Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 63


__ADS_3

"Haikal, mengapa kau melamun?"Tanya Oma melirik Haikal yang sedari tadi menatap kosong.


"Ah, tidak Oma, tidak apa-apa."Ucap Haikal kembali makan.


Yuri pun semakin curiga karena Haikal sejak semalam agak sedikit aneh.


Namun lagi-lagi Yuri menunggu Haikal untuk berterus-terang kepada nya.


Setelah selesai sarapan, Haikal dan Yuri pun berpamitan dengan Oma untuk pergi ke perlombaan desainer tersebut.


"Aku, aku benar-benar gugup."Ucap Yuri di perjalanan dengan mobil Haikal.


"Sudah lah, jika kau gugup, makan kau tidak akan bisa profesional, kau hanya menyerahkan desain yang telah kau kerjakan, dan setelah itu hanya tinggal menunggu pengumuman pemenang."Ucap Haikal sambil tersenyum manis kepada Yuri yang saat itu terlihat khawatir.


Tidak butuh waktu lama, mereka pun tiba di gedung perlombaan desainer tersebut.


"Ayo turun, sayang!"Ucap Haikal membukakan pintu mobil nya dan mengulurkan tangannya kepada Yuri.


Yuri terdiam dan menatap Haikal dengan senyum yang mengembang, tak pernah di pikir kan oleh Yuri akan adanya hari ini, hari di mana dia begitu gugup akan mengikuti lomba yang akan menentukan apakah dia bisa terkenal atau tidak dengan desain yang di buat sendiri oleh nya.

__ADS_1


Dan orang yang ada di samping nya sekarang adalah Haikal, laki-laki yang awal nya tidak memedulikan kehidupan nya sama sekali,kini malah menjadi orang yang menyemangati nya dengan sepenuh hati.


"Terima kasih."Jawab Yuri sejenak melupakan rasa ragu dan gugup nya.


Mereka pun masuk ke dalam gedung itu.


Tentu bukan hanya Yuri yang mengikuti lomba tersebut, ada dua puluh orang peserta termasuk Yuri, mereka pun terlihat dari kalangan orang-orang pintar atau keturunan dari desainer terkenal.


Setelah menyerahkan hasil desain nya yang di lukis di sebuah kertas putih itu, Yuri dan Haikal pun duduk di kursi yang sudah di persiapkan oleh para penyelenggara lomba tingkat tinggi itu.


Maaf banget, author agak kurang mengerti tentang perlombaan, jadi jangan di hujat ya, ikut saja sesuai alur nya, terima kasih, hehe.


Next


"Selamat siang para peserta design dress yang terhormat."Seru MC dari perlombaan desainer itu.


"Siang!" Seru para peserta dengan tepuk tangan yang gemuruh.


"Maaf sudah membuat kalian lama menunggu, di kesempatan kali ini, kami sangat senang karena begitu banyak para desainer yang berbakat untuk masuk ke lomba ini, namun kami hanya bisa memilih lima orang peserta yang akan masuk ke babak model desain."Seru MC itu dengan senyum yang ramah.

__ADS_1


Ya, akan ada lima orang pemenang dari dua puluh orang peserta yang ikut dalam lomba itu, lima orang itu tentu pemilik desain bagus yang, lukisan desain nya akan di setujui oleh penyelenggara untuk di luncurkan sebagai model dress terbaru, setelah itu, kelima pemenang itu nanti nya akan membuat desain mereka sendiri menjadi sebuah dress nyata dengan merek masing-masing, lalu kembali ikut di lomba selanjutnya, ya itu mengunakan model kelas atas untuk memakai dres yang sudah mereka desain di atas panggung lomba,dan dari lima orang designer itu nanti hanya akan ada satu orang yang di pilih menjadi desainer terkenal yang akan di berikan sebuah butik untuk mengelola desain-desian bagus nya.


Begitu lah penjelasan nya.


Tentu saja ini adalah harapan besar dari Yuri yang cita-cita nya ingin memiliki butik sendiri yang dia dapat kan dari hasil kerja keras nya sendiri.


"Ini lah saat-saat yang di tunggu oleh Alfa pengikut lomba, kami akan mengumumkan lima orang yang akan mendapatkan kesempatan besar ini."Ucap MC itu dengan sebuah kertas di tangan nya.


Tentu nya itu adalah kertas daftar nama pemenang lomba.


Haikal yang melihat Yuri berkeringat dingin menjadi tidak tega dengan istri nya,dia terlihat benar-benar gugup dan berharap kemenangan berpihak kepada nya.


"Tenang lah, kau pasti akan masuk ke dalam salah satu dari lima orang yang menang."Bisik Haikal.


"Sudah pada penasaran bukan? Baik lah, dengar kan baik-baik nama yang saya ucap kan di persilahkan naik ke atas."Ucap MC itu membuat para peserta lomba menjadi gemetar.


"Ya Tuhan."Batin Yuri gelisah.


"Putri Alana! Dinda Kirana! Aisa *** !

__ADS_1


Begitu lah tiga sampai empat nama sudah di ucapkan oleh MC tersebut, dan kini tinggal satu nama yang belum di sebut kan oleh MC itu, Yuri yang menunggu penyebutan nama terakhir menjadi sangat gelisah dan benar-benar khawatir jika dirinya bukan orang kelima itu.


Bersambung ....


__ADS_2