
Sebelum Dhuhur Ahmad sudah sampai di rumah karena rencananya akan berangkat ke rumah papa usai dhuhur.
" Faiha di mana mbak?" tanya Ahmad kepada ART di rumahnya
" Dari tadi pagi setelah Mas Ahmad ke kantor Ning Faiha masuk ke kamar dan belum keluar " jawab Mbak ART
" Ma kasih mbak " jawab Ahmad
Ahmad berjalan menuju kamar di lantai dua rumahnya, membuka pintu kamar perlahan dan mendapati istrinya sedang tertidur di atas ranjang dengan laptop dan tumpukan buku buku di sampingnya.
Ahmad tersenyum dan mendekati istrinya mengelus kepalanya yang tertutup hijab dan mengecup keningnya.
" Assalamu'alaikum sayang " ucap Ahmad lirih
Namun Faiha tak berkutik dia tampak terlalu lelah untuk mendengar dan merasakan kehadiran suaminya. Ahmad membiarkannya terlelap, Ahmad memindahkan barang barang dia atas ranjang ke atas meja.
" Tampaknya dia lelah sekali, sampai belum sempat membereskan buku bukunya sudah ketiduran " guman Ahmad
setelah selesai, Ahmad membersihakan diri dan melaksanakan sholat dhuhur lebih dulu.
Usai sholat dhuhur Ahmad melihat Faiha masih terlelap, Dia bermaksud ikut rebahan di samping istrinya namun karna kelelahan tak berapa lama Ahmad pun ikut terlelap dengan memeluk tubuh sang isteri.
Faiha terbangun saat terasa tubuhnya seperti tertindih sesuatu yang berat. Faiha membuka matanya perlahan dan tampak diatas tubuhnya melingkar tangan kekar sang suami
di liriknya jam di dinding di atas pintu seketika dia terkejut jarum panjang diangka 10 sedangkan jarum pendek di angka 12
"Astaghfirullah...." ucapnya sembari memindahkan tangan sang suami dari atas tubuhnya
Faiha bergegas membersihkan diri dan melaksanakan kewajibannya sebagai hamba untuk melakukan sholat dhuhur. selepas salam Faiha berdzikir dan berdoa
..." Ya Allah, Kami telah aniaya terhadap diri kami sendiri, karena itu ya Allah jika tidak dengan limpahan ampunan-Mu dan rahmat-Mu niscaya kami akan jadi orang yang sesat. Ya Allah Tuhan kami, Janganlah Engkau pikulkan atas diri kami beban yang berat sebagaimana yang pernah Engkau bebankan kepada orang yang terdahulu dari kami. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan atas diri kami apa yang diluar kesanggupan kami. Ampunilah dan limpahkanlah rahmat ampunan terhadap diri kami ya Allah. Ya Allah Tuhan kami, berilah kami pertolongan untuk melawan orang yang tidak suka kepada agamaMu, Aamiin ya robbal 'Aalamiin.... "...
kemudian membaca Al-Qur'an sembari menunggu suaminya bangun.
Faiha melihat jam dinding kembali, sudah hampir pukul 2 siang namun sang suami belum juga nampak membuka matanya. Faiha merasakan perutnya sudah keroncongan lalu mengakhiri bacaannya membereskan peralatan sholatnya.
Faiha duduk di ranjang dan mengelus lembut wajah tampan sang suami, sang suami merasakan sentuhan lembut sang isteri dan mengeliatkan tubuhnya dan mengucek matanya
" Assalamu'alaikum Habibiku " ucap Faiha
" Wa'alaikum salam sayang " jawab Ahmad
menarik tangan sang isteri hingga tubuh sang isteri jatuh diatas dada bidangnya. Ahmad menciumi wajah sang isteri.
" Tidunya lelap sekali bi, capek ya? " ucap sang isteri mengurai pelukannya beralih memijit kaki sang suami
" hmmm tidak, hanya sedikit lelah saja " jawab Ahmad
" makan siang yuk bi, laper " ucap Faiha manja mengelus perutnya sendiri yang keroncongan
Ahmad mengangguk
" kamu turun dulu ya nanti aku nyusul, mau cuci muka dulu " ucap Ahmad
" Barengan aja bi, buruan " ucap Faiha
__ADS_1
Ahmad melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan mencuci mukannya setelah itu mereka turun dan makan siang bersama, makan siang yang terlambat.
.
.
