
" Sebenarnya masih ada satu jalan, kamu masih bisa melanjutkan sekolah meski sudah menikah " ucap Papa
" Apa itu om?" tanya Faiha penasaran
Kemudian Papa bercerita sedangkan Faiha mendengarkan dengan seksama. Mama yang mendengarkan sambil mengobati pipi Faiha yang lebam berkata...
" Kalau begitu merugikan pihak perempuan Pa namanya..." ucap Mama
" Ya tidaklah Ma, kalau pihak perempuan percaya sama laki lakinya, dan laki lakinya juga janji bertanggung jawab tak ada ruginya toh...." ucap Papa membalas Argumen mama
Faiha memikirkan apa yang di bicarakan Papa barusan, sepanjang jalan Faiha berpikir keras untuk mempertimbangkannya.
.
.
Sementara rumah Faiha di kampung
"Apa benar di sini rumah bapak Agus Heriyanto " tanya Sita setelah mengucap salam dan di jawab oleh bunda
" iya mbak benar " jawab Bunda
" Ada perlu apa dengan suami saya mbak?" tanya bunda penasaran
" Maaf ibu, bisa bertemu dengan Bapak Agusnya?" tanya balik Sita
" Baik mbak saya panggilkan sebentar, silahkan masuk silahkan duduk dulu " ucap bunda
Sita duduk, Bunda pergi ke dalam rumah untuk memanggil Ayah. Tak lama Ayah keluar menemui Sita
" Ada yang bisa bapak bantu? " tanya Ayah
" Maaf pak, kenalkan saya Sita maksud kedatangan kami ke sini untuk mengantarkan hantaran " jawab Sita
" Hantaran apa mbak?" tanya Ayah bingung
" Hantaran pernikahan pak " jawab Sita
" Pernikahan siapa?" tanya Ayah makin bingung
" Tidak tahu pak, kami hanya di tugaskan untuk mengantarnya ke alamat ini " jawab Sita
Ayah melihat alamat yang di tunjukkan Sita lewat ponselnya.
" ini memang sudah benar nama dan alamat saya " ucap Ayah
" Siapa yang mengirimnya?" tanya Ayah
" Pak Ahmad " jawab Sita
Tak mau semakin bingung dengan keadaan dan situasi ini Ayah menyuruh Sita menghubungi Ahmad.
" Mbak Sita, tolong hubungi pak Ahmad dulu saya mau bicara dengan beliau " ucap Ayah
" baik pak " ucap Sita mengangguk kemudian mencari nomer atasannya di daftar buku kontak kemudian menghubunginya.
" Maaf pak, Pak Agus ingin bicara dengan Bapak " ucap Sita bicara di telepon miliknya
Sita memberikan ponselnya kepada Ayah dan membiarkannya berbicara dengan Ahmad
__ADS_1
Setelah sepuluh menit, Ayah mengembalikan ponsel kepada Sita. Sita menempelkan ponsel di telinganya.
" Baik pak, akan kami kerjakan " jawab Sita
" Wa'alaikum salam " jawab sita menutup ponselnya.
Sita menyimpan ponselnya di sling bag yang di bawanya
" Bagaimana Pak Agus, Kami mohon ijin melaksanakan tugas " ucap Sita ramah
" Silahkan Mbak " jawab Ayah memberi ijin
Mbak Sita dan kedua temannya bekerja sama menurunkan hantaran di rumah pak Agus. Mobil box yang awalnya penuh dengan hantaran sudah kosong. Hataran itu berpindah memenuhi ruang tamu dan ruang keluarga Faiha.
Mbak Sita dan ke dua temannya pamit pada pak Agus karna tugas sudah selesai.
Tinggal Ayah dan Bunda yang tertegun melihat betapa banyaknya hantaran yang memenuhi rumahnya.
" Yah, ini ada apa sebenarnya?" tanya bunda
Ayah kemudian menyampaikan percakapannya di telepon dengan Ahmad
sang calon menantu.
" Ayah panggil mbak Yu, Kang Mas dan juga Yunus untuk membantu ya, bunda panggil Bu Dhe Um dan Lik Yati untuk membantu bunda " ucap Ayah
Bunda mengangguk, dan bergegas memanggil tetangga paling dekatnya untuk membantu membereskan hantaran dan menyiapkannya untuk nanti tamu datang.
Ayah pergi ke rumah Yunus dan memberikan kabar ini sekaligus meminta bantuan pada Kang mas dan mbak Yu nya.
