Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
seratus ribu kembali lima ratus ribu


__ADS_3

" bi, aku turun di rumah pak Dhe aja ya " ucap Faiha saaat di dalam mobil


" kenapa?" tanya Ahmad


" Gak apa apa" jawab Faiha


Ahmad tahu Faiha masih mau menyembunyikan pernikahan mereka. karena status Faiha yang masih sekolah dan masih ingin mengikuti ujian.


" baiklah " jawab Ahmad


Ahmad kembali fokus mengemudikan mobilnya mengantar sang istri yang hendak mengajar anak anak di musolla


Saat sampai di depan rumah pak Dhe, Ahmad tidak ikut turun, dia akan kembali ke kantor.


" Sayang, maaf aku gak ikut turun. Kamu hati hati ya " ucap Ahmad menatap sang istri sambil memegang kedua tangannya


" iya bi, terima kasih sudah mengantarku " ucap Faiha


" nanti pulang kantor, aku jemput " ucap Ahmad


Faiha mengangguk, kemudian salim dengan suaminya. sang suami mencium keningnya


" Assalamu'alaikum " ucap Faiha membuka pintu mobil


" Wa'alaikum salam " jawab Ahmad


Ahmad kembali ke kantor. Faiha mampir ke rumah pak Dhe kemudian baru menuju ke musolla untuk belajar mengaji bersama adik adik komplek.


" Bagaimana kabar adik adik semua " tanya Faiha saat mulai membuka kelas


" Allhamdulillah....Luuar biasa.... Allahhu Akbar.... Sehat..... ! " ucap Adik adik serempak


" Alhamdulillah " ucap Faiha


Faiha mengajak adik adik menghafalkan sifat wajib Nabi dengan menggunakan lagu agar mudah dihafalkan. Karena adik adik yang mengaji dengan Faiha rata rata masih di bawah delapan tahun. sementara yang usia di atasnya mengaji dengan uztad Rudi.


Faiha mengubah syairnya saja, nada lagu anak anak "menanam jagung" yang sudah familiar di telinga anak anak jadi mudah menghafalnya.


Faiha mulai dengan menyanyi sendiri, adik adik menyimak dan mendengarkan lebih dulu


" Ayo kawan kita mengenal "


" sifat mulia nabi muhammad "


" pertama siddiq kedua Amanah "


" ketiga tabligh empat Fatonah "


" siddiq itu artinya jujur "


" Amanah itu dapat di percaya "


" Tabligh itu menyampaikan "


" Fatonah itu artinya cerdas "


selanjutnya Faiha dan adik adik bernyanyi bersama, dan ketiga kalinya adik adik bernyanyi sediri sedang Faiha menyimak.


Dan mereka sudah bisa menghafalnya di nyanyian ke tiga.


" Anak sholeh " ucap Faiha


" Siap ! " jawab adik adik yang laki laki serempak


"Anak Sholikhah " ucap Faiha lagi


" Siap ! " jawab adik adik perempuan tak kalah kompak


Begitulah kegiatan Faiha saat belajar dengan adik adik komplek. Belajar sambil bermain dan bernyanyi. Adik adik komplek senang karena metode belajar yang menyenangkan menurut versi anak anak.


Saat jam pulang belajar mengaji, terlihat mobil Ahmad sudah terparkir tak jauh dari Musolla. Ahmad tak nampak keluar dari mobil, karna dia memutuskan untuk menunggu Faiha di dalam mobil sambil istirahat.


Faiha yang keluar dari musolla melihat mobil sang suami dan menghampirinya. Faiha masuk dalam mobil yang tak di kunci. sedang di bagian kemudi kaca mobil yang sengaja di turunkan sedikit.


" Assalamu'alaikum habibiku " ucap Faiha


Ahmad yang sedang tidur tidak mendengar salam dari sang istri. Faiha melihat ke arah suaminya yang terlihat lelah.


" dia terlihat lelah sekali, jadikan lelahnya menjadi berkah ya Robb " doa Faiha dalam hati

__ADS_1


Faiha memutuskan untuk tak membangunkannya. Faiha menunggu Ahmad dengan bermain Ponselnya. dia mengirim pesan ke pada Azmi sahabatnya.


๐Ÿง•๐ŸปAssalamu'alaikum


๐Ÿ™Ž๐ŸปWa' alaikum salam, tumben chat duluan


๐Ÿง•๐Ÿปhehe....gak boleh ya...


๐Ÿ™Ž๐Ÿปpasti ada yang penting


๐Ÿง•๐Ÿป nggak juga


๐Ÿ™Ž๐Ÿป terus?


๐Ÿง•๐Ÿปlagi gak punya temen ngobrol aja


๐Ÿ™Ž๐Ÿปhmmmm....memang perlu? biasanya juga gak ada teman, ada buku yang nemenin kamu


๐Ÿง•๐Ÿปitulah, bukuku ketinggalan....


๐Ÿ™Ž๐Ÿป memang sekarang lagi di mana?


๐Ÿง•๐Ÿป mau pulang, tapi masih nungguin orang tidur ni


๐Ÿ™Ž๐Ÿปhmmm....siapa yang tidur?


๐Ÿง•๐Ÿปsuamiku


๐Ÿ™Ž๐Ÿปcie cie yang sudah punya suami, tidur aja di tungguin....


๐Ÿง•๐Ÿปhaish....apaan sih...


๐Ÿ™Ž๐Ÿป gimana rasanya MP ? sakit gak?


๐Ÿง•๐Ÿป Rahasia, masak iya di ceritakan...Gak boleh Azmi...


