Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
Awal dan Akhir Kehidupan


__ADS_3

" Bi, Aku minta maaf kalau selama aku bersamamu aku banyak salah dan belum bisa menjadi yang kamu inginkan. Aku harap kamu ridho atas diriku " ucap Faiha


" Sayang, apapun itu aku Ridho atas dirimu karena Aku yang meminta Allah untuk menjadikanmu bagian dari hidupku " ucap Ahmad


" Aku yang banyak khilaf terhadapmu, maafkan aku belum bisa imam terbaik untukmu " ucap Ahmad


" Hal paling bahagia buatku adalah saat bersamamu, terima kasih " ucap Faiha


Faiha mencium kening sang suami yang sedang rebahan kemudian Faiha berbaring meletakkan kepalanya di lengan kekar sang suami, Ahmad mengelus perut sang isteri yang membuncit dengan satu tangannya yang lain.


" Baby gerak gerak sayang " ucap Ahmad


Faiha tersenyum dan mengangguk meletakkan tangannya di atas tangan sang suami dan mengusap perutnya bersama.


" Semoga Baby kita menjadi sepertimu laki laki tampan yang dermawan dan suka menolong " ucap Faiha


" Hmmm....Dia akan jadi Perempuan yang cantik, cerdas dan rendah hati sepertimu " ucap Ahmad


" Bi, anak kita laki laki bukan perempuan " ucap Faiha


Faiha yakin anak yang di kandungnya berjenis kelamin laki laki meskipun hasil USG dokter selalu bilang bahwa anak mereka perempuan, bahkan tadi pagi dokter bilang jenis kelamin bayinya perempuan Faiha tetap bilang laki laki. Ahmad tak mempermasalahkan itu karna baginya sama saja, sama sama amanah dari Allah untuk mereka.


" Laki laki atau perempuan yang penting sehat dan berakhlak mulia serta bisa membawa kita ke Surga nantinya " ucap Ahmad


" Aamiin " ucap keduanya kompak


Faiha mengangguk dan tiba tiba saja dia merasa sesuatu keluar dan terasa sangat basah di bawah sana


" Bi, bentar aku mau ke kamar mandi " ucap Faiha


Faiha duduk dan berdiri beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Gamis biru yang sedang di kenakannya sudah tampak tembus bercak darah di area pantatnya.


" Sayang, darah ! " ucap Ahmad khawatir melihat darah di gamis sang isteri


" Aku pastikan dulu bi " ucap Faiha sambil memasuki kamar mandi di ikuti sang suami yang kuatir


Faiha mengecek dan membuka pakaian dalamnya


plok


Segumpal darah kental berwarna merah lebih ke hitam jatuh ke lantai, mereka panik karena melihat banyak sekali darah yang di keluarkan Faiha bahkan ada gumpalan sebesar genggaman tangan


" Kenapa aku tak merasa sakit sama sekali " ucap Faiha


" Bersihkan dirimu, aku akan mengambil baju ganti untukmu. Kita ke rumah sakit " ucap Ahmad


.


.


Tiba di rumah sakit, Ahmad menggendong sang isteri ke ruang UGD.


Dokter memeriksa kondisi Faiha, Ahmad menemani Faiha di ruang UGD. Namun sebelumnya Ahmad harus minta ijin untuk menemani sang isteri karna peraturan rumah sakit tidak memperbolehkan siapapun masuk selain tim medis dan pasien.


" Letak plasenta di bawah semakin bayi ingin keluar maka darah yang akan terus keluar " ucap Dokter


Ahmad dan Faiha kaget mendengarkan perkataan dokter UGD, karena baru tadi pagi mereka periksa dan dokter berkata semua baik baik saja.

__ADS_1


" Astaghfirullah, Ampuni hamba ya robb..." guman Faiha dalam hati


Faiha meremas erat tangan suami yang sedari tadi tak pernah mau dia lepaskan


" Istighfar sayang, semua akan baik baik saja " bisik Ahmad di telinga Faiha


" Jalan satu satunya adalah melakukan operasi " ucap Dokter


Deg


Faiha menggelengkan kepalanya, Hati Faiha terhempas seolah jantungnya berhenti berdetak seketika tetes air mata meleleh dari mata Faiha.


Ahmad mengusap air mata di pipi Faiha


" Apakah tidak ada cara lain dok?" tanya Ahmad


" Jika darah terus keluar bisa berakibat ibu kehilangan banyak darah dan bisa berakibat fatal untuk keduanya " ucap Dokter


" Bismillah, segera lakukan itu untuk keselamatan keduanya " ucap Ahmad tegas


Ahmad mengeratkan pegangan tangan sang isteri dan berbisik


" Yakinlah, Allah bersamamu berdoalah aku Ridho atas dirimu " bisik Ahmad


Ahmad memang bisa berkata seperti itu pada sang isteri namun jauh di dalam hatinya seperti teriris tipis terasa tercacah dan goresannya begitu terasa menyayat hatinya.


Ahmad hanya berusaha tegar di hadapan sang isteri untuk menguatkan Faiha.


Selama proses operasi, Ahmad tak di perbolehkan untuk menemani di ruang operasi. Di depan ruang operasi sudah ada Ayah, Bunda, Papa, Mama dan juga Ahmad yang terlihat paling tegang di antara yang lain.


" Ma, Pa, Yah, Bunda...Ahmad permisi ke musolla sebentar " pamit Ahmad


Usai berdo'a Ahmad kembali ke ruang operasi. Tak lama kemudian pintu ruang operasi terbuka seorang suster berdiri di depan pintu


" Suami ibu Faiha " ucap Perawat


Mereka semua yang sedang menunggu mendekat ke arah suster ingin tahu kondisi yang pasien Faiha yang sedang berada di ruang operasi


" Saya sus ! bagaimana operasinya ? " ucap Ahmad


" Operasinya lancar, bayinya sehat bayi Laki laki dengan berat 3,3 kg. Ibu Faiha meminta anda untuk ke dalam menemuinya " ucap suster


" Alhamdulillah " ucap mereka serempak


" Subhanallah, fellingmu benar sayang do'amu terijabah " guman Ahmad


" Mari pak, ikut saya masuk " ucap suster


Di dalam ruang operasi, Faiha sudah selesai di bersihkan namun tekanan darahnya belum stabil karena banyak mengeluarkan darah saat sebelum di operasi. Alat deteksi jantung masih terpasang di tubuh Faiha, begitupun selang infus.


" Pak, ini bayinya silahkan di Adzani terlebih dulu " ucap suster


Ahmad mengadzani sang anak di telinga kanan dan iqomat di telinga kiri. Usai itu


Ahmad mendekatkan dirinya ke tubuh Faiha, dan mencium keningnya. Faiha membuka matanya dan tersenyum tipis pada sang suami.


" Selamat bunda, anak kita laki laki seperti harapanmu " ucap Ahmad berkaca kaca

__ADS_1


" Habibi...." ucap Faiha sangat lirih


Ahmad mendekatkan wajah bayi laki lakinya ke wajah sang bunda dan menempelkannya sesaat. Saat bayi laki laki itu di bawa kembali ke pelukan Ahmad, Air mata Faiha menetes, terasa lemah sekali Faiha hingga tak mampu lagi berucap.


" Terima kasih sayang, Aku Ridho perjuanganmu menghadirkan dia semoga berbuah surga " ucap Ahmad


Faiha tersenyum sangat lebar dan tampak tenang, Faiha merasakan tubuhnya semakin lemah tak berdaya


tut...tut...tut.....


Alat deteksi jantung tiba tiba terdengar di ruang itu, Ahmad memberikan bayinya pada suster kemudian beralih mendekati wajah sang isteri membimbingnya mengucapkan kalimat syahadat.


" Laa ilaa ha illallah, Muhammadur Rosulullah" bisik Ahmad ditelinga Faiha terdengar parau


" Laa ilaa ha illallah, Muhammadur Rosulullah " ucap Faiha lirih hampir tak terdengar


Tuuuuutttttt.........


Alat deteksi jantung terdengar nyaring dan seketika membuat Ahmad tersadar bahwa dia telah kehilangan orang yang menghiasi cerita hidupnya.


.


.


اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ


" yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali) " QS Al Baqarah : 156


.


.


...Kita sering bertukar doa. Berbincang tentang kematian dan surga. Lalu suatu ketika, membuat janji bersama. Jika salah satu mendapati dirinya di surga, maka dia akan mencari dan menanyakan keberadaan yang lainnya....


...Terima kasih untuk semua cerita, semangat, jejak kebaikan, wawasan, pengalaman, perhatian dan kasih sayang yang kamu berikan kepada semua yang berada di sekitarmu....


...Terima kasih sudah memberi ruang untuk niat baik dengan selalu menyambut secara antusias setiap berbagi cerita, ide juga doa-doa baru....


...Terima kasih untuk sama-sama menyemangati tetap mempelajari Islam dan menguatkan iman. Terima kasih untuk setiap perbincangan baik di antara canda tentang Allah dan begitu banyak limpahan kebaikan-Nya...


...Terima kasih telah begitu bersabar dan berjuang insya allah dengan keikhlasan, pertemuan kita berikutnya, semoga di surga....


...# End Sehidup Sesurga...


Terima kasih yang sudah setia membaca novel Sehidup Sesurga, Semoga manfaat isinya untuk kita semua.


Apabila ada salah dalam pandangan agama, author minta maaf karna terbatasnya ilmu yang author punya.


Jazaakumullahu Khoiron khatsiro


...SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI...


...1 Syawal 1443 H / 2 Mei 2022 M...


...MOHON MAAF LAHIR & BATIN ...


...تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنِْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ,...

__ADS_1


... كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ. اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاكُمْ مِنَ العَاءِدِيْنَ وَالفَاءِزِيْنَ وَالمَقْبُوْلِيْنَ....


__ADS_2