
Usai makan bersama, mereka bergantian membersihkan diri. Acara Ijab Qobul rencananya di laksanakan usai sholat Maghrib di Masjid.
Ayah pergi ke rumah pak Yai bersama Papa dan juga uztad Rudi untuk meminta beliau menikahkan Faiha.
Faiha duduk di ruang tamu bersama Mama dan Ahmad.
" Dik Fai, kamu mau mahar apa dariku? " tanya Ahmad yang iseng iseng bertanya masalah Mahar padahal sebenarnya dia sudah menyiapkan mahar untuk Calon istrinya
" hmmmm..." Faiha tampak berpikir mau minta mahar apa
" Mobil? Rumah? tanah? deposit? atau uang tunai? berapa? " tanya Ahmad
Faiha yang masih tampak berpikir tak sengaja melihat lengan kemeja Ahmad yang tersingkap dan terlihat sebuah gelang tasbih emas yang sering di gunakan oleh Ahmad
" Fai, minta gelang tasbih itu saja kak " jawab Faiha menunjuk gelang tasbih di tangan Ahmad
Ahmad dan Mama melihat ke arah yang di tunjuk Faiha.
" Fai, minta Mahar Rumah atau Mobil gitu lo...masak cuman minta itu Nak.... Itu harganya cuman seberapa sih....tiap hari sudah di pakai Ahmad pula, bekas Ahmad" ucap Mama
" Gak apa Ma, Faiha mau itu saja " jawab Faiha
Ya, gelang tasbih emas yang di bawa Ahmad memang dari emas, namun hanya leburan saja kadar emasnya hanya berapa karat saja bukan emas asli kalau di nominalkan hanya kisaran dua puluh lima jutaan saja
" Mama tau gak kenapa Ahmad ingin segera menikah dengan Faiha, karna stock perempuan seperti Faiha sudah langka. Ahmad takut gak kebagian hahaha....
Mama tahu? sebaik-baiknya perempuan adalah yang paling murah maharnya...." ucap Ahmad
" Kamu kan pengusaha sukses, masak Maharnya cuman itu saja malu dong " ucap mama lagi tak mau kalah
" Faiha aja yang Ahmad nikahi gak malu, kenapa mama malu " goda Ahmad pada Mamanya
Mama kesal dengan godaan Ahmad.
" Ma, Maafin Ahmad. Ahmad hanya bercanda. Ahmad sudah menyiapkan mahar spesial untuk calon isteri Ahmad dan Calon menantu mama tersayang " ucap Ahmad
Mama kembali tersenyum mendengar ucapan Ahmad. Memeluk Faiha erat
" Alhamdulillah Mama sangat bersyukur kamu akhirnya akan jadi menantu mama, Nak " ucap Mama
Faiha diam dalam dekapan pelukan mama.
" Maaf ya ma, waktu itu Fai menolaknya " ucap Faiha
Mama mengurai pelukannya,
" Dan mama tahu siapa yang membuatmu menolaknya saat itu " Ucap Mama melirik Ahmad
Faiha tersenyum
" ngomongin apa sih ma? " tanya Ahmad
" Ngomongin kamu ! " Jawab Mama mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
Ahmad tidak mengerti yang di bicaran mama, niatnya mau bertanya lagi tapi keburu Ayah, Papa dan uztad Rudi datang.
Mereka mengucapkan salam, masuk rumah, dan duduk bersama Ahmad.
Faiha dan Mama pergi ke dalam membantu bunda yang sedang membungkus makanan untuk di bagi bagikan kepada tetangga.
" Le, apa kamu sudah belajar menglafadhkan ijab nya? " tanya papa
" Sudah pa " jawab Ahmad
" jangan sampai salah, ini beda dari hanya sekedar mempresentasikan perjanjian kerja dengan seorang klien karena ini Perjanjiannya langsung sama Allah " ucap Papa
" Papa nakut nakuti Ahmad ni " ucap Ahmad
" Semua pasti pernah mengalami gugup mengucapkan kalimat sakral itu, termasuk papa hahaha " ucap Papa tertawa mengingat saat dulu betapa gugupnya mengucapkan ijab saat menikah dengan mama
"Kuncinya Yakin sama Allah, Insyaallah di mudahkan " ucap Ayah
" Mohon doanya Yah, Pa, semoga Ahmad bisa mengucapkannya dengan lancar " ucap Ahmad
Ayah mengangguk, Papa pun mengangguk namun melirik ke arah uztad Rudi yang sedari tadi diam
" Ngomong ngomong uztad Rudi sudah menikah apa belum? " tanya papa
" Papa perhatikan uztad Rudi seumuran dengan Ahmad " ucap Papa lagi
" Belum Pak " jawab uztad Rudi
" Sabar tadz, Jodoh tahu kapan saat yang tepat untuk hadir " ucap Papa
" iya pak, hari ini cuma jadi saksi pernikahan semoga esok bisa jadi yang di saksikan pernikahannya " ucap Uztad Rudi sambil tersenyum
" Aamiin " jawab semua mengaamiinkan doanya joker, jomblo keren hahaha...
