
Ahmad melajukan mobil sportnya perlahan
" Sayang mau makan apa?" tanya Ahmad pada istrinya
" hmm....apa kamu sudah lapar ? " tanya Faiha balik
" belum sih " jawab Ahmad
" Ya udah kita ke rumah dulu aja, nanti kita pikirkan di rumah badanku udah lengket pengen mandi " ucap Faiha
Ahmad mengangguk melajukan mobilnya ke sebuah rumah berpagar tinggi dan membunyikan klakson mobilnya. Satpam yang mengetahui ada yang datang segera membukakan pintu pagar dan mobil Ahmad memasuki halaman yang tampak sangat luas
Ahmad mematikan mobilnya.
" Bi, kok kesini? masih ada urusan lagi kah?" tanya Faiha yang tidak paham kenapa di ajak ke rumah mewah ini
Ahmad membalikkan badannya menghadap Faiha, kemudian meraih kedua tangannya
" Sayang, ini rumah kita sekarang. rumah yang aku berikan sebagai mahar untukmu tadi malam" jawab Ahmad
Faiha terkejut dan tak percaya mahar rumah yang Ahmad berikan untuknya semewah ini.
" bi, ini berlebihan " ucap Faiha
" tidak yank, untuk perempuan luar biasa istimewa seperti kamu ini tidak ada apa apanya" ucap Ahmad
Faiha terharu
" Terima kasih bi, untuk semuanya " ucap Faiha mengecup punggung tangan Ahmad yang sedang menggenggam erat tangannya
" sama sama yank " ucap Ahmad membalas mengecup kening istrinya
" Yuk yank, turun " ajak Ahmad
Faiha mengangguk, mereka turun dari mobilnya. sudah ada dua ART yang menyambutnya
" Assalamu'alaikum " ucap Faiha
" Wa'alaikum salam " ucap dua ART itu kompak
" Bik tolong bawa barang yang di bagasi ke kamar atas ya " ucap Ahmad
" Njih Mas " jawab ART
Ahmad membawa Faiha masuk ke dalam rumah, Faiha terkagum kagum dengan isi dalam rumahnya. Ahmad menggandeng Faiha dan membawa Faiha ke lantai dua rumahnya tempat di mana kamar utama berada. Kamar mereka berdua.
" ini kamar kita " ucap Ahmad membukakan pintu kamar
Ahmad melangkah masuk ke dalam kamar itu di ikuti Faiha. Faiha kembali terkagum dengan kamar barunya. luasnya hampir empat kali luas kamar Faiha di kampung. terdapat ranjang yang luas, satu meja rias dan juga lemari pakaian yang tinggi dan panjang sengaja di buat seperti dinding pemisah dan sebuah kamar mandi
" bi, ini berlebihan " ucap Faiha dengan mata berkaca
Ahmad menggeleng, dan berjalan menghampiri istrinya memegang kedua tangannya dan mengecup keningnya kemudian membawa tubuh istrinya dalam dada kekarnya.
" Semua yang terjadi adalah Takdir dari Allah untuk hambanya, tugas kita hanya bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita " ucap Ahmad
" Alhamdulillah, semoga Allah menguatkan imanku untuk tetap tawadhu' atas semua ini " ucap Faiha
" Aamiin " ucap Ahmad
" Katanya mau mandi, sana mandi dulu " ucap Ahmad mengurai pelukannya
__ADS_1
" hehehe....udah bau ya?aku mandi dulu ya " pamit Faiha melangkah menuju kamar mandi di dalam kamarnya.
Belum lama Faiha masuk kamar mandi dia memanggil suaminya
" bi....bisa kah kesini sebentar " teriak Faiha di dalam kamar mandi
Ahmad yang kaget dan heran mendengar permintaan Faiha melangkah mendekati kamar mandi dengan penuh tanya.
" ya yank, ada apa? " ucap Ahmad di balik pintu
" bi, bisa minta tolong bibik buat belikan aku pembalut, aku baru datang haid ini aku gak ada persiapan pembalut tadi " ucap Faiha
" Palang merah deh ! " batin Ahmad
" iya yank, kamu lanjutin mandinya aja aku minta tolong bibik buat beliin " ucap Ahmad
" iya " jawab Faiha
Ahmad melangkah keluar kamar dan memanggil ART nya.
" mbak, tolong beliin pembalut perempuan " ucap Ahmad saat menemukan salah satu ART nya
" Yang panjangnya berapa senti mas? terus yang sayap apa yang tidak? " tanya mbak ART
" kok ada sayapnya juga, emang buat apa sayapnya?" tanya Ahmad dalam hatinya
Ahmad yang tidak paham dengan itu meminta mbak ART nya membelikan masing masing satu bungkus
" Cepetan mbak ya, kalau sudah dapat tolong antarkan ke kamar atas " ucap Ahmad
" baik mas " ucap Mbak ART
Mbak ART bergegas pergi ke toko terdekat, dan membeli beberapa bungkus pembalut sesuai pesanan majikannya. Mbak ART buru buru kembali pulang. saat hendak menghantar pembalut ke kamar atas Mbak ART bersisipan dengan bibik ART yang lebih tua
" Pembalut pesenan Mas Ahmad " jawab mbak ART
" kok banyak banget? " tanya bibik ART
" gak tau, di suruh beli ya beli aja" jawab mbak ART
bibik ART mengangguk
" Ya udah burun anter sana " ucap bibik ART
" Ya ini tadi mau buruan, e malah dia ajakin ngobrol dulu " ucap mbak ART sambil melangkah ke arah kamar atas.
