Sehidup Sesurga

Sehidup Sesurga
SAH


__ADS_3

Ahmad selesai melafadhkan surat Ar- Rahman untuk maharnya.


Acara ijab Qobul segera dimulai


" Bagaimana Pak Agus?sudah siap?" tanya Pak Kyai


" insyaallah pak Kyai " jawab Ayah


" Mas Ahmad bagaimana?sudah siap?" tanya pak Kyai pada Ahmad


" Insyaallah siap pak Kyai " jawab Ahmad


" Para saksi? siap? " tanya pak Kyai


Papa dan Uztad Rudi yang ditunjuk sebagai saksi mengangguk bersama.


" Baiklah kita mulai Ijab Qobulnya " ucap Pak Kyai


" Silahkan berjabat tangan pak Agus dengan calon pengantin laki lakinya " lanjut pak Kyai


Pak Agus menjabat tangan Ahmad


" Silahkan pak Agus " ucap pak Kyai


Pak Agus mengikrarkan ijab


" Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti Faiha alal mahri Gelang tasbih, Sebidang tanah sawah, sebuah Rumah dan Hafalan surat Ar- Rahman hallan "


" Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq " Jawab Ahmad


" Bagaimana saksi?" ucap pak Kyai


" SAH " terdengar menggema di ucap para saksi dan para jamaah yang menyaksikan ijab qobul


" Alhamdulillah " ucap pak Kyai


Pak Kyai kemudian mendoakan kedua mempelai yang di aamiinkan semua hadirin tak terkecuali kedua mempelai yang berbahagia


" Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir.”


Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.


Acara ijab qobul berjalan lancar, Ahmad dan Faiha sudah menjadi sepasang suami istri yang halal di hadapan Allah.


Orang orang yang menyaksikan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai


" Selamat ya Nak, Smoga pernikahanmu membawa keberkahan " ucap Bunda memeluk dan mengelus pundak putrinya


" Terima kasih bun " ucap Faiha


" Selamat menempuh hidup baru Nak, semoga menjadi keluarga yang Sakinah mawaddah warohmah " Ucap Mama menangis haru memeluk menantunya


" terima kasih ma" jawab Faiha membalas pelukan ibu mertuanya


Masuk Waktu Sholat isya'. mereka bersiap melakukan jamaah sholat isya' bersama.


.


.


Di rumah Ayah dan bunda usai sholat isya duduk di ruang tamu, Papa, Mama, uztad Rudi, Ahmad, Faiha, Ayah dan juga bunda.


" Pak Agus, bu Agus, kami bertiga permisi undur diri. " ucap Papa

__ADS_1


" iya Pak, hati hati di jalan...terima kasih atas silaturahimnya" jawab Ayah


" iya pak, sama sama. Nitip Ahmad kalau nakal jewer kupingnya saja " ucap Papa melirik Ahmad


" Iya pak " jawab Ayah tersenyum


" Kami permisi bunda, Ayah, anggap anak kami anak Ayah dan bunda sendiri. kalau dia kliru jangan sungkan memarahinya " ucap Mama


" pasti Ma, Nak Ahmad sudah kami anggap anak sendiri " jawab bunda


Papa dan Mama serta uztad Rudi akan pulang ke kota dengan mobil Papa. Sementara Ahmad dan Faiha ingin menginap dahulu di rumah Ayah bundanya.


Ayah dan bunda pamit istirahat dulu, mereka masuk dalam kamar lebih dulu.


karna baru jam delapan malam Ahmad dan Faiha memilih duduk di ruang tamu, hati mereka sedang bahagia meski badan lelah mata mereka tidak sedikitpun mengantuk.


Mereka duduk agak berjauhan


" Dik, sini deketan kita kan sudah halal " ucap Ahmad


Faiha mendekatkan duduknya tepat di samping Ahmad. ada kecanggungan di sana


Ahmad mencoba menyentuh tangan Faiha.


DEG


Ada desiran aliran darah yang terasa lembut semakin lama semakin menghangatkan tubuh mereka


( Rasanya pasti beda kan ya? gaya pacarannya sama anak zaman Now, yang pasti sudah biasa kalau hanya sekedar pegangan tangan dapatnya dosa, lhah ini sudah halal dapatnya pahala rasanya jelas bedalah ya........)