Mereka berbincang ringan di ruang tamu, Sampai waktu maghrib hampir tiba, mereka berangkat ke masjid untuk sholat maghrib berjamaah.
Usai sholat Maghrib, mereka berkumpul untuk menyaksikan ijab Qobul, beberapa jamaah ikut menyaksikan prosesi ini.
Ayah duduk berhadapan dengan Ahmad di samping pak Kyai, uztad Rudi dan papa duduk di samping Ahmad.
Faiha duduk di tempat terpisah dengan mama dan bunda dan juga ibu ibu jamaah sholat maghrib yang ikut menyaksikan.
" Kok nikahnya mendadak ya" bisik ibu 1
" iya, mungkin sudah isi dulu makanya sebelum kelihatan membesar di segerakan " jawab ibu 2
" Hust, jangan su'udhon calon suaminya kan paham agama dia pernah ikut rombongan musafir waktu itu " jawab ibu 3
" ya bisa jadi khilaf, kan Faiha hidup di kota pergaulannya bebas kan " bisik ibu 4
" Calon suaminya kan orang kaya, eh di nikahkan siri aja, jangan jangan jadi istri ke dua dia " ucap ibu 5
" Mana mungkin, calon suaminya kan masih muda masih single kayaknya " ucap ibu 3
__ADS_1
" Bisa jadi, kan orang kaya bebas nikah uangnya banyak " ucap ibu 5
Kasak kusuk tetangga Ayah dan bunda saat ini, Yakinlah kalo besok pagi akan ada berita heboh di pasar. jangankan besok pagi nanti habis ijabpun sudah menyebar entah itu ghibah atau Fitnah hanya beda tipis.
Acara ijab segera di mulai, Pak Kyai menanyakan mahar yang akan diberikan pada Faiha.
" Nak Ahmad, Mahar apa yang akan di berikan untuk pengantin perempuan?" tanya pak Kyai
" Gelang tasbih, Sebidang tanah sawah, sebuah Rumah dan Hafalan surat Ar- Rahman pak Kyai " jawab Ahmad
Ahmad kemudian memberikan sebuah kotak kaca berisi surat tanah, dan surat rumah dan diatasnya tambahan mahar tasbih gelang yang di minta Faiha tadi sore.
Faiha yang mendengarkan menjadi terharu, calon suaminya memberikan mahar yang begitu luar biasa baginya, bukan tanah atau rumahnya namun surat ArRahman lah yang membuatnya berkaca kaca
" Semoga Kak Ahmad menikahiku karena Allah " ucap Faiha dalam hatinya.
" Baiklah, kalau begitu, silahkan berikan mahar Hafalan Ar Rahmannya lebih dulu " ucap pak Kyai
Kemudian Ahmad mulai membaca surat Ar Rahman di mulai dengan bacaan Ta'awudz dan basmalah dahulu...
اَلرَّحْمٰنُ
عَلَّمَ الْقُرْاٰ نَ
خَلَقَ الْاِ نْسَا ن
Baru Ayat ketiga Faiha tak kuasa membendung air matanya
" Subhanallah " ucapnya dalam hati
Ahmad melanjutkan hafalannya
Sementara orang orang mendengarkannya sambil berghibah ria entah mendengarkan entah tidak, mereka juga tidak begitu peduli , tak banyak yang paham kalau mendengarkan orang mengaji atau diam saat ada orang mengaji itu banyak sekali pahalanya, maka tak jarang mereka malah berisik dengan dunia mereka, Dunia per-ghibah-an
" Maharnya kurang keren kalo hanya hafalan " ucap ibu 1
" memang di nafkahi hafalan saja bisa kenyang " tambah ibu 2
" itu tadi gelang tasbihnya emas atau gak?" ucap ibu 3
" kenapa tidak minta emas batangan aja 50 kilo, kan lumayan nanti di jual lagi " ucap ibu 4
" kenapa gak minta berangkat haji plus aja ya, haji sekarang kan nunggunya 30 tahunan" ucap ibu 5
"Ya Allah gusti,,,bisa diam gak ibu ibu " ucap ibu 6 dengan suara tinggi karena merasa gerombolan ibu ibu mulai berisik tak terkendali
...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......
...Mohon dukungannya njih, Author masih terus belajar....🙏🏻...
...jangan lupa like, komen n Votenya juga...
...terima kasih...
__ADS_1