
" Sayang, wangi sekali " ucap Ahmad memeluk istrinya yang sedang mengeringkan rambutnya
" hmmm....." ucap Ahmad menciumi leher sang istri
" apa kamu usai mandi junub? " tanyanya lagi
" iya bi, Alhamdulillah darah haidnya sudah tidak keluar " jawab Faiha
" Alhamdulillah, akhirnya sudah suci...." ucap Ahmad
Faiha melihat Sang Suami dan tersenyum tulus. Sejak ijab Qabul sepuluh hari yang lalu Faiha dan Ahmad belum melakukan hubungan halal itu karena hari kedua saat pindah ke rumah ini Faiha mendapat tamu bulanannya dan baru suci sore ini.
" Sayang, kamu cantik " ucap Ahmad masih menciumi leher sang istri
...Foreplay dulu donk, biar pendaratannya sempurna....
dua puluh menit kemudian....
..." Allahumma jannibnisy-syaithan wa jannibisy-syaithan ma razaqtana"...
...Ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami....
tiga puluh menit kemudian....
..."Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah"...
...Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh)....
sepuluh menit kemudian....
..."Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa”....
...Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air m*** ini menjadi manusia (keturunan)....
Ahmad mengecup kening Faiha kemudian mengelus lembut perutnya.
.
Maaf para readers semua, Author kasih tahu do'a do'anya saja, tutorialnya tidak bisa menjabarkan. kalau di jabarkan terlalu indah. Salah satu hal dalam sebuah rumah tangga yang ada nilai ibadah di dalamnya.
Yang Jomblo fisabilillah semangat ! Ikhtiyar dan do'anya
Yang Sudah Halal Semangat, semoga berkah barokah rumah tangganya.
.
.
Usai Sholat Maghrib, Faiha membaca Al-Qur'an di dalam kamarnya.
"'Audzubillahi minasyaithonir rojiim... Bismillahirrohmanirrohim "
ucap Faiha mulai melantunkan suara merdunya
Ya, Faiha seorang wanita akhir Zaman yang masih mau menyempatkan untuk membaca Al-Qur'an di setiap kesibukannya. Dia selalu komitmen one day one juz selalu Faiha sempatkan. Sedikit asal istiqomah prinsipnya. Karna berharap saat nanti dirinya sudah tiada bacaan Al-Qur'annya bisa jadi penerang di alam kuburnya.
"shodaqollahul 'Adzim" ucap Faiha mengakhiri bacaannya
"Alhamdulillah, semoga hamba tetap istiqomah ya Robb " ucap Faiha
" Aamiin " ucap Ahmad mengaminkan doa istrinya
" bi, sudah dari tadi di situ?" tanya Faiha menoleh ke arah suaminya yang sedang duduk di sofa di dalam kamarnya
" ya " jawab Ahmad
"hmmm, kenapa gak manggil aku " tanya Faiha menghampiri suaminya dan mencium punggung tangannya
" sengaja, mau denger suaramu " ucap Ahmad mengecup kening istrinya
" Seharusnya, di simak kalau ada yang salah di benerin bacaanku bi " ucap Faiha
" iya sayang, bacaannya udah bagus sudah bener semua...aku nyimak dari sini tadi karna aku liat sayang konsentrasi banget bacanya sampai salamku aja gak dengar " ucap Ahmad membawa istrinya dalam pangkuanya.
" hmmm...Maaf ya bi " ucap Faiha
__ADS_1
" untuk? " tanya Ahmad
" ya, karna aku gak dengar salammu " ucap Faiha sambil tersenyum malu
Ahmad mengangguk dan tersenyum pada istrinya
" Siap siap gi " ucap Ahmad
" mau kemana? " tanya Faiha
" beli makan di luar " ucap Ahmad
Faiha mengangguk, dan berdiri dari pangkuan sang suaminya. Faiha melangkahkan kakinya menggambil jilbab ungu dan memakainya di depan cermin meja riasnya. Faiha tak memoles apapun wajahnya namun sudah terlihat aura kecantikannya. kulitnya yang putih bulu matanya yang panjang dan lentik, matanya yang bulat dan bibir merah jambunya tanpa make up terlihat natural cantiknya.
" Subhanallah, indah sekali ciptaanmu ya Robb" ucap Ahmad memeluk sang istri dari belakang yang sedang bercermin
" bi, semua nampak indah karna Allah masih menutupi aib aibku " ucap Faiha
Ahmad mengangguk kemudian mengecup kening istrinya.
CUUP
" yuk, berangkat " ucap Ahmad menggandeng tangan sang isteri
Faiha mengangguk dan mengikuti langkah sang suami masuk dalam mobil sport putihnya.
...Ahmad ya habibi habibi...
...Habibi salam habibi...
...Salam 'alaika habibi...
...Ahmad ya habibi habibi...
...Habibi salam habibi...
...Salam 'alaika habibi...
...Ya 'aunal ghoribi salam 'alaika...
