Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 37


__ADS_3

"Heem,apa kalian sudah tau apa yang terjadi dengan Oma selama aku tidak ada beberapa hari ini?"Tanya Haikal menatap para maid nya dengan tatapan dingin.


Bukan nya menjawab, para maid hanya diam dan saling pandang satu sama lain.


"Mengapa diam? Apa kalian tidak punya mulut untuk menjawab pertanyaan ku?!"Marah Haikal karena tidak ada satupun dari maid yang ada di hadapannya menjawab pertanyaan dari nya.


"Maaf tuan muda, kami tau apa yang terjadi dengan Oma, namun saya pada saat itu sedang keluar untuk membeli persiapan makanan di mansion yang sudah menipis, dan saya tidak tau siapa yang memasak sup itu."Ucap pak Iwan, ayah nya Abel dengan tegas.


"Iya aku tau kau saat itu tidak ada, tapi apa dari maid-maid ini tidak ada yang ingin mengaku sendiri sebelum aku memecat mereka semua?"Tegas Haikal lagi.


"Saya tuan, saya, saya yang membuat sup itu, saya benar-benar minta maaf, semua ini salah saya, saya tidak mencuci sayur itu dengan bersih makanya Oma keracunan makanan dan mungkin saya tidak sengaja memasukkan terlalu banyak bumbu lain yang tidak seharusnya di masukkan ke dalam sup, jangan salah kan maid lain."Ucap maid itu sambil bersimpuh di hadapan Haikal.


Haikal dan semua orang yang ada di situ pun kaget dan kebingungan dengan pernyataan maid itu, termasuk Yuri.


"Karena keteledoran mu, kau aku pecat hari ini juga."Tutur Haikal tanpa basa basi.


"Tuan, maaf kan saya, saya mohon jangan pecat saya."Mohon sang maid sambil menatap Nisa sesekali.


"Tidak ada kata ampun untuk mu, kau sudah membuat Oma ku sakit karena keteledoran mu."Jelas Haikal tidak akan pernah memberikan ampun kepada orang yang teledor seperti itu.


"Tunggu dulu."Ucap Yuri yang tadinya berdiri jauh di belakang Haikal berjalan mendekati mereka.

__ADS_1


"Aku harap kau tidak ikut campur."Tutur Haikal pelan.


"Maaf, tapi apa kau tidak berfikir jika selama ini maid ini lah yang bertugas membuat sup, apa selama ini Oma terus sakit sat memakan sup buatan nya pagi dan malam?"Tanya Yuri dengan bijak nya.


Haikal terdiam dan terlihat berfikir keras atas ucapan Yuri barusan.


"Yuri, apa kau tidak dengar Haikal melarang mu untuk ikut campur dalam hal ini?"Tanya Nisa menatap Yuri seperti ingin menerkam saja.


Namun kali ini menyangkut kehidupan orang lain, Yuri tidak akan membiarkan Haikal salah bertidak.


"Kau adalah kepala keluarga di sini,aku mohon bijak lah, dia memiliki tangung jawab, mana mungkin dia sengaja melakukan ini dan kehilangan pekerjaan nya."Jelas Yuri lagi.


"Yuri kau!"Ucap Nisa tidak bisa menahan emosi nya.


"Kali ini kau ku ampuni, sekarang semuanya bubar, ingat, jika kejadian tadi berulang kembali, aku akan membuat kalian semua masuk penjara." Untuk yang pertama kalinya Haikal memberikan kesempatan kedua pada orang yang sudah berbuat salah.


"Terima kasih banyak tuan muda, terima kasih nyonya muda."Ucap maid itu dan kemudian mengikuti maid lain yang bubar dari ruang tengah.


"Dan kau Iwan, kenapa kau tidak memeriksa cctv yang sudah rusak itu dan mengganti nya?"Ucap Haikal lagi yang kini menatap pak Iwan dengan tatapan bingung.


"Begitu banyak pekerjaan tuan, nanti saya akan meminta seseorang datang untuk menganti nya."Jelas pak Iwan sedikit takut.

__ADS_1


"Baik lah, kalau begitu kau juga boleh bubar."Setelah berkata demikian, Haikal pun berjalan meningal kan ruang tengah mansion di ikuti Nisa.


"Nyonya."Pangil pak Iwan kepada Yuri, setelah Nisa dan Haikal tidak terlihat dari pandangan nya lagi.


"Iya pak,ada apa?"Tanya Yuri menaikkan satu alisnya.


"Nyonya benar-benar hebat, nyonya sudah berhasil membuat tuan muda memberikan kesempatan kedua kepada orang yg membuat masalah di sini."Jelas pak Iwan kepala pelayan mansion.


"Aku hanya mengatakan apa yang seharusnya aku katakan pak, dan itu mungkin masuk akal, makanya dia menurut."Jawab Yuri santai.


"Tapi bagi saya nyonya sudah sangat hebat."Ucap pak Iwan mengacungkan jempol nya.


"Pak Iwan bisa saja, yaudah saya ke atas dulu." ucap Yuri dengan senyum manis nya dan kemudian melangkah pergi dari ruang tengah.


"Aku yakin, sebentar lagi nyonya Yuri yang baik itu akan bisa memenangkan hati tuan muda."Batin pak Iwan dan kemudian berjalan pergi.


Malam itu pun berlalu dengan bagaimana semestinya, seperti biasa Yuri tidur sendiri dan Nisa bersama Haikal Tampa sepengetahuan seisi rumah.


Keesokan harinya.


"Yuri! Sini kau!"Ucap Nisa menarik tangan Yuri.

__ADS_1


Yuri yang pada saat itu sedang menyiram bunga di halaman belakang mansion pun kaget karena tiba-tiba Nisa menarik nya.


Bersambung ....


__ADS_2