
" Bun, di sekitar rumah ada yang menerima pesanan cathering gak? " ucap Ahmad
" Hmmm....Mbak Kiya biasanya menerima pesanan makanan " jawab Bunda
" Masakannya enak gak bun?" tanya Ahmad
" Masakannya enak bumbunya terasa, bunda pernah di bagi saat kebetulan sedang datang ke rumahnya " ucap Bunda
" Rumahnya sebelah mana bun?" tanya Ahmad
" Depan Sekolah Dasar " jawab bunda
" Dia buka kantin juga untuk anak anak " ucap Bunda
" O...." Ahmad mengangguk
" Bunda nanti temani Ahmad ke sana ya" ucap Ahmad
" Untuk apa? Kamu mau makan apa? Nanti biar Bunda aja yang masak buat kamu " ucap Bunda
" Maaf Bunda, Ahmad hanya ingin pesan nasi kotak saja " jawab Ahmad
" Nasi kotak buat siapa?" ucap Bunda
" Buat Jamaah Subuh " ucap Ahmad
" ??? " bunda masih belum paham apa yang di katakan Ahmad
" Ahmad mau pesan nasi kotak buat orang yang jamaah subuh di masjid di hari jumat bunda " ucap Ahmad
Bunda mengangguk
" Yang biasa mengikuti Jamaah Subuh di masjid berapa orang bunda? " tanya Ahmad
" Sekitar lima puluhan orang kadang ya gak sampai segitu " ucap Bunda
" Sekarang kan Rabu bunda, nanti kita langsung mampir aja gimana? biar besok jumat sudah siap. Kalau tidak salah kan dari arah sini nanti kita melewati Sekolah Dasar" ucap Ahmad
" Tapi tolong nanti bunda gak usah cerita ke orang orang kalau nasi kotaknya dari Ahmad ya " ucap Ahmad
Bunda mengangguk
" Baik sekali suamimu Fai, jarang sekali di temui orang kaya yang dermawan. Semoga Allah melindungi kalian berdua dan melimpahkan kebahagiaan untuk kalian" guman bunda dalam hati
.
.
" Mbak Kiya, kenalkan ini suaminya Faiha namanya Ahmad " ucap Bunda memperkenalkan
" Le, ini mbak Kiya yang bunda ceritakan tadi " ucap bunda lagi
Mbak kiya tersenyum dan mengangguk menyapa orang asing yang baru di lihatnya ternyata suaminya Faiha. Ahmad membalas dengan menganggukkan kepala.
" Ada yang bisa Kiya bantu bu Lik? " ucap Kiya
" Ini Nduk, Tole mau minta tolong sama kamu " ucap Bunda
" Tolong apa bu Lik? Insyaallah kalau Kiya bisa menolong, dengan senang hati akan Kiya tolong bu Lik " ucap Kiya
Bunda menyuruh Ahmad menyampaikan maksudnya
" Saya mau pesan nasi kotak mbak, apakah bisa? " ucap Ahmad
" InsyaAllah mas untuk tanggal berapa mas?" ucap Kiya
__ADS_1
" Begini mbak, Insyaallah rutin untuk setiap hari jum'at mbak " ucap Ahmad
" Alhamdulillah ya Robb, engkau permudah jalan rizki untuk hamba " ucap syukur Kiya dalam hati
" Jadi saya pesan 100 porsi nasi kotak tiap subuh di setiap hari jumat. Nanti mbak tolong antar nasinya ke masjid sebelum jamaah sholat subuh pulang meninggalkan masjid ya mbak. Untuk menunya nanti tolong di atur berbeda di tiap jum'atnya " ucap Ahmad
" Jamaah subuhnya cuman 50 orang le, itu pun kadang gak sampai segitu jamaahnya " ucap bunda yang keberatan
" Gak papa bunda " ucap Ahmad
" Subhanallah, baik sekali suaminya dik Faiha, semoga Allah melimpahkan rahmat untuknya sekeluarga " ucap Kiya
" Aamiin " ucap bunda dan Ahmad bersama
" Ini uang pembayarannya untuk pesanan saya jumat lusa, untuk jum'at berikutnya saya akan transfer ke rekening mbak saja bisa kan? " ucap Ahmad
" Bisa mas" ucap Kiya
Ahmad menyerahkan uang dalam Amplop coklat.
Kiya menerimanya dan menghitungnya.