.
.
🧕🏼 Maaf pak, Pak Agus ingin bicara dengan Bapak
🧑🏻 Baiklah, berikan ponselmu pada beliau
🧔🏻Assalamu'alaikum Nak
🧑🏻Wa'alaikum salam warohmatullah wabarokatuh Pak
🧔🏻Nak, ini ada mbak Sita di rumah bapak katanya kamu yang menugaskan untuk mengantarkan hantaran hantaran ini
🧑🏻 Njih bapak, Maaf sebelumnya Ahmad tidak memberi tahukan Bapak dahulu
🧔🏻Maksudnya gimana Nak Ahmad
🧑🏻Maaf pak, rencananya dadakan...Ahmad dan Faiha tidak mau menambah dosa lagi
🧔🏻Apa kalian melakukan hubungan di luar batas?
🧑🏻Alhamdulillah tidak pak, Kami takut kepada Allah, berpandangan sekalipun kami berusaha menahannya namun karena selama tiga bulan terakhir kita dekat kita rasa ada yang salah dengan ini semua. Saya putuskan untuk menikahinya saja.
🧔🏻Bagaimana dengan Faiha? apa Nak Ahmad sudah berbicara dengannya tentang hal ini?
🧑🏻 Sudah Pak, bahkan jawaban Faiha yang membuat saya yakin segera menikahinya
🧔🏻Bagaimana dengan sekolahnya?
__ADS_1
🧑🏻 Sebelumnya juga saya memikirkan hal itu, namun Faiha tak mempermasalahkannya
🧔🏻Apa Faiha masih bisa melanjutakan sekolahnya?
🧑🏻Masih bisa pak, kalau menikahnya hanya nikah agama saja. Namun saya paham kalau itu merugikan pihak perempuan dan saya tidak akan melakukannya
🧔🏻hmmmm.....
🧑🏻Baiklah pak, saya sedang di jalan doakan saya sampai di rumah bapak dengan selamat
🧔🏻 Iya, Semoga Allah melindungi kalian semua
🧑🏻Faiha sudah berangkat ke kampung bersama orang tua saya mungkin sebentar lagi sudah sampai. Saya menyusul di belakang bersama pak Uztad
🧔🏻ya, hati hati di jalan
🧑🏻 Bapak terima saja hantarannya lebih dulu, biar tugas karyawan yang mengantarnya selesai dan bisa kembali ke kota untuk pulang dan beristirahat
🧔🏻Seharusnya tidak perlu berlebihan seperti ini mengirim hantaran sebanyak ini
🧑🏻Tidak apa pak, itu semua keinginan mama yang tidak mau merepotkan bapak
🧔🏻hmm.....baiklah
🧑🏻 terima kasih pak, bisa Ahmad bicara lagi dengan mbak Sita
🧕🏼ya pak
🧑🏻 Mbak Sita tolong kamu bantu karyawan yang di sana untuk menurunkan semuanya. Setelah itu kalian bisa langsung pulang ke rumah masing masing
🧕🏼 Baik pak, akan kami kerjakan
🧑🏻ya sudah Assalamu'alaikum
🧕🏼 Wa'alaikum salam
Ahmad memutuskan telepon setelah mengucap salam, melepas earphone dan meletakkan di dashboard mobil
" Maaf uztad, jadi melibatkan uztad dan juga merepotkan " ucap Ahmad
" tidak apa" jawab uztad Rudi
" terima kasih uztad" ucap Ahmad
" Maaf lancang sebelumnya, apa kalian kenal sudah lama?" tanya uztad Rudi
" Tidak apa uztad, kami kenal setahun lalu saat Faiha kelas tiga tsanawiyah " jawab Ahmad
" Saat itu, kebetulan saya mengikuti jelajah musafir di pondok. Dan desa Faiha menjadi salah satu desa tujuan " ucap Ahmad
" Pak Ahmad anak pesantren juga?" tanya uztad Rudi
" Tidak juga, saya di pesantren hanya setahun karena suatu hal " jawab Ahmad
Uztad Rudi mengangguk paham dia tidak ingin mengorek lebih dalam tentang Ahmad dan Faiha. Mereka memilih diam dalam pikiran masing masing di sisa perjalanannya ke rumah Faiha.
...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......
...Mohon dukungannya njih, Author masih terus belajar....🙏🏻...
__ADS_1
...jangan lupa like, komen n Votenya juga...
...terima kasih...