
Ahmad datang berkunjung ke rumah Pak Dhe.
Pak Dhe yang tidak mengenali Ahmad bermaksud menanyakannya kepada Ahmad. namun Ahmad yang mengerti kebingungan pak Dhe segera mengenalkan dirinya sebelum pak Dhe bertanya.
" Maaf Pak Dhe, Saya Ahmad atasan di tempat Faiha magang" ucap Ahmad memperkenalkan diri
Bu Dhe yang mendengar ada tamu, bergegas ke depan menghampiri pak Dhe dan tamunya
" Eh, Nak Ahmad " sapa bu Dhe saat tamu yang datang adalah Ahmad sepupunya Ais yang waktu itu menjemput Faiha dari kampung. Pak Dhe yang saat itu sedang istirahat tidak mengetahuinya jadi pak Dhe baru kali ini bertemu Ahmad
" Ada perlu apa ni Nak Ahmad?" tanya bu Dhe
" Maaf pak Dhe dan juga bu Dhe kedatangan Ahmad kemari untuk memohon restu, untuk menikah dengan Faiha " ucap Ahmad to the point
" loh, kok terkesan buru buru ada apa Nak Ahmad? " tanya bu Dhe antara tak percaya dan kuatir dengan keponakannya Faiha
" tenang dulu buk " ucap pak Dhe menenagkan isterinya
Kemudian Ahmad menceritakan semuanya dari awal dan sampai tadi pagi.
Pak Dhe dan bu Dhe mengangguk angguk paham.
" Kapan Nak Ahmad akan melaksanakannya? " tanya pak Dhe
" Nanti sore atau malam nanti pak Dhe, Setelah orang tua saya sampai di sini saya akan langsung mengajak mereka ke rumah Ayah dan Bunda. Saya juga sedang menugaskan Faiha mengantar hantaran ke kampung bersama karyawan dan sopir perusahaan. Ahmad belum memberi tahu Faiha, maksudnya untuk memberi kejutan " Ucap Ahmad
" Pak Dhe dan bu Dhe kalau berkenan mau ikut ke kampung Faiha, kita berangkat bareng an " ucap Ahmad
" Maaf Nak Ahmad, tapi kondisi pak Dhe yang seperti ini tidak memungkinkan untuk ikut berkumpul bersama menyaksikan hari bahagianya Faiha " ucap pak Dhe yang badannya masih ringkih karena menjalani pemulihan sakit asmanya.
" Maaf nak Ahmad kami tidak bisa ikut serta " ucap bu Dhe
" Ya, tidak apa pak Dhe, bu Dhe, saya paham kondisinya, namun tetap kami meminta doa dan restu pak Dhe dan bu Dhe " ucap Ahmad
" Kami merestui kalian, Semoga Allah memberikan keberkahan dalam pernikahan kalian " ucap Pak Dhe
" Aamiin " ucap Ahmad di ikuti suara bu Dhe yang juga mengaminkan doa pak Dhe.
Ahmad pamit pulang pada pak Dhe dan bu Dhe. Tujuan Ahmad berikutnya adalah pergi ke rumah Uztad Rudi.
" Assalamu'alaikum...." ucap Ahmad saat sampai di rumah uztad Rudi.
__ADS_1
" Wa'alaikum salam..." jawab Abah yang tak lain adalah orang tua uztad Rudi
Ahmad salim mencium punggung tangan Abah yang sudah sepuh.
" Uztad Rudi ada bah? " tanya Ahmad
"Ada Nak, mari silahkan duduk " ucap Abah
Tak lama Abah dan Ahmad berbincang ringan, uztad Rudi datang dari dalam rumah dan menyalami Ahmad yang sedang mengobrol dengan Abahnya.
Ahmad meminta do'a restu pada Abah juga, dan menyampaikan maksudnya untuk mengajak uztad Rudi turut serta hadir untuk menjadi saksi pernikahannya
" Alhamdulillah Nak, Semoga pernikahanmu membawa keberkahan karna memang penilaian Allah terhadap hambanya jauh lebih penting dibandingkan penilaian sesama makhluk" ucap Abah
" Aamiin...terima kasih bah " ucap Ahmad
" Bagaimana uztad Rudi? Apa uztad berkenan untuk menjadi saksi pernikahannya? " tanya Ahmad sopan pada uztad Rudi
" Insyaallah..." jawab uztad Rudi
.
.