" Aku seneng dik, gini aja dah dapat pahala " ucap Ahmad menggenggam erat tangan Faiha dan mencium tangan Faiha yang terasa lembut


Tangannya masih ORI belum perah di sentuh sama laki laki jelas rasanya beda


" Ma kasih dik, sudah bersedia menjadi istriku " ucap Ahmad


" kita pacaran ya " ucap Ahmad menatap Faiha dan mengedipkan sebelah matanya


Faiha mengangguk " Pacaran yang dapat pahala " ucapnya sambil tersenyum


Ahmad merangkul bahu Faiha, dan mencium kening istrinya lembut


DOOOORRRRR


teriak yunus mengagetkan mereka, otomatis keduanya melepaskan rangkulannya


" cie cie yang sudah resmi pacaran " goda Yunus


" pintunya nih di tutup dulu, nyari tempat aman sana. mentang mentang udah sah gak tahu tempat main srobot aja " tambah Yunus lagi sambil memukul mukul pintu dan memejamkan matanya


Faiha dan Ahmad merasa malu, pipinya merah


" kok baru muncul, kemana aja?" tanya Ahmad mengalihkan topik


Yunus duduk di samping Ahmad, menyalami Ahmad


" Selamat dulu donk, udah sah jadi sepupu " ucap Yunus cengengesan


" Terima Kasih" ucap Ahmad


" Bapak ibu dan aku baru saja tiba dari kampung ibu menjenguk nenek yang sedang sakit " ucap Yunus menerangkan


" gimana kondisi nenek?" tanya Faiha

__ADS_1


" Alhamdulillah, sudah baikan " jawab Yunus


" Salam dari Bapak dan ibu, mereka minta maaf belum bisa pulang, masih harus merawat nenek di sana " ucap Ahmad


" Iya, semoga nenek cepat sehat " ucap Faiha


" Aamiin " mereka serentak mengaamiinkan doa Faiha


" Kak Yunus mau makan?" tanya Faiha


" kamu tau aja kalau belum makan " ucap yunus


" bentar ya " ucap Faiha berlalu ke dalam meninggalkan Ahmad dan Yunus


" Kak, kok bisa acara nikah dadakan kayak gini, kenapa?" tanya Yunus yang masih tidak percaya acara nikah dadakan sepupunya


" Ya mau gimana lagi, kalau di lanjutkan bisa numpuk dosa" jawab Ahmad


" emang ceritanya gimana?" tanya Yunus masih penasaran


" Hmmm....kita sering ketemu karna Faiha magang di tempatku, akunya gimana gak tergoda kalau dulu bisa menghindar karna jauh, sekarang makin ku mencoba menghindar makin tidak bisa untuk tidak melihatnya " jawab Ahmad


" Hmmm....jadi bukan karena Faiha sedang hamil kan?" tanya Yunus


Ahmad mengerutkan keningnya menatap Yunus


"Aku sih percaya sama kakak dan juga Faiha kalau hal itu gak bakal kalian lakukan, tapi rumor yang beredar di sini begitu " ucap Yunus


Ahmad tersadar nikah dadakan yang mereka lakukan ternyata menimbulkan rumor yang sangat besar untuk keluarga istrinya


" Astaghfirullah hal Adhim...." ucap Ahmad


" Gak mungkin lah kami melakukannya " Ucap Ahmad lagi


" Saya percaya kalian tak melakukannya, jadi bersabarlah kalian sedang jadi artis terviral dan terfenomenal di kampung ini " ucap Yunus menggoda


Faiha membawa makanan ke ruang tamu dan kembali ke dalam mengambilnya lagi sampai makanan yang di dalam selesai semua di letakkan di meja tamu


" Yuk, kak di makan " ucap Faiha


Yunus yang terlihat lapar segera mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk yang tersaji


Faiha yang melihat suaminya tertunduk diam merasa ada yang aneh


" Kak Ahmad gak makan? " tanya Faiha


Ahmad menggeleng, Faiha yang mendapati Ahmad yang tiba tiba berubah moodnya berinisiatif mengambilkan makanan untuk Ahmad


Faiha mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk yang ada. setelah piring terisi makanan Faiha menghadap ke arah suaminya


" Kak...." ucap Faiha mengarahkan sendok yang sudah terisi makanan ke arah mulut Ahmad


Ahmad yang mendengar di panggil sang istri menengok ke arah istrinya dan tersenyum kepada istrinya. Mood boster kan jadinya melihat sang istri tercinta begitu perhatian dan sayang padanya.


Ahmad hendak membuka mulutnya dan memakannya, namun Faiha menjauhkan sendok itu dari mulut suaminya


" jangan lupa berdoa" ucap Faiha tersenyum manis pada sang suami


Ahmad tersenyum, dan mengangkat kedua tangannya dan berdoa lirih. setelah usai berdoa Faiha memberikan suapan pertamanya untuk sang suami, dan hendak mengambil piring lagi untuk dirinya tapi Ahmad yang tahu maksud Faiha melarangnya dan mengambil sendok dan piring yang di suapkan kepadanya tadi kemudian menyuapkan sendok yang sama ke arah Faiha.


" Makannya yang banyak, karena kata orang malam pengantin itu butuh banyak tenaga ! " ucap Yunus yang sedari tadi melihat keduanya sambil menikmati makan malamnya.


...-----😍-----...

__ADS_1


..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...


...-----😍-----...


__ADS_2