...Ya 'aunal ghoribi salam 'alaika...
...Ahmad ya habibi...
...Salam 'alaika habibi...
...Ahmad ya habibi habibi...
...Habibi salam habibi...
...Salam 'alaika habibi...
...Ahmad ya habibi habibi...
...Habibi salam habibi...
...Salam 'alaika habibi...
Lantunan sholawat group gambus sabyan terdengar dari audio tape mobil mengiringi perjalanan mereka
Tak lepas tangan mereka berpegangan erat sambil menyenandungkan sholawat nabi
" merdu suaramu lo sayang dari pada suaranya nisa " ucap Ahmad
" hmmm...terima kasih bi, kamu selalu memujiku " ucap Faiha malu
" kenyataan sayang, memang merdu suara kamu " ucap Ahmad
" Ya kenyataan juga kalau yang punya suara merdu belum tentu jadi vocalis seperti nisa " ucap Faiha sambil tertawa
" iya, memang takdir dari Allah tak bisa di rubah " ucap Ahmad
" karena rencana Allah lebih indah dari rencana hambanya " ucap Faiha
" ya, kalau kamu jadi Vocalis jatuh cintanya sama keyboardistnya, gak mungkin sama saya hahaha...." gurau Ahmad
__ADS_1
" Hustt...gak baik ngomongin orang " ucap Faiha
" iya iya sayang Maaf " ucap Ahmad
" Kita ke Masjid dulu ya " ucap Ahmad saat mendengar adzan isya' di tengah perjalanan
" iya " jawab Faiha sambil mengangguk
Ahmad menghentikan mobilnya di masjid terdekat untuk mengikuti jamaah sholat isya'.
Faiha mengambil mukena yang selalu di simpan bersama sarung, baju koko di jok belakang mobil suaminya. karena Ahmad masih memakai sarung dan juga baju koko, Faiha hanya mengambil mukena untuknya saja.
Mereka mengikuti jamaah sholat isya' dengan khusyu'.
Usai Melakukan kewajiban sebagai hamba, mereka melanjutkan perjalanannya.
Tak lama kemudian, sekitar sepuluh menit
Mereka sampai di warung sate kaki lima milik pak Udin, langganan Ahmad.
meski Ahmad orang kaya namun dia tak pernah malu untuk makan di tempat sederhana seperti milik pak Udin ini
" Mas Ahmad, bagaimana kabarnya?" tanya pemilik warung saat Ahmad dan Faiha sudah duduk di bangku tempat makan
"Alhamdulillah pak Udin, sehat " jawab Ahmad
" ini siapanya mas Ahmad?" tanya pak udin sang pemilik warung
" ini istri saya pak, kenalkan namanya Faiha" ucap Ahmad
" Assalamu'alaikum pak " ucap Faiha menangkupkan tangannya
" Wa'alaikum salam mbak Faiha " jawab pak Udin
" gak pernah ke sini ternyata sibuk jadi pengantin baru mas Ahmad, kok gak undang undang bapak mas?" ucap pak Udin
" Alhamdulillah pak, Mohon doa restunya insyaallah besok kalau resepsi, ini baru di halalkan dulu pak, takut nambah dosa " ucap Ahmad
" Iya Mas, ini mau pesan apa mbak Faiha sama mas Ahmad? maaf lo mas malah bapak ajak ngobrol habisnya lama tak jumpa" ucap Pak Udin
" Gak papa pak " ucap Ahmad
" mau pesan apa yank?" tanya Ahmad pada istrinya
" terserah kamu aja bi " ucap Faiha
" Ya udah pesan sate kambing sama sate kelinci aja pak " ucap Ahmad
" baik mas, minumnya seperti biasa ya? " tanya pak Udin
" iya pak " ucap Ahmad
" Sebentar ya mas, Mbak saya siapkan dulu pesenannya " ucap pak Udin
" Njih pak, monggo " ucap Faiha, sementara Ahmad hanya menganggukkan kepalanya sambil membaca chat dari papa yang baru masuk di ponselnya.
" Yank, lusa kita ke rumah Papa ya" ucap Ahmad sendu usai melihat ponselnya
" Papa dan mama sehat kan bi?" tanya Faiha
" mereka sehat, hanya saja...." ucap Ahmad menggantung perkataannya
" Mbak Aulia dan anak anaknya lagi di rumah papa " ucap Ahmad
" Alhamdulillah donk bi, lusa aku bisa kenalan sama Mbak Aulia " ucap Faiha
" tapi kenapa kamu malah terlihat sedih " ucap Faiha lagi
" ini Mas, Mbak, pesenannya sudah siap " ucap pak udin yang datang membawa pesenan mereka
" silahkan di nikmati " ucap pak Udin lagi
" terima kasih pak udin " ucap Ahmad dan Faiha bersamaan
" sama sama, saya permisi dulu mas, mbak" ucap pak Udin berlalu meninggalkan mereka berdua
__ADS_1