" 2 juta untuk 100 porsi itu terlalu mahal mas " ucap Kiya
" Di sini 10 ribu seporsi kotak itu sudah lengkap lauknya mas " ucap Kiya
" Di kampung sama di kota beda lo mas, di sini bahannya lebih murah dari pada di kota. mas orang kota ya?" tanya Kiya
" Ya udah, nanti di tambah kasih kue atau roti aja mbak atau buat minumnya " ucap Ahmad
" Bagaimana kalau di tambah Buah, kue, sama minumnya aja " usul Kiya
" Cukup mbak Kiya uangnya?" tanya bu Lik
" Terserah mbak ngaturnya, gimana baiknya. saya tahu jadi saja" ucap Ahmad
" Baik mas, terima kasih semoga barokah semuanya " ucap Kiya
" Aamiin... sama sama mbak " ucap Ahmad
" Sama minta tolong ya mbak, tolong sembunyikan identitas saya sebagai orang yang mendanai kegiatan nasi kotak subuh ini " ucap Ahmad
" Sungguh benar benar mulia sekali orang kaya ini, saat di luar banyak sekali yang bersedekah namun di bayangi dengan riya' dalam niatnya. Saat tangan kanan memberi, tangan kiri mulai geli untuk tidak berselfi membuat history di sosial media" guman Kiya
" Insyaallah mas " ucap Kiya
kemudian bunda dan Ahmad berpamitan setelah sebelumnya meminta nomer rekening dan bertukar nomer ponsel.
.
.
" Loh...ini rumahnya kenapa?" ucap bunda saat sampai di halaman
" Kok banyak orang dan juga material bangunan " ucap bunda
" Rumahnya sedang di renovasi bunda " ucap Ahmad
" Sejak kapan? Ayah kok gak bilang bunda? Dapat uang dari mana Ayah? " tanya bunda
" Sejak Ayah pulang kemarin bun " jawab Ahmad
" Bun, kita turun dulu yuk " ajak Ahmad
Bunda mengangguk masih memandang ke arah rumah yang sedang di perbaiki oleh beberapa orang. Bunda turun dari mobil. Ahmad membuka bagasi untuk membawakan barang barang bunda.
__ADS_1
Bunda di sapa oleh tetangganya yang kebetulan sedang belanja sayur di jalan depan rumah
" Baru pulang mbak Yu? " tanya ibu 1
" Iya mbak Yu, dari rumahnya Faiha " ucap bunda
" Berapa hari di sana mbak yu? kerasan ya di sana? " ucap ibu 2
" Satu minggu, Maaf Saya ke dalam duluan ya mbak Yu semua mari " ucap Bunda pamit menunduk ke arah ibu ibu
Ibu ibu membalas anggukan bunda ramah
" Pasti kerasan lah bu di sana, pasti semua ada secara mantunya kaya raya. Beda dengan di sini harus susah payah kerja keras dulu baru bisa makan " ucap Ibu 1
" Pasti di sana cuman duduk, makan enak, rebahan " ucap ibu 2
" Bang, Ayamnya gak boleh ni 10 ribu aja " tanya ibu 1 pada penjual sayur
" hmmm...gimana ya bu " ucap Abang sayur merasa keberatan. kalau di jual harga 10 ribu maka abang sayur hanya akan mendapat untung 500 rupiah
" Ayolahlah bang, tinggal satu bungkus aja !" ucap ibu 1
" Gak papa deh penting dagangan laku semua gak busuk besok bisa buat modal jualan lagi " pikir abang sayur
" Ya deh, boleh " ucap Abang sayur
" Udangnya juga boleh ya 12 ribu saja " ucap ibu 2
" Belum boleh bu, udang mahal bu " ucap abang sayur
" Ambil semua deh bu 25 gak papa " ucap Abang sayur
" Ya udah deh, aku beli udang nya saja semua ya bang " ucap Ibu 2
Abang sayur membungkus dua kantong udang dalam satu wadah dan menyerahkan pada ibu 2
" ni uangnya bang, terima kasih ya " ucap ibu 2
" Sama sama bu " ucap Abang sayur
" Aku ini bang, Ayam, timun, wortel, buncis sama cabe " ucap ibu 1
" Ayam 10 ribu, timun 2 ribu, wortel sama buncisnya 5 ribu, cabenya 4 ribu, semua jadi dua puluh satu ribu ya bu " ucap penjual sayur sambil menghitung dan memasukkan belanjaan ibu 1 dalam satu wadah
" Dua puluh ribu aja ya bang? " ucap ibu 1
" Tadi Ayamnya kan udah di korting bu ! " ucap Abang sayur
" Ya kan biar pas bang dua pulub ribu " ucap ibu 1
" hmmmm...." abang sayur terlihat semakin resah dan gelisah dengan rayuan ibu ibu saat belanja sayur
" Ya udah deh, dua puluh ribu aja " ucap abang sayur
Abang sayur menyerahkan belanjaan ibu 1
" Ma kasih bang, tambahin kemangi ini ya " ucap Ibu 1 memasukkan satu ikat kemangi dalam kantong belanjanya
" Ya Allah gusti, sekalian aja bu bayarnya di utang ! " gerutu Abang sayur dalam hati
" Bang bayarnya besok ya ! uangnya buat beli bedak dulu ! " ucap ibu 1
Glodak
Abang sayur mau salto gak bisa karna perutnya yang buncit yang kebanyakan di rayu ibu ibu. Akhirnya Abang sayur hanya bisa meratapi nasibnya.
__ADS_1