๐Ÿ™Ž๐Ÿป bagi dikit lah gak apa


๐Ÿง•๐Ÿปemang apaan?hmm....


" Malam Pertama terhadang palang Merah hahaha " batin Faiha


" siapa yank, yang kamu chat? kok senyum senyum sendiri ?" tanya Ahmad


" eh, bi, sudah bangun..." ucap Faiha kaget


" ini lagi Chat an sama Azmi " ucap Faiha lagi


๐Ÿง•๐Ÿป udah dulu ya, see you tomorrow...


๐Ÿง•๐ŸปAssalamu'alaikum


" Maaf ya yank, aku ketiduran " ucap Ahmad mengucek ngucek matanya yang masih lengket


" Iya bi, gak apa aku tahu kamu lelah jadi sengaja tadi gak bangunin" ucap Faiha menaruh ponsel di sling bagnya


" kita pulang sekarang " ucap Ahmad


Faiha mengangguk.


Dalam perjalanan menuju rumah. di dekat lampu merah, Faiha pamit suaminya untuk turun sebentar.


" bi, bentar ya " ucap Faiha yang langsung membuka pintu mobil dan berjalan menghampiri seorang nenek yang duduk di bawah pohon


" nek, nenek kenapa masih di sini? hari mulai gelap, sebentar lagi kelihatannya akan turun hujan" ucap Faiha melihat langit yang gelap


" nenek belum dapat uang Nak, bagaimana mau pulang nanti anak anak nenek mau makan apa" ucap nenek itu


" nenek jualan apa?" tanya Faiha lagi


" ini ning, tissu " jawab nenek itu lagi


" ning mau beli?" tanya nenek


" Iya nek, ini aku beli semuanya " ucap Faiha menyodorkan uang seratus ribuan yang diambil dari sling bagnya


" cukup nek?" tanya Faiha


" uangnya masih ada kelebihannya ning" ucap nenek

__ADS_1


" gak usah nek, buat nenek saja " ucap Faiha


" terima kasih ning, semoga Ning sekeluarga Sehat dan dilancarkan rezekinya" ucap nenek


" Aamiin...terima kasih nek " jawab Faiha


" dagangan nenek sudah di borong si ning, nenek pulang dulu ya ning, sekali lagi terima kasih " ucap nenek


" sama sama nek, hati hati ya nek " ucap Faiha


Nenek tua itu berjalan hendak menyebrang jalan, tapi karna lampu sudah berwarna hijau nenek itu duduk lagi di trotoar jalan


" nenek kok malah duduk di sini" tanya Faiha mendekatinya lagi


" nenek nunggu lampu merah dulu ning " jawab nenek


Faiha melihat arah lampu


" Sebentar lagi merah nek, mari saya bantu nyebrang " ucap Faiha


Nenek mengangguk, dan mengikuti Faiha yang memapah tubuhnya.


Sampai di seberang jalan.


" nenek hati hati ya, Faiha kembali dulu " ucap Faiha


"terima kasih banyak ning" ucap nenek


Faiha kembali ke seberang jalan dengan masih memegang kresek tissu yang di beli dari nenek tadi.


sampai di seberang jalan, Faiha berjalan di trotoar dan sebuah mobil mewah berhenti tepat di samping dia jalan


" Mbak, jual tissu ya?" ucap seseorang laki laki di dalam mobil itu


" tidak pak, saya membeli tissu ini dari nenek itu " ucap Faiha menunjuk nenek yang berjalan di trotoar seberang jalan


" apa mbak memerlukan tissu itu ?" tanyanya lagi


" sebenarnya tidak pak, saya hanya berniat menolong nenek itu tadi" ucap Faiha


" Ya udah mbak, saya beli tissunya ya kebetulan saya sedang membutuhkannya " ucap bapak itu


Faiha yang merasa tidak memerlukan tissu itu dan mengira bahwa bapak di dalam mobil sedang membutuhkannya mengiyakan dengan mengangguk


" Semua mbak ya, ini uangnya " ucap bapak itu memberikan uang seratus ribuan lima lembar kepada Faiha.


" ini uangnya kebanyakan pak, lima puluh ribu saja pak " ucap Faiha


" iya gak papa mbak, ambil aja lebihnya " ucap bapak itu menjalankan mobilnya lagi


" terima kasih pak, semoga Allah memudahkan urusan bapak " ucap Faiha namun tidak dapat di dengar oleh bapak kaya yang sudah pergi dengan mobilnya


Faiha kembali ke mobil suaminya. Ahmad yang melihat sang istri kembali ke mobil tersenyum manis


" Sudah?" tanya Ahmad


Faiha mengangguk. Ahmad menjalankan kembali mobilnya menuju rumah


" kenapa cemberut?" tanya Ahmad


" Aku maunya jadi orang pendiam, diam diam sedekah " ucap Faiha


" ini malah di sedekahin " ucap Faiha lagi


" itu namanya Allah sedang membalas kebaikan yang engkau lakukan berlipat ganda...Langsung ! " ucap Ahmad yang sedari mengamati Faiha dari dalam mobil


" karena Allah tahu kamu tulus dan ikhlas menolong nenek tadi " ucap Ahmad lagi


" Sedekah lima ratus ribu bagi orang kaya itu biasa, karna semakin kaya seseorang level sedekahnya juga harus semakin banyak " ucap Ahmad


Faiha mengangguk, mencerna perkataan sang suami.


...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......


...Mohon dukungannya njih, Author masih terus belajar....๐Ÿ™๐Ÿป...


...jangan lupa like, komen n Votenya juga...


...terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2