
Hari kedua Faiha magang bertepatan dengan hari jum'at. Hari dimana Supermarket mengadakan pengajian untuk semua karyawan dan pelanggan.
Faiha duduk bersama sita dan anak laki lakinya yang baru berusia 3 tahun. Sita memang setiap jum'at mengajak anaknya ke kantor. Karena Sita tiba tiba ingin ke kamar kecil, Sita minta tolong ke Faiha untuk menjaga anaknya sebentar.
" Fai, nitip Alex ya...Mau ke kamar mandi..." ucap Sita
" Iya Mbak " jawab Faiha
Faiha mengambil alih Alex dan memangkunya
" Sini sama kak Fai " ucap Faiha kepada Alex
Alex anak yang supel jadi dia bisa langsung akrab dengan siapa saja
" Kak Fai, Alex mau minum " ucap Alex sambil berdiri dan berbalik menghadap Faiha
Karena tak melihat atau menemukan botol susu punya Alex
" mau minum minumannya kak Fai?" ucap Faiha menunjukkan botol minum kepunyaannya yang berisi teh hangat.
Alex mengangguk, Faiha tersenyum dan membuka tutup botolnya
" sini, duduk dulu..." ucap Faiha
Alex duduk sesuai perintah Faiha, kemudian Faiha memberikan botol minumnya. Alex hendak meminumnya namun Faiha menahannya
" Sayang, kalau mau minum jangan lupa baca doa dulu " ucap Faiha mengelus rambut Alex yang duduk di pangkuannya
" iya kak, Maaf Alex lupa " jawab Alex
Alex mengangkat kedua tangannya dan berdoa, kemudian meneguk minumnya.
" Terima kasih kak " ucap Alex
" Bilang apa sama Allah?" tanya Faiha
Alex yang belum mengerti diam saja sambil melihat Faiha
" Al ham du lil lah" ucap Faiha mengeja persuku kata untuk mengajari Alex. dan Alex menirukannya di tengah suku kata dan menirukannya
" Hebat, anak Ganteg " puji Faiha kepada Alex sambil mengusap kepalanya
Datang seorang ibu mendekatinya
" Nak Fai..." ucap ibu itu memanggil Faiha
" Tante Indah " panggil Faiha yang kaget melihat tante Indah
Faiha berdiri menggandeng tangan Alex yang tadi duduk di pangkuannya
" Assalamu'alaikum tante " ucapnya kemudian sambil meraih tangan kanan tante indah dan mengecupnya.
" Wa'alaikum salam Nak Fai " jawab tante Indah
" Kamu ikut di sini juga, memang gak sekolah? " tanya tante Indah
" iya tante, kebetulan Faiha magang di sini baru dua hari ini " jawab Faiha sambil tersenyum
" Oh ya, tante kok baru tahu...Ais belum cerita sama tante " ucap Tante Indah merasa terkejut
__ADS_1
" Mari duduk di sini bareng Fai tante, kalau berkenan " ucap Faiha
" Tentu saja " jawab tante Indah
Mereka kembali duduk, dan menyadari Faiha sedang bersama anak laki laki berusia tiga tahun, tante indah melihat anak lelaki itu dengan seksama
" Sepertinya aku pernah melihat anak laki laki ini, hmmmm....siapa ya? " tanya tante Indah sambil berpikir
" Rewel gak Fai, Maaf ya lama " ucap Sita yang tiba tiba datang
" Tidak mbak, Alex anak nya anteng kok " jawab Faiha
Tante Indah menoleh ke arah suara
" Sita " Ucap Tante Indah kaget
" Tante Indah " ucap Sita tak kalah kaget
Sita meraih tangan dan menciumnya, kemudian berpelukan melepas rindu karna lama tak berjumpa.
" Lama gak ada kabar, gimana kabarmu Nak" tanya Tante Indah sendu
" Alhamdulillah tante, Sehat " jawab Sita
Namun acara tausiyah sudah mulai, Mereka hanya melanjutkan obrolannya sesekali di sela sela acara.
Acara di buka oleh pembawa acara.
" Acara selanjutnya bacaan sholawat Nabi yang akan di bawakan oleh Saudari Faiha, kepadanya di persilahkan " ucap MC
Sita dan Tante Indah kaget nama Faiha di panggil MC untuk membawakan Sholawat, tapi tidak dengan Faiha dia sudah tau kalau dia akan di panggil.
Faiha berpamitan kepada Mbak Sita dan tante Indah, kemudian berjalan menuju podium dengan tenang.
Faiha naik ke podium lalu mengambil microfon yang di sodorkan MC
" Terima kasih " ucap Faiha lirih pada MC
Faiha membuka dengan ucapan salam
"Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh "
kemudian mulai melantunkan sholawat
" Shollu Aโla Nabii Muhammad..."
" Shollu 'Alaih..."
Jawab para pendengar kompak
Faiha mengambil Nafas, dan Menundukkan pandangannya dan melantunkan Sholawat untuk Nabi tercinta berharap mendapat syafa'at di hari kiamat
" Shallallaahu โala Muhammad......๐ถ"
" Shallallahu 'alaihi wasallam.........๐ถ"
Lantunan pertama sholawat Jibril Faiha dengan suara merdunya sontak membuat yang hadir begitu terkagum dan terharu.
Suara merdu faiha yang nyesss sampai di hati paling kecil terasa nyaman, tentram, dan damai hingga semua yang hadir ikut bersholawat larut dalam suasana lantunan sholawat jibril Faiha yang merdu
__ADS_1
" Shallallaahu โala Muhammad......๐ถ"
" Shallallahu 'alaihi wasallam.........๐ถ"
" Anta syamsun anta badrun.....๐ถ"
" anta nurun fauqo nurin.....๐ถ"
" Anta syamsun anta badrun.....๐ถ"
" anta nurun fauqo nurin.....๐ถ"
" Anta iksirun wa gholi......๐ถ"
" anta mishbahush-shuduri....๐ถ"
" Shallallaahu โala Muhammad......๐ถ"
" Shallallahu 'alaihi wasallam.........๐ถ"
" Shallallaahu โala Muhammad......๐ถ"
" Shallallahu 'alaihi wasallam.........๐ถ"
Para hadirin terharu, ada yang terisak, ada yg menangis menitikan air matanya, ada yang tersentuh hatinya, ada yang berkaca kaca.
Lantunan Sholawat Jibril Faiha yang merdu nyatanya mampu menghipnotis semua hadirin.
" Ya Robb, ijinkan aku memilikinya karenaMU " ucap Ahmad lirih namun terdengar di telinga pak Uztad
Pak Uztad tersenyum mendengarnya, dan menepuk pundak Ahmad. Ahmad menoleh ke arah pak Uztad
" Menikahlah kalau kamu yakin bahwa dengannya surga akan lebih dekat denganmu " ucap Uztad yang juga teman seperjuangan Ahmad ketika menjadi Musafir
Ahmad tersimpul simpul, Ahmad memang sedang memantapkan hatinya untuk meminang Faiha saat ini. Dia sedang proses meminta petunjuk kepada Sang pemilik hati untuk menentukan hatinya.
Faiha mengakhiri dengan salam, MC membacakan acara berikutnya.
Saat acara Pengajian pak uztad membawakan tema tentang Jodoh.
Memang di sengaja karena pak Uztad ingin mengingatkan kepada sahabatnya yang juga pemilik supermarket yang mengundangnya.
" Menikahlah dengan seseorang yang akan membuatmu jatuh cinta kepada Allah setiap hari "
" Menikahlah dengan seseorang yang takut kepada Allah, maka dia akan memperlakukan kamu dengan benar karena rasa takutnya kepada Allah "
" Jodoh kita sudah tertulis di Lauh Mahfudz. Mau diambil dari jalan yang haram ataupun halal dapatnya tetap itu juga. Yang beda itu rasa berkahnya, bukan tentang apa, berapa atau siapa. Tapi bagaimana Allah memberikannya diulur lembut mesra atau dilempar dengan penuh murka."
" Semangat untuk para pejuang Cinta, Segera Halalkan " Ucap Uztad di akhir maulidhohnya
Ahmad manggut manggut mendengar nasehat dari Uztad yang juga sahabatnya itu.
Ahmad tahu semua nasehat itu memang di tujukan kepadanya khususnya.
Sementara Faiha yang duduk bersama mbak Sita dan juga tante Indah mendengarkan dengan seksama Maulidhoh yang di sampaikan pak Uztad hari ini.
" Ya Robb, hamba berlindung kepadaMU dari segala macam Fitnah dunia " ucap Faiha dalam hatinya.
...-----๐-----...
__ADS_1
..."Allahumma sholli ala sayyidina muhammad"...
...-----๐-----...