" Ada Masalah apa pak Ahmad tiba tiba mampir ke sini padahal dua jam yang lalu kita baru saja bertemu " tanya kepala sekolah yang heran
" Begini pak, Saya Mohon dengan sangat untuk tidak mengeluarkan Faiha sebelum lulus nanti" ucap Ahmad
" Kenapa kami harus mengeluarkan Faiha? Apa alasan yang memberatkan Faiha untuk di keluarkan? " tanya Kepala Sekolah
" Karna Faiha akan segera menikah " jawab Ahmad tegas
Kepala sekolah yang kemarin di beri tahu Ahmad bahwa Faiha di ikutkan program Akselerasi agar bisa segera di nikahi olehnya setelah lulus menjadi kaget dan penuh tanya
" Apa rencananya berubah pak?" tanya kepala sekolah
" Iya, rencananya malam ini ijab kobulnya " jawab Ahmad
" Maaf pak sebelumnya, peraturannya memang yang berstatus kawin dan tercatat negara tidak bisa mengikuti atau melanjutkan sekolah karena datanya akan sinkron. data siswa akan otomatis di blacklist tidak bisa mengikuti ujian Nasional kecuali....." ucap Kepala sekolah menjeda bicaranya
" Kecuali apa pak?" tanya Ahmad
__ADS_1
" Kecuali Pernikahan yang tidak terdaftar di KUA dengan kata lain pernikahan yang hanya SAH menurut Agama saja. itupun masih berresiko jika terjadi kehamilan sebelum ujian Nasional siswi terbukti hamil tetap akan dikeluarkan tanpa menunggu waktu meski kelulusan tinggal beberapa bulan" tutur kepala sekolah
Ahmad mengangguk paham dengan peraturan sekolah ini, dia tak bisa menekan kepala sekolah karena data siswa tak bisa di akali.
Namun kepala sekolah yang masih mentolelir pernikahan di bawah tangan juga bisa jadi solusi. Tapi apakah mungkin Faiha dan keluarganya akan terima. Ahmad bimbang kembali dengan keputusannya saat ini. Pikirannya kembali berkecambuk.
Ahmad meninggalkan Sekolah Faiha saat Adzan Dzuhur terdengar. Dia mampir di Masjid besar di sebelah sekolahan. Dia menjalankan kewajibannya sebagai hamba.
Melaksanakan sholat jamaah dengan khusyu'.
Usai Sholat, Ahmad pulang ke tempat tinggalnya di kota ini untuk menunggu kedatangan orang tuanya. Saat Ahmad hendak masuk ke dalam rumah, terdengar suara mobil yang berhenti. Ahmad menoleh dan terlihat Mobil Papa di depan gerbang, Ahmad berdiri di tempat menunggu orang tuanya, satpam membuka pintu lalu sopir papa membawa Mobil masuk ke dalam. Ahmad menghampiri mobil papa yang sudah berhenti dan membuka pintu mobil belakang. Mama Turun disambut salim tangan Ahmad dan pelukan anak laki lakinya
" Assalmu'alikum Ma " ucap Ahmad
" Wa'alaiku salam Nak" jawab Mama
" Pah..,Assalmu'alaikum..." ucap Ahmad beralih menyalimi papa dan memeluknya
" Masuk dulu Pah, Mah " ucap Ahmad
Mereka masuk dan duduk di ruang tamu, Ahmad meminta tolong mbok Sri untuk membuatkan minuman untuk mereka.
" Bagaimana, sudah beres semua persiapannya? " tanya papa
" Alhamdulillah sudah pa, tinggal kita berangkat sekalian menjemput uztad Rudi untuk ikut serta " jawab Ahmad
" Faiha?" tanya mama
" Dia baru saja berangkat bersama mbak Sita mengantarkan Hantaran ke rumahnya sendiri dan untuk dirinya sendiri " jawab Ahmad senyum senyum sambil membayangkan Faiha yang pasti akan terkejut
" Dasar anak papa nurun jailnya..."ucap Mama melirik papa
Mbok Sri menyuguhkan minuman, Ahmad langsung meminumnya. minuman Ahmad langsung habis di teguk tanpa sisa. Mama dan papa yang melihatnya geleng geleng kepala, Ahmad berpamitan sebentar berniat mandi dan berganti baju karna merasa gerah dan panas. Papa dan Mama menunggu sambil beristirahat di sofa ruang tamu.
Lima belas menit kemudian, Ahmad sudah siap hendak mengajak Mama dan Papa berangkat.
namun baru saja masuk dalam mobil papa Ponsel Ahmad berdering. Ahmad melihat benda pipih itu. Dahi nya berkerut
" Mbak Sita?Ada apa?Kenapa mereka? " tanyanya dalam hati
...-----🤔-----...
__ADS_1
..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...
...-----🤔-----...