Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 76


__ADS_3

"Baik lah, langsung saja kita bacakan, nama pemenang yang malam ini berhasil


mengambil perhatian para juri dengan desain terbagus dan terunik yang pernah ada. Pemenang desainer terbagus dan termewah di lomba desainer kali ini, yang akan mendapatkan sebuah butik, dia adalah ... nona ... Yuri!"Ucap MC tersebut dengan suara lantang dan kuat.


Seketika semua orang berdiri dari duduk mereka termasuk para juri, suara tepuk tangan yang bergemuruh terdengar kuat di dalam gedung itu.


"Kyaa!"Jerit Yuri sangat senang.


Haikal menarik Yuri ke dalam pelukan nya dengan begitu bangga terhadap kerja keras sang istri dalam tiga Minggu ini.


"Sayang selamat, kau sudah memenangkan pertandingan ini."Tutur Haikal terharu.


"Aku tidak menyangka semua ini."Jawab Yuri benar-benar bahagia.


Sementara itu Abel sedang bersujud syukur di atas panggung.


Oma dan papa Hendra juga tak kalah bahagia dan senang nya.


"Kepada nona Yuri, silahkan naik ke panggung untuk menerima penghargaan nya."Ucap sang MC.


"Ayo sayang, silahkan naik."Ucap Haikal dengan senyum yang mengembang.


Yuri menyeka air mata nya dan kemudian berjalan pelan naik ke atas panggung.


"Selamat ya nona Yuri, desain anda benar-benar membuat para juri terpukau."Ucap sang MC dengan senyum bahagia.


"Terima kasih banyak, ini juga berkat model saya, Abel, kemari lah."Ucap Yuri mendekati Abel.


Malam itu menjadi malam paling berharga untuk Yuri dan keluarga besar nya.

__ADS_1


Dia menerima apa yang menjadi cita-cita nya selama ini.


Berkat kejadian ini, Abel pun bisa menjadi sedikit di kenal oleh orang-orang penting.


Seminggu kemudian.


Hari ini adalah hari di mana Yuri akan meresmikan butik nya, hadiah dari perlombaan desainer seminggu yang lalu.


"Ayo sayang, gunting pita nya, semua orang sudah menunggu hal bahagia ini."Ucap Haikal kepada Yuri.


Yuri mengangguk kan kepala nya dan menguntiing pita tersebut dengan sangat bersemangat.


"Semua nya, terima kasih sudah menghadiri acara peresmian ini, silahkan masuk untuk melihat-lihat beberapa desain baru ku dan jangan lupa karena ini baru buka ada diskon besar-besaran."Ucap Yuri dengan ramah nya kepada para calon pelanggan nya.


Tampa basa basi mereka pun bergegas masuk ke dalam butik itu untuk melihat design Yuri yang benar-benar di dambakan banyak kaum perempuan.


Sementara itu di dalam butik sudah ada Abel dan beberapa karyawan Yuri yang kain nya.


"Sayang, ada satu hal yang ingin aku bicarakan kepada mu."Ucap Haikal kepada Yuri.


"Apa itu?"tanya Yuri menatap wajah Haikal dengan penuh kebahagiaan.


"Sebaiknya ikut aku."Ucap Haikal kepada Yuri.


"Tapi butik nya kan baru saja buka."Jawab Yuri.


"Tidak apa-apa, di dalam sudah ada Abel dan beberapa karyawan lain."Tutur Haikal lagi.


Yuri pun memutuskan untuk mengikuti Haikal setelah selesai berpamitan dengan Abel dan menitipkan butik nya.

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam mobil dan kemudian meningal kan area butik.


Tidak butuh waktu yang cukup lama, mereka pun akhirnya tiba di TPU.


"TPU? Apa yang akan kita lakukan di sini?"Tanya Yuri kebingungan.


Sementara itu Haikal hanya diam dan memegang tangan Yuri, membantu nya turun dari mobil dan kemudian berjalan ke dalam TPU tersebut.


"Bukan nya ini adalah jalan menuju makam ayah?"Batin Yuri kebingungan karena seperti nya Haikal membawa nya ke makam sang ayah.


Benar saja, ternyata Haikal benar-benar membawa nya ke makam ayah nya Yuri.


"Mas, mengapa kau bisa tau makan nya ayah di sini?"Tanya Yuri yang kemudian berjalan menghampiri makam ayah nya yang seperti nya sangat terawat.


Mereka pun mulai duduk di kedua sisi makam tersebut.


"Yuri, aku tau ini terlambat, tapi aku akan menerima semua rasiko yang akan terjadi setelah aku jujur kepada mu."Tutur Haikal.


"Apa maksud kamu mas?"Tanya Yuri lagi bingung bercampur kaget.


"Yuri, aku, sebenarnya, aku- aku adalah orang yang sudah menabrak lari ayah mu!"Ucap Haikal dengan menundukkan kepalanya nya bersiap menerima apapun yang akan di ucap kan Yuri kepada nya.


Yuri terdiam mendengar ucapan Haikal barusan,air mata nya mulai menetes membasahi pipi mulus nya itu.


Perlahan dia memegang kedua pipi Haikal dan membuka Haikal mengarah kan padangan nya ke wajah Yuri.


"ha-hanya itu yang ingin kau katakan?"Tanya Yuri dengan tangan yang sedikit gemetar.


Sementara itu Haikal kaget, dia berfikir Yuri akan marah dan mengamuk atau meminta cerai dari nya setelah tau kejadian yang sebenarnya di masa lalu, tapi ternyata tidak seperti itu.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2