
" hmmmm, padahal mama tadinya mau jodohkan kamu sama perempuan pilihan mama...." ucap mama membuat Ahmad dan papanya kaget dan melotot tajam ke mama bersamaan....
..." Jodoh itu di tangan Allah ma, kalo dalam film sutradara yang tentuin, kalo di dalam novel ya author....jadi awas ya author kalo' jodoh Ahmad bukan Faiha ! ". guman readersnya sehidup sesurga 😅✌🏻...
" memang ada ma? siapa? mama kok gak pernah cerita ke papa?" tanya papa kepo
" Ma, pa, Ahmad permisi dulu mau siap siap ke masjid " Pamit Ahmad karena tidak ingin menaggapi lebih lanjut rencana perjodohan mama.
" Papa juga mau maghrib di masjid bareng Ahmad ma, papa siap siap juga ya " ucap papa mengikuti langkah kaki Ahmad meninggalkan mamanya.
" Ahmad sama papa main ninggalin mama aja, padahal kan mama belum cerita perempuan pilihan mama...hehehe..." guman mama dalam hati sambil tersenyum.
.
.
Bunda dan Faiha sampai di rumah pak Dhe pukul sepuluh pagi. Faiha dan bunda berencana menginap 2 malam di rumah pak Dhe, Kondisi pak Dhe sudah membaik sudah mau makan meski belum banyak. Bu Dhe selalu setia di samping pak Dhe karena mereka hanya tinggal berdua. Tiga anak pak Dhe jadi Pegawai Negeri semua tapi penempatan dinas luar kota ada yang luar pulau juga.
" Fai, kamu mau melanjutkan sekolah dimana nduk?" tanya pak Dhe saat kami sedang menemani pak Dhe di kamar tidurnya.
" Fai pinginnya sekolah kejuruan di kota ini Pak Dhe, tapi....." Faiha menahan.
__ADS_1
" Kalau sekolah di kota, Fai disini saja dirumah Pak Dhe " ucap Pak Dhe
" Iya kang mas, Mau saya juga begitu kemarin " ucap bunda
" kalau saya nitip Fai disini merepotkan kang mas tidak? " ucap bunda kemudian
" Ya tidak to nduk" ucap Pak Dhe yang memanggil bunda Nduk karna bunda adik perempuan kandung pak Dhe satu satunya yang paling kecil. Bunda kecil juga hidup di rumah pak Dhe membantu bu Dhe mengasuh anak anaknya yang masih kecil kecil
" Aku malah senang dik, kalo Fai mau tinggal bersama kami di sini biar rumah ini gak sepi lagi " ucap bu Dhe
" tapi kami disana yang bakal kesepian mbak yu " ucap bunda sendu.
" Gimana Fai? Kalau serius ingin sekolah di SMK ya lebih baik Fai tinggal sama pak Dhe aja, Fai kan masih bisa nengok bunda tiap akhir pekan. kalau tiap hari harus pulang waktu Fai terbuang dijalan" ucap Pak Dhe melirik Faiha yang sedari tadi diam.
" Njih pak Dhe, Fai bersedia Kalau Pak Dhe mengijinkan dan tidak merepotkan pak Dhe dan bu Dhe" jawab Faiha
Ayah, Bunda dan Faiha pamit pulang kepada pak Dhe dan bu Dhe, Ayah datang kemarin sore dan siang ini kami akan pulang lagi ke kampung.
Faiha akan tinggal dirumah pak Dhe setelah pengumuman kelulusan dan beres urusan ijazah di sekolah.
Hari ini pengumuman kelulusan
__ADS_1
" Yeeyyyy kita lulus...." teriak Fia sambil meloncat loncat kegirangan
" Alhamdulillah ya Robb..." ucap Faiha mengucap syukur
" Selamat sahabatku, masuk sepuluh besar terbaik, kamu memang hebat " ucap Fia sambil memeluk Faiha dengan bahagia dan bangga.
" Selamat ya Fai " ucap Yunus tak mau kalah
" pasti kak Ahmad nunggu kabar bahagia ini " guman Yunus dalam hati
" Terima kasih semua, berkat doa kalian juga " ucap Faiha Bahagia
" Kamu jadi daftar di sekolah mana Fai? " tanya Fia kemudian
Seketika wajah Faiha berubah sendu, dia teringat peristiwa itu
" Aku......." Faiha menggantung jawabannya.
" Semoga si Insinyur itu tak memaksamu lagi...." guman Yunus dalam hati
" Ya Allah jadikanlah aku perempuan yang kuat, perempuan yang mampu menahan marah dengan istigfar, mampu menghapus dendam dengan memaafkan, dan bersabar akan masalah yang ada " doa Faiha dalam hatinya.
__ADS_1