Rencana berangkat ke rumah papa habis dhuhur gagal karna ketiduran. mereka memutuskan untuk berangkat usai sholat ashar saja. usai makan siang yang terlambat Faiha dan Ahmad duduk di gazebo di belakang rumah mereka sambil menikmati potongan buah segar
" bagaimana kelas online nya sayang?" tanya Ahmad
" hmmm aku rasa gak efektif bi " ucap Faiha
" Guru hanya memberikan tugas dan menyuruh siswa membaca sendiri materi di buku tanpa penjelasan dari guru " ucap Faiha
" kalaupun di jelaskan lewat vidio sepertinya ada yang kurang tepat, karna saat siswa tidak bisa memahami materi tidak bisa bertanya langsung kepada sang guru" ucapnya lagi
" Ya mau bagaimana lagi memang kondisinya seperti ini jadi ya sabar saja " ucap Ahmad
Faiha mengangguk, kemudian bertanya soal supermarket online yang sedang di
" gimana penjualan online nya bi, apa ada kendala?" ucap Faiha
" Alhamdulillah, penjualan naik pesat setelah pelanggan mengetahui sistem online ini banyak pelanggan yang terbantu dan beralih dari yang dulu offline kini beralih ke online " ucap Ahmad
" sampai karyawan bagian kurir harus di tambah personilnya " ucap Ahmad lagi
" Alhamdulillah, semoga berkah untuk semua " ucap Faiha
" Aamiin " ucap Ahmad dan Faiha bersamaan
Usai sholat Ashar mereka bersiap berangkat ke rumah papa
" baik Mas " ucap Mbak ART
" bik, kami pergi dulu ya " ucap Faiha menyalami bibik ART yang seumuran dengan bunda.
" iya Ning, hati hati di jalan " ucap bibik
Ahmad melajukan mobil sport putihnya meninggalkan rumah mewah miliknya. selama di perjalanan Ahmad tak sedikitpun melepaskan genggaman tangan istrinya.
" Yank, sholawatan donk aku pingin dengar suarmu " ucap Ahmad mempererat genggaman tangannya
Faiha melirik suaminya, tersenyum dan kemudian mulai bersenandung
...Lau kana bainanal habib...
...Ladanal qasi wal qarib...
...Min thoibatin qablal maghib...
...Tholiban qurbal habib...
...Biqurbihin nafsu tathib...
...Wa tad’ullah fa yujib...
__ADS_1
...Anwaru thoha la taghib...
...Ballighna liqahu ya mujib...
...Hudakal kaunu rahib...
...Rahmatal hadil qarib...
...Haduthuka nahurul azib...
...Jiwarukal ghusnur ratih...
...Fadatka ruuhi ya habib...
...Muhammadun mukrimal gharib...
...Biqurbikar ruhu tathib...
...Ya rahmatal lil ‘alamin...
...Ya habibi ya Muhammad...
...Ya thobibi ya mumajjad...
...Anta zul fadlil muayyad...
...Jalla man sholla ‘alaik...
" Tiap ku dengar sayang bersenandung, hatiku nyesss terasa adem banget Yank " ucap Ahmad
" terima kasih " ucap Ahmad
Faiha tersenyum, kemudian mengangguk mencium tangan suaminya yang sedari tadi menggenggam erat tangannya
" sama sam bi " ucap Faiha
" kenapa di sepanjang jalan yang kita lalui orang sibuk memegang smartphone mereka ya bi?" ucap Faiha
" karena kita berada di akhir zaman, jaman online " ucap Ahmad
" Ponsel kita mungkin ringan tapi tanpa kita sadari sangat berat hisabnya nanti diakhirat " ucap Ahmad lagi
" Maka bijaklah dalam menggunakannya " ucapnya lagi
" iya bi, aku juga menyadari akan hal itu dimana kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk membaca story, membaca postingan teman, membaca novel online dari pada membaca Al - Qur'an. kita rela menghabiskan banyak waktu untuk memeloti ponsel namun berat rasanya sekedar hanya membaca Al-Qur'an " ucap Faiha sendu
" inilah akhir zaman, orang lebih resah saat ponselnya ketinggalan dari pada ketinggalan waktu sholatnya " ucap Ahmad sendu
" Semoga keluarga kita selalu dalam lindunganNYA ya bi " do'a Faiha
" Aamiin " ucap Ahmad
...-----💞-----...
..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...
__ADS_1
...-----💞-----...