" Ayo Daddy, kita liat Anacondanya " ucap Iqbal bersemangat
Masuk ke dalam mereka melihat peta di mana kandang anaconda yang ingin dilihat Iqbal. setelah tahu arahnya, mereka berjalan sambil melihat satwa lainnya yang ada di sepanjang jalan.
" Auuu....Iqbal g mau lihat Iqbal geli Iqbal takut " ucap Iqbal sambil menangis menutup matanya
" gak papa sayang" ucap Rizki
" gak mau ! Iqbal gak mau lihat ! " ucap iqbal makin histeris
" ya udah, kita keluar ya " ucap Rizki
Rizki menggendong Iqbal yang ketakutan dan membawanya keluar dari area kandang Anaconda di ikuti Mommynya
" Yah...belum lihat Anacondanya dengan jelas malah sudah nangis " ucap Ahmad
" hi....Papa juga geli ternyata, papa mau keluar juga " ucap Papa meninggalkan mama, dan pasangan pengantin itu
" Ehhh....Papa juga takut? kemarin papa g ad takut takutnya bicara tentang anaconda " ucap Ahmad
Faiha yang sedari datang sudah menutup matanya dan menggandeng lengan suaminya erat
" bi, keluar yuk aku mau buka mata di luar aja " ucap Faiha masih menutup mata
Ahmad baru sadar istrinya sedari tadi menggandeng lengannya karena istrinya takut bukan karena lainnya
" sejak kapan kamu menutup mata?" ucap Ahmad
" sejak masuk area ini" jawab Faiha
__ADS_1
" Ya udah, yuk keluar " ucap Ahmad merangkul istrinya menyusul mama dan papa yang sudah keluar duluan.
.
.
Sore hari, usai sholat Ashar Faiha merebahkan tubuhnya di ranjang. Dia terlihat kelelahan hingga tak mampu lagi membuka matanya, matanya seperti di lem.
Ahmad yang kembali dari Masjid masuk kamar dan mendapati istrinya terlelap. Dia mengunci pintu kamar dan ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri.
" Alhamdulillah ya Robb atas nikmatmu, memiliki istri sholihah seperti dia adalah Anugerah untuk hamba yang penuh dosa ini " ucap Ahmad
" Terima kasih sayang " ucap Ahmad mengecup kening Istrinya.
Ahmadpun terlelap memeluk sang istri hingga suara ketukan pintupun tak terdengar di telingga sepasang pengantin baru ini
tok tok tok
" om...Tante...." ucap Iqbal
tok tok tok
" om...." panggil Iqbal makin keras
" Tante.... " panggilnya semakin keras
" Ada apa sih bal?" tanya Papa
" ini kek, Iqbal mau di bacakan cerita sama tante, sudah iqbal ketok ketok pintunya iqbal panggil panggil juga gak ada yang nyaut" ucap Iqbal
" Tante sama om lagi buat......." papa menjeda kalimatnya
Mama datang dan melotot ke arah papa dan meneruskan ucapan Papa
" Om dan tante lagi tidur bal, mereka kan kecapekan. emang Iqbal gak capek?" ucap mama
" capek Nek, makanya mau di bacakan cerita sama tante " ucap Iqbal
" sama nenek aja yuk " ucap mama
" Ya udah deh sama nenek aja " ucap Iqbal sendu
" Iqbal ke kamar dulu ya, nanti nenek nyusul " ucap nenek
Iqbal mengangguk dan berjalan meninggalkan samg nenek menuju kamarnya
" Papa tadi mau bilang apa sama Iqbal hmmmm....?" tanya mama saat Iqbal sudah pergi
" Mau bilang kalau om dan tantenya lagi buat adek gitu?" tanya mama
" iya, mama kok tahu?" tanya papa
" terus nanti kalau Iqbal mau liat bikinnya adek gimana?" tanya mama
Papa teringat tentang anaconda dan baru sadar kalau candaan orang dewasa itu dianggap serius oleh anak kecil. Papa hanya tersenyum ke arah mama.
..." Anak anak itu meniru perilaku orang tua, terus perbaiki diri untuk menjadi orang tua yang lebih baik "...
...-----💞-----...
__ADS_1
..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...
...-----💞-----...