" Kasihan pengantin baru, terhalang palang merah " batin bibik ART menggelengkan kepalanya
Saat sampai di depan pintu kamar, Mbak ART mengetuk pintu kamar. Faiha membuka pintu
" ini Ning, pembalutnya " ucap Mbak ART
" kok banyak banget Mbak?" tanya Faiha
" gak tau Ning, mas Ahmad nyuruhnya masing masing suruh beli satu" ucap mbak ART
Faiha menggeleng.
" Ya udah, terima kasih mbak " ucap Faiha
" iya, sama sama ning " jawab Mbak ART
__ADS_1
Faiha kembali menutup pintu kamar dan bergegas ke kamar mandi lagi membawa satu bungkus pembalut saat melihat Ahmad keluar kamar mandi.
Ahmad menunggu Faiha yang sedang memakai pembalutnya dengan melihat ponsel milik Faiha.
Faiha yang selesai memakai pembalut mendekati Ahmad yang sedang mengotak atik ponselnya.
" kenapa bi?" tanya Faiha
" Nanti malam kita keluar ya beli ponsel baru " ucap Ahmad
" ponsel baru? memang ponselmu kenapa? tanya Faiha
" bukan untukku tapi untukmu " jawab Ahmad
" tidak bi, aku sudah punya ponsel ini " jawab Faiha menunjuk ponselnya
" ini kan cuman 2 ram, sayang pasti kesulitan " ucap Ahamd
" tidak bi, ini Masih bisa di gunakan. lagian ini ponsel bersejarah buatku hasil kerja kerasku berjualan pulsa selama setahun. sekarang aku belum butuh ponsel yang lebih canggih jadi aku menolak di belikan, okey ! " Ucap Faiha
" baiklah baiklah, yuk makan dulu " ucap Ahmad
" yuk, aku juga udah lapar " ucap Faiha
Ahmad dan Faiha menikmati makanan di rumah mewah mereka.
.
.
Sementara di kampung selepas ke berangkatan Ahmad dan Faiha ke kota siang tadi. Ayah dan Bunda yang sedang duduk santai di ruang tamu berbincang ringan
" Yah, apa kita salah mendidik Faiha, hingga nasibnya seperti ini?" tanya bunda
" Maksud bunda?" tanya Ayah balik
" kenapa Faiha mengambil keputusan dengan menikah muda Yah " ucap Bunda
" masa depannya masih panjang, apalagi menikah siri. Bagaimana kalau nanti Ahmad meninggalkannya Yah " ucap Bunda sendu
Ayah yang mengerti akan kecemasan bunda mencoba menenagkan hati bunda dengan mengusap punggung bunda lembut.
" Bun, Ayah sebenarnya juga kuwatir akan hal ini, tapi Ayah mencoba ikhlas dan mencoba ridho akan jalan yang Faiha pilih. Semua yang terjadi atas izin Allah dan kita sebagai hamba hanya bisa menjalani takdir yang Allah beri untuk kita " ucap Ayah
" Apa mungkin mereka telah melakukan hal hal di luar batas Yah? " ucap bunda semakin sedih mengingat omongan para tetangga
" Bun, percaya dengan anak Ayah, Faiha tidak mungkin melakukannya apalagi Ahmad yang paham betul akan agama. Ayah yakin dengan alasan mereka memutuskan segera menikah karna tidak ingin menambah dosa" ucap Ayah
bunda tertunduk, bunda memang percaya dengan keduanya tapi bunda juga tidak percaya jika putrinya saat ini sudah di nikahi siri oleh Ahmad menantunya yang notabennya seorang pengusaha sukses, masih muda, Tampan dan pastinya di kelilingi bayak wanita. Hati orang tua mana yang tidak kuwatir akan hal hal negatif yang akan terjadi esok.
" Bun, jangan su'udhon dengan Allah, Ridhoi mereka niscaya Allah akan meridhoi mereka, kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan semoga pernikahan mereka berkah dan menjadikannya keluarga yang sakinah mawaddah warohmah dakholal jannah " ucap Ayah
" iya Yah, sekarang Bunda Ridho smoga Allah juga meridhoi mereka " ucap bunda
" Aamiin " ucap Ayah
...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......
...Mohon dukungannya njih, Author masih terus belajar....🙏🏻...
...jangan lupa like, komen n Votenya juga...
__ADS_1
...terima kasih...