
"AC nya, tidak berfungsi, aku masih merasa kepanasan."Ucap Yuri mulai gelisah.
"Sudah ku bilang, jangan minum jus itu! Tetapi kau, kau tidak mendengar kan aku!"Bentak Haikal.
"Jus? Apa hubungannya dengan jus?"Tanya Yuri polos.
"Arghhh!"Furstasi Haikal karena tidak bisa membuat Yuri paham dengan apa yang baru saja dia ucap kan.
Yuri yang mulai tidak bisa menahan aura panas yang kini menyelimuti dirinya pun akhirnya mulai hilang kendali.
"Ahhh, aku tidak bisa tahan lagi."Ucap nya sambil kemudian membuka satu persatu kancing piama yang dia gunakan.
"Sudah aku duga, pelayan itu memasukkan obat perangsang ke dalam jus itu, sekarang apa yang harus aku lakukan?"Batin Haikal yang kebingungan.
"Haikal."Lirih Yuri yang kini sudah selesai melepaskan baju nya dan yang tersisa hanya lah pakaian dalam saja.
Sontak hal itu membuat Haikal kaget dan menelan dalam Silvia nya, dia tidak menyangka wanita yang berada di depan nya saat ini benar-benar memiliki tubuh mulus dan bagus sekali.
"Apa yang kau lakukan?! Yuri! Cepat pakai kembali pakaian mu!"Marah Haikal yang saat itu sudah mulai kacau pikiran nya.
Namun bukan nya mendengar kan Haikal, Yuri malah, berjalan menghampiri Haikal dengan keringat dingin dan nafas yang mulai terengah-engah.
"Bantu aku tolong, bantu aku, aku tidak kuat menahan rasa ini!"Lirih Yuri menatap Haikal dengan tatapan sendu dan juga wajah yang sedikit merah.
Yuri mengalungkan tangannya ke leher Haikal tampa basa-basi. Sedangkan Haikal, dia sudah tau saat ini Yuri tak lagi dalam kepada baik-baik saja,atau sadar, dia sudah di pengaruhi oleh obat perangsang itu.
"Tidak, lepas kan aku, Yuri, aku tidak bisa, aku hanya mencintai Nisa, hanya Nisa."Ucap Haikal berusaha melepaskan Yuri dari dirinya dan menahan diri nya.
Biar bagaimanapun laki-laki tetep lah seorang laki-laki, dia tidak akan bisa menahan rasa itu terlalu lama tentu nya.
Saat Haikal berusaha menolak nya, Yuri malah lebih kuat mengalungkan tangannya, dia malah mendekati bibir nya ke bibir Haikal, dan sekaligus menempel kan bibir mungil nya itu ke bibir Haikal, untuk mencari rasa nyaman dari sensasi yang tidak sedap saat itu.
__ADS_1
Mata Haikal membelalak saat Yuri berhasil mencium bibir nya, dia benar-benar kaget dan tak menyangka akan ada situasi yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya.
Yuri yang sebelumnya tidak pernah memiliki pengalaman apa-apa dalam hal itu dia hanya bisa menempel kan bibir nya ke bibir Haikal, Tampa mengerakkan atau mencoba lebih dalam lagi, di saat itu ia hanya diam dengan mata yang terpejam.
Sementara itu Haikal benar-benar gelisah akan rasa kedua gunung kembar yang lumayan besar menempel lekat di dada bidang nya,itu benar-benar terasa hangat,batin nya.
Lima menit kemudian.
Tidak hanya Yuri, Haikal pun mulai tidak bisa mengontrol dirinya,dia yang awal nya ingin melepaskan Yuri dari tubuh nya,malah merasa tidak rela menolak kesempatan itu.
"Kau yang membuat ku seperti ini, jadi jangan harap bisa menghentikan ku."Bisik Haikal yang kemudian mengendong Yuri ke kasur.
Haikal menghempas pelan tubuh Yuri ke kasur dan kemudian mendidih nya, membuat Yuri berada di bawah Kungkungan nya.
"Enghhh!"Leguh Yuri kembali mengalungkan tangannya ke leher Haikal.
Sementara itu Haikal, tampa, basa-basi langsung mengecup bibir Yuri. Entah mengapa rasa berbeda dengan apa yang sering dia lakukan kepada Nisa, bibir Yuri terasa lebih manis dan hangat bagi nya.
Ciuman itu semakin dalam,dan panas, kedua nya kini sudah di liputi nafsu yang memburu.
Beberapa menit kemudian mereka pun sudah saling full neked, dan juga terlihat pakaian yang berserakan di lantai kamar.
"Enghhh!"Lagi-lagi Yuri meleguh, Leguhan kali ini dia keluarkan karena Haikal yang menggigit leher dan dada nya.
"Sebaiknya kau tidak menahan nya, ayo keluar kan saja suara itu membuat aku sangat bersemangat."Bisik Haikal.
Setelah selesai dengan pemanasan itu, kini hal paling penting tak lagi bisa di hindari.
Haikal Tampa rasa belas kasihan dengan cepat menusuk benda tumpul itu kedalam inti dari tubuh Yuri. Tentu saja itu membuat Yuri meringis kesakitan beberapa kali, sehingga terlihat air mata yang mengalir di ujung mata nya karena merasa kan sakit yang luar biasa di bagian kewanitaan nya.
"Kau? Kau perawan?!"Kaget Haikal karena sebelumnya dia berfikir jika Yuri hanya lah wanita miskin yang bisa menjual diri karena kemiskinannya.
__ADS_1
Darah segar pun mengalir dari bawah sana, Haikal menyadari itu dan merasa tidak tega, namun bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur dan semuanya sudah terjadi, Haikal juga tidak mampu menahan dirinya lebih lama lagi.
"Aku mohon,keluar kan, benda apa itu,ini sangat sakit, menyakitkan,aku mohon, hentikan."Racau Yuri dengan rasa gelisah.
"Aku tidak bisa menghentikan nya, ini sudah terjadi."Bisik Haikal menatap Yuri.
"Sakit, ini sangat sakit."Lirih Yuri lagi.
"Ini hanya sakit sementara, aku akan bermain dengan lembut,kau membuat ku tidak bisa menahan nya, dan kau juga yang memulai ini, lalu meminta ku untuk berhenti? Tentu saja tidak karena aku tidak suka berhenti di tengah jalan dan harus melanjutkan nya sampai selesai."Ucapan Haikal yang kemudian kembali mencium bibir Yuri sambil sesekali menggigit nya karena Yuri tak lagi membalas ciuman itu.
"Emhhhh!"Leguhan ketiga ini benar-benar Leguhan rasa sakit bercampur aduk dari seorang Yuri, karena Haikal mulai mengerakkan sesuatu yang tertancap di bawah sana.
"Rasa yang berbeda."Batin Haikal mengila.
Sementara itu di sisi lain.
"Arghhh! Gagal, semuanya gagal!"Ucap staf yang tadi menaruh obat perangsang ke dalam jus yang di minum Yuri.
"Sudah ku bilang, seperti nya laki-laki itu bukan lah laki-laki sembarangan, kau saja yang tidak mempercayai aku,dia seperti nya tau apa yang kau lakukan."Ucap teman nya.
"Sekarang bagaimana?"Tanya staf itu mulai khawatir.
"Diam saja, kau tidak bisa melakukan apa-apa lagi, jangan bertindak hal lain lagi, itu malah akan membuat mu mendapatkan masalah baru."Ucap sang teman.
Staf itu pun diam mendengarkan ucapan teman nya, dia tau dia sudah melakukan hal bodoh dan akan membahayakan dirinya dan pekerjaan nya.
Keesokan harinya.
Terlihat kamar yang begitu berantakan, dengan pakaian yang berserakan di lantai kamar.
Dan juga, sepasang suami istri yang sedang tidur pulas dengan posisi saling berpelukan.
__ADS_1
Cahaya matahari pun mulai masuk, menembus jendela kaca kamar itu dan membuat salah satu dari mereka membuka mata nya.
Bersambung ….