Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
Malam yang singkat


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul sembilan malam, Yunus berpamitan untuk pulang


" Aku pulang dulu ya, gak enak ganggu pengantin baru hahaha..." ucap Yunus berdiri dari tempat duduknya dan berlalu ke luar rumah Faiha


" Assalamu'alikum " ucap Yunus saat sudah sampai di pintu


" Wa'alaikum salam " jawab Faiha dan Ahmad bersama


" Jangan lupa kunci pintu hahaha...." ledek Yunus yang tiba tiba kembali nongol di pintu


Faiha dan Ahmad kaget. Faiha berdiri ke arah pintu


" iya " jawab Faiha menutup pintu dan menguncinya


Faiha berjalan ke arah Ahmad


" kita istirahat dulu kak " ajak Faiha


Ahmad mengangguk, dan mengikuti Faiha berjalan ke dalam kamarnya. Sampai di dalam kamar Faiha berukuran tiga kali dua setengah meter, Ahmad memindai isi kamar Faiha, dinding bercat biru, sebuah lemari kayu dengan cermin kaca di pintunya, dan sebuah dipan yang di atasnya di penuhi barang sasrahan dari Ahmad yang belum sempat di rapikan.


Faiha berjalan menuju dipan dan memindahkan barang sasrahan ke bawah lantai juga di bawah dipan.


Ahmad membantu Faiha merapikannya.


" Kak Ahmad berlebihan memberikan semua ini padaku " ucap Faiha sambil beberes


" Tidak, Aku melakukannya karna sayang sama Adik" jawab Ahmad


" Hmmm....besokkan hari jum'at....Apa kakak...." ucap Faiha


Namun belum selesai Faiha mengucapkan pertanyaannya Ahmad sudah memotongnya....


" Apakah Adik bisa mengganti panggilan kakak dengan panggilan yang lebih romantis? " tanya Ahmad


Faiha menatap Ahmad dan mengerutkan dahinya


" Sayang misalnya, atau Habibi atau my Hubby " ucap Ahmad


" Hmmm...maunya di panggil apa? " ucap Faiha tersenyum


" Terserah sayang, yang penting jangan kakak lagi " jawab Ahmad


Faiha yang sudah selesai memindahkan barang sasrahan mendekati Ahmad yang duduk di atas dipan


" Bagaimana kalau Habibi saja? " usul Faiha


" itu juga bagus " jawab Ahmad


Ahmad memegang tangan Faiha yang masih berdiri di hadapannya


" Terima kasih ya, udah percaya dan mau menerima ku. Maaf sudah membuat keluargamu di sini jadi di gosipkan tetangga gara gara pernikahan mendadak ini " ucap Ahmad


" Iya bi, gak perlu terlalu di pikirkan penilaian orang terhadap kita, yang penting kita dihadapan Sang Pencipta tidak berbuat dosa " ucap Faiha


Ahmad tersenyum


" Melihatmu saja aku sudah suka, apalagi bisa menua bersamamu dan sesurga denganmu " ucap Ahmad


Faiha tersenyum, menggenggam tangan Ahmad.


" kita istirahat dulu yuk " ucap Faiha

__ADS_1


Faiha naik di atas dipan dan membaringkan tubuhnya begitupun dengan Ahmad. dia membaringkan tubuhnya di sisi kiri Faiha


" Bi, apa rencanamu besok? apa akan pulang pagi dan mengikuti kegiatan jumat berkah di kantor?" tanya Faiha


" hmmm, mungkin besok tidak bisa hadir tapi kegiatan akan tetap berlangsung. Ada anak anak yang mengurus di sana " jawab Ahmad


Ahmad memiringkan tubuhnya ke arah Faiha


" Apa kamu akan tidur dengan memakai jilbab ini ? " tanya Ahmad memegang ujung jilbab yang masih Faiha gunakan


" aku belum terbiasa ada kamu di sampingku, aku malu " jawab Faiha


" Hmmm....Mulai di biasakan, aku berhak atas tubuhmu dan kamu tahu kewajibanmu sebagai seorang isteri kan? " ucap Ahmad


Faiha mengangguk, dan duduk di atas dipan untuk melepas jilbabnya. Ahmad terpesona melihat Faiha tanpa jilbab untuk pertama kalinya


" Sayang " ucap Ahmad ikut duduk memeluk Faiha dan mengusap rambutnya


Ahmad mencium pucuk kepala Faiha merasakan wanginya rambut Faiha.


" Bi, apa kamu akan meminta hak mu malam ini? " tanya Faiha malu


" Hmmm....." ucap Ahmad yang melihat Faiha belum siap dan tampak sedikit takut


" kita istirahat dulu aja ya " ucap Ahmad kemudian


Faiha kembali membaringkan tubuhnya menghadap sisi kanan dan membelakangi suaminya. Ahmad membaringkan tubuhnya di sebelah kiri Faiha, kemudian memeluknya dari belakang. Meski hatinya bergejolak hebat Ahmad berusaha untuk tetap menahan hasratnya karena dia tahu betapa lelahnya hari ini untuk mereka.


Dan benar saja, baru beberapa detik mereka sudah berada dalam alam bawah sadar mereka masing masing.


.


Faiha mengumpulkan ingatannya, dan tersenyum saat mengingat dirinya kini sudah menjadi seorang istri. Faiha memindahkan tangan kekar itu dengan hati hati dan merubah posisi tidurnya membalik sehingga berhadapan dengan sang suami.


Di lihat sang suami tampannya yang tampak masih memejamkan matanya. Di coba untuk meraba lembut pipi, mata, hidung dan rahang yang di tumbuhi bulu tipis disana. dengan lembut sambil tersenyum.


" Aku tak lagi mimpi bisa hidup bersamamu " ucap Faiha lirih


Faiha mengecup kening suaminya lembut


" Assalamu'alaikum habibiku " ucapnya lirih


" Wa'alaikum salam sayang " jawab Ahmad


Faiha kaget Ahmad menjawab salamnya, seketika Pipinya merona


Ahmad sudah bangun saat Faiha mecoba melepaskan tangannya dari tubuh Faiha. namun Ahmad pura pura tidur dengan tetap memejamkan matanya.


" kamu gak lagi mimpi sayang, aku sayang kamu " ucap Ahmad mencium kening istrinya


Faiha yang malu karena ternyata suaminya sudah terbangun dan mendengar semua ucapannya tadi hanya menundukkan kepala


Ahmad mengelus rambut Faiha lembut


" Yuk ambil wudhu, mau sholat kan? " tanya Ahmad


Faiha mengangguk, kemudian bangkit menuju padasan di luar rumah di samping dapur bersama Ahmad.


Ya, padasan di mana setiap malam selama dua minggu itu Ahmad tak pernah absen untuk memperhatikan Faiha dari kejauhan. Saat di mana Ahmad mulai mengagumi sosok Faiha dan diam diam mulai menyebut namanya dalam setiap doa yang Ahmad panjatkan.


Mereka mengambil wudhu kemudian melakukan sholat malam berjamaah didalam kamar Faiha. Usai sholat Faiha dan Ahmad mengaji bersama. Saat Masuk waktu subuh, Ahmad mengajak Faiha ke masjid. meski adzan belum terdengar Ahmad memutuskan untuk mengajak Faiha berangkat ke masjid.

__ADS_1


Ahmad dan Faiha keluar kamar dan berpapasan dengan ayah dan bunda yang baru keluar kamar kelihatan baru bangun.


Ahmad bersalaman dengan Ayah dan bunda dan di ikuti Faiha lalu berpamitan untuk ke masjid lebih dulu.


Ayah dan bunda mengangguk dan bersiap membersihkan diri sedang Ahmad dan Faiha melangkah beriringan menuju masjid.


Di dalam masjid masih tampak sepi, hanya pak Kyai dan seorang kakek yang terlihat sedang i'tikaf. Ahmad melaksanakan sholat tahiyatul masjid sebelum berniat untuk i'tikaf


❓kenapa Ahmad tidak berwudhu dahulu


✔ karena Ahmad sudah mengambil wudhu dari rumah saat hendak melakukan sholat malam berjamaah dengan istrinya


❓Apa Ahmad gak batal


✔ tidak, karena setelah itu Ahmad merasa tidak ada penyebab yang membatalkan wudhunya termasuk menyentuh istrinya


❓lalu menyentuh bunda saat bersalaman dengannya saat akan berangkat ke masjid apa tidak termasuk membatalkan wudhu


✔Tidak termasuk yang membatalkan wudhu


✔ Karena bunda sudah menjadi mahrom untuk ahmad sebab pernikahan


❓Ahmad dan Faiha kan belum berhubungan suami istri


✔Baik yang sudah bergaul suami isteri atau belum, setelah akad berlangsung otomatis bunda sudah menjadi mahram Ahmad


Saat masuk tanda Adzan subuh, mu'adzin belum tampak datang. Pak Kyai yang melihat situasi ini bergegas menghampiri Ahmad. karena hanya tiga orang laki laki yang baru datang di masjid maka pak Kyai meminta Ahmad untuk jadi mu'adzin.


" Assalamu'alaikum Nak Ahmad " ucap pak Kyai


" wa'alaikum salam pak Kyai " jawab Ahmad


" Bisa minta tolong jadi mua'dzin subuh ini, pak Mu'adzin belum datang sedang waktunya sudah tiba " ucap Pak Kyai


" Njih Pak Kyai " jawab Ahmad


Ahmad mengumandangkan Adzan Subuh dengan suaranya yang Khas


" siapa ni yang adzan, tidak seperti suaranya kang salim " ucap ibu 1


" iya suaranya merdu, serak serak basah " ucap ibu 2


" seperti suaminya Faiha, mirip saat baca surat mahar tadi malam " ucap ibu 3


" gak mungkinlah, pengantin baru ngapain bangun pagi pagi hahaha " ucap ibu 1


" cepetan yuk jalannya, aku penasaran siapa yang adzan " ucap ibu 2


" Yuuk, aku juga penasaran " ucap ibu 3 mempercepat jalannya


Di mana ada dua atau tiga ibu sedang bersama di manapun tempatnya nyatanya tak akan pernah lepas dari kata ghibah dan Fitnah. ya Begitulah.....


Semangat ibu ibu, karena anda dunia jadi berwarna !


...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......


...Mohon dukungannya njih, Author masih terus belajar....🙏🏻...


...jangan lupa like, komen n Votenya juga